Kades Buncitan Sidoarjo Ditemukan Tewas Misterius di Kantornya, Polisi Masih Dalami Penyebabnya

Kades Buncitan Tewas Misterius
Kades Buncitan ditemukan tewas misterius di kantor desa, polisi selidiki penyebab dan tunggu hasil autopsi resmi. (Ist)
Ruang Nurudin
Ruang Nurudin
Print PDF

Sidoarjo, Ruang.co.id – Kapolsek Sedati AKP Masyita Dian menyampaikan penyelidikan kematian Kades Buncitan Mujiyono kepada warga dan perangkat desa di Balai Desa Buncitan, Sedati, dengan proses olah TKP dan autopsi berlangsung Minggu (03/05/2026).

Sore itu, hujan turun perlahan. Halaman balai desa tampak lengang. Sepeda motor masih terparkir rapi. Situasi itu memicu tanda tanya. Khozim, petugas kebersihan, menjadi orang pertama yang mendapati kejanggalan tersebut.

Ia melangkah masuk. Pintu tidak terkunci. Ruangan gelap. Ia memanggil berkali-kali. Tidak ada jawaban. Lampu kemudian dinyalakan. Di dalam, ia melihat sosok kepala desa duduk di sofa.

“Saya panggil-panggil dari luar tidak ada jawaban. Setelah lampu saya nyalakan, saya kaget melihat Pak Kades duduk di sofa tapi sudah meninggal dengan leher terlilit,” ujar Khozim.

Temuan itu segera dilaporkan. Ketua RW setempat meneruskan ke aparat kepolisian. Petugas dari Polsek Sedati dan tim identifikasi datang tidak lama kemudian. Garis polisi dipasang. Area dibatasi untuk kepentingan penyelidikan.

Di ruang kerja itu, korban ditemukan dalam posisi duduk. Terdapat lilitan selang air di bagian leher. Detail ini menjadi perhatian penting dalam proses olah tempat kejadian perkara. Polisi mengumpulkan keterangan saksi. Setiap sudut ruangan diperiksa.

AKP Masyita Dian menegaskan proses hukum berjalan hati-hati. Semua kemungkinan diperiksa. Tidak ada kesimpulan tergesa.

“Kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil autopsi dari Tim Identifikasi Polresta Sidoarjo untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” jelasnya.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pusdik Gasum Bhayangkara Porong. Pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan sebab kematian secara ilmiah. Hasil autopsi menjadi dasar utama penentuan langkah hukum berikutnya.

Polisi juga mengingatkan warga agar tidak menyebarkan foto korban. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga martabat keluarga. Informasi yang beredar diminta tetap mengacu pada keterangan resmi.

Baca Juga  Dugaan Menu MBG Dukuh Tengah Buduran Basi Siswa Jadi Korban, SPPG Berkelit Tutup Diri?

Peristiwa ini meninggalkan duka bagi warga Desa Buncitan. Mujiyono dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat. Ia sering hadir dalam pertemuan warga. Komunikasi dengan perangkat desa berjalan intens.

Sejumlah informasi yang berkembang menyebut adanya tekanan pekerjaan. Pengelolaan administrasi desa menjadi salah satu tanggung jawab utama kepala desa. Laporan pertanggungjawaban dana desa dilakukan secara berkala. Proses ini mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Regulasi tersebut mengatur kewenangan kepala desa dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan. Kepala desa wajib menyusun laporan transparan dan akuntabel. Beban administratif ini sering meningkat menjelang audit tahunan.

Selain itu, wilayah Sedati termasuk kawasan berkembang. Aktivitas pembangunan dan kebutuhan lahan meningkat. Kondisi ini kerap memunculkan dinamika di tingkat desa. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan peristiwa ini dengan persoalan hukum tertentu.

Faktor kesehatan juga menjadi bagian dari informasi yang dihimpun Ruang.co.id. Beberapa warga menyebut kondisi fisik korban sempat menurun. Keterangan ini masih dalam tahap klarifikasi oleh pihak berwenang.

Polisi saat ini memeriksa sejumlah saksi. Termasuk perangkat desa yang berada di lokasi pada siang hari sebelum kejadian. Setiap keterangan dicatat untuk menyusun kronologi yang utuh.

Hingga awal Mei 2026, penyelidikan masih berlangsung. Polisi menunggu hasil autopsi sebagai penentu utama. Masyarakat diminta bersabar. Informasi resmi akan disampaikan setelah seluruh proses selesai.

Di balai desa itu, aktivitas berhenti sejenak. Kursi kosong menjadi saksi. Warga datang silih berganti. Mereka menunduk. Suasana hening terasa panjang.