Ruang.co.id – Berharap mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, puluhan guru yang tergabung dalam ikatan Guru Indonesia (IGI) mendatangi komisi E DPRD Jatim, (5/2).
Kedatangan para guru IGI ini diterima empat anggota Komisi E antara lain, Suli Da’im yang bertindak sebagai moderator. Wakil ketua komisi E Jairi Irawan, dan dua anggota lainnya yakni, Hj Siti Mukiyarti dan dr Benjamin Kristianto.
Sedangkan dari IGI dipimpin langsung ketua pengurus IGI Jawa Timur, Sukari beserta jajaran pengurus di bawahnya.
Dalam pertemuan tersebut, para pengurus IGI mengaku senang karena baru sekali ini bisa bertemu langsung dengan anggota komisi E, setelah lebih dari dua tahun lalu berkirim surat. Karena itu mumpung ketemu, mereka mengadukan beberapa masalah yang dihadapi selama menjalani kegiatan untuk mengembangkan potensi guru yang semuanya dilakukan secara mandiri.
“Selama ini, kami selalu mengadakan kegiatan dengan biaya sendiri. Seperti meningkatkan kemampuan guru, pelatihan guru dan seminar dan lainnya. Semua kegiatan yang kami lakukan selana ini, tidak pernah mendapat dukungan dari pemerintah,” ujar Sukari.
Padahal menurut Pria yang mengajar di sebuah SMK swasta di Surabaya ini, apa yang dilakukannya itu murni membantu pemerintah untuk mencerdaskan bangsa. Dan kenyataan yang dihadapi ini berbanding terbalik dengan apa yang didapatkan PGRI uang setiap kegiatanya hingga uji sertifikasi guru selalu mendapat dukungan dari pemerintah. Padahal meski keberadaan IGI baru 16 tahun, namun secara fungsional organisasi profesi Guru, seharusnya kedudukan mereka di mata pemerintah dalam hal ini dinad pendidikan adalah sana.
“Bahkan anggota kami di daerah banyak yang ketakutan bila mengikuti kegiatan IGI. Bulan lalu kita mengadakan acara di kota Madiun, undangan yang kami sebar ada 100 orang namun yang datang hanya 25 orang. Karena mereka takut dengan adanya dogma yang mengatakan organisasi guru hanya satu ( PGRI ) tidak boleh ada yang lain,” jelas Sukari.
Karena itulah bagi IGI pertemuan dengan komisi E yang jiga dihadiri oleh perwakilan dinas pendidikan Jawa Timur ini sangat penting. Paling tidak saat ini IGI punya saluran resmi untuk menyuarakan aspirasi.
Senada dengan harapan IGI, anggota komisi E DPRD Jatim Suli Da’im menyambut baik kehadiran IGI dalam mewarnai dinamika pendidikan menengah atas dan kejutuan di Jawa Timur. Karena keberadaan IGI sebagai prganisasi profesi guru sudah selayaknya mendapatkam bantuan dana dalam melakukan kegiatannya. Paling tidak memberikan fasilitas atau prasarana lain memudahkan anggota IGI untuk meningkatkan sertifikasi guru.
“Kalau bicara PGRI sudah tentu banyak sekali fasitas sarana dan prasaran kegiatannya. Karena mereka sudah lama dan sudahenggurita hingga sudah punt sekolahan sendiri. Sedangkan IGI ini baru 16 tahun berdiri dan semua kegiatan hingga kantof sekretariatannya dibiayai sendiri dengan urunan. Padahal mereka juga bergak mendapatkan bantuan dari pemerintah karena organisasi IGI ini juga berbadan hukum dan terdaftar dalam Kemenkumham sebagai organisasi profesi Guru,” tegas politikus asal fraksi Partai Amanat Nasional ( PAN) ini.
Karena itu, lanjut Suli, pihaknya sebagai wak rakyat memint langsung kepada perwakilan dinas pendidikan provinsi Jawa Timur yang hadir di acara hearing itu untuk menindak lanjuti aspirasi dari para anggota IGI ini.

