Breaking News
light_mode
Sabtu, 10 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Kades Buncitan Sidoarjo Ditemukan Tewas Misterius di Kantornya, Polisi Masih Dalami Penyebabnya

Kades Buncitan Sidoarjo Ditemukan Tewas Misterius di Kantornya, Polisi Masih Dalami Penyebabnya

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Kapolsek Sedati AKP Masyita Dian menyampaikan penyelidikan kematian Kades Buncitan Mujiyono kepada warga dan perangkat desa di Balai Desa Buncitan, Sedati, dengan proses olah TKP dan autopsi berlangsung Minggu (03/05/2026).

Sore itu, hujan turun perlahan. Halaman balai desa tampak lengang. Sepeda motor masih terparkir rapi. Situasi itu memicu tanda tanya. Khozim, petugas kebersihan, menjadi orang pertama yang mendapati kejanggalan tersebut.

Ia melangkah masuk. Pintu tidak terkunci. Ruangan gelap. Ia memanggil berkali-kali. Tidak ada jawaban. Lampu kemudian dinyalakan. Di dalam, ia melihat sosok kepala desa duduk di sofa.

“Saya panggil-panggil dari luar tidak ada jawaban. Setelah lampu saya nyalakan, saya kaget melihat Pak Kades duduk di sofa tapi sudah meninggal dengan leher terlilit,” ujar Khozim.

Temuan itu segera dilaporkan. Ketua RW setempat meneruskan ke aparat kepolisian. Petugas dari Polsek Sedati dan tim identifikasi datang tidak lama kemudian. Garis polisi dipasang. Area dibatasi untuk kepentingan penyelidikan.

Di ruang kerja itu, korban ditemukan dalam posisi duduk. Terdapat lilitan selang air di bagian leher. Detail ini menjadi perhatian penting dalam proses olah tempat kejadian perkara. Polisi mengumpulkan keterangan saksi. Setiap sudut ruangan diperiksa.

AKP Masyita Dian menegaskan proses hukum berjalan hati-hati. Semua kemungkinan diperiksa. Tidak ada kesimpulan tergesa.

“Kami masih melakukan pendalaman dan menunggu hasil autopsi dari Tim Identifikasi Polresta Sidoarjo untuk memastikan penyebab pasti kematian korban,” jelasnya.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pusdik Gasum Bhayangkara Porong. Pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan sebab kematian secara ilmiah. Hasil autopsi menjadi dasar utama penentuan langkah hukum berikutnya.

Polisi juga mengingatkan warga agar tidak menyebarkan foto korban. Imbauan ini disampaikan untuk menjaga martabat keluarga. Informasi yang beredar diminta tetap mengacu pada keterangan resmi.

Baca Juga  Kontraktor Proyek Sungai di Pacitan Dituntut Berat Jaksa, Pembela Anggap Dakwaan Tidak Relevan dan Kabur

Peristiwa ini meninggalkan duka bagi warga Desa Buncitan. Mujiyono dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat. Ia sering hadir dalam pertemuan warga. Komunikasi dengan perangkat desa berjalan intens.

Sejumlah informasi yang berkembang menyebut adanya tekanan pekerjaan. Pengelolaan administrasi desa menjadi salah satu tanggung jawab utama kepala desa. Laporan pertanggungjawaban dana desa dilakukan secara berkala. Proses ini mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Regulasi tersebut mengatur kewenangan kepala desa dalam pengelolaan keuangan dan pembangunan. Kepala desa wajib menyusun laporan transparan dan akuntabel. Beban administratif ini sering meningkat menjelang audit tahunan.

Selain itu, wilayah Sedati termasuk kawasan berkembang. Aktivitas pembangunan dan kebutuhan lahan meningkat. Kondisi ini kerap memunculkan dinamika di tingkat desa. Namun, hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan peristiwa ini dengan persoalan hukum tertentu.

Faktor kesehatan juga menjadi bagian dari informasi yang dihimpun Ruang.co.id. Beberapa warga menyebut kondisi fisik korban sempat menurun. Keterangan ini masih dalam tahap klarifikasi oleh pihak berwenang.

Polisi saat ini memeriksa sejumlah saksi. Termasuk perangkat desa yang berada di lokasi pada siang hari sebelum kejadian. Setiap keterangan dicatat untuk menyusun kronologi yang utuh.

Hingga awal Mei 2026, penyelidikan masih berlangsung. Polisi menunggu hasil autopsi sebagai penentu utama. Masyarakat diminta bersabar. Informasi resmi akan disampaikan setelah seluruh proses selesai.

Di balai desa itu, aktivitas berhenti sejenak. Kursi kosong menjadi saksi. Warga datang silih berganti. Mereka menunduk. Suasana hening terasa panjang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Legends of the Condor Heroes: The Gallants – Epik Peperangan Seni Bela Diri Lawan Invasi Mongol

    Jadwal Tayang Bioskop Surabaya, Nikmati Aksi Spektakuler “Legends of the Condor Heroes: The Gallants” di Layar Lebar!

    • calendar_month Selasa, 4 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bersiaplah untuk terhanyut dalam gelombang sejarah dan aksi yang mendebarkan! “Legends of the Condor Heroes: The Gallants” hadir di layar lebar Surabaya, menghadirkan pengalaman sinematik yang tak terlupakan. Di bawah arahan sutradara visioner, Tsui Hark, film ini mengajak penonton untuk menyelami masa Dinasti Song Selatan, saat Tiongkok berada di ambang kehancuran akibat invasi […]

  • pemberdayaan ekonomi disabilitas Sidoarjo

    Jemari Difabel Menenun Harapan, Karya Tuna Daksa Sidoarjo Menembus Batas Stigma

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Jemari Rumani (57), penyandang tuna daksa asal Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, tekun merangkai handycraft berkualitas tinggi, walau kerap dipandang sebelah mata oleh masyarakat lingkungan sekitarnya. Di balik keterbatasan fisik akibat polio, karya kerajinan tangan buatan Rumani bersama puluhan UMKM disabilitas di Sidoarjo, terbukti mampu menembus pasar bazar hingga Galeri UMKM. Namun, daya […]

  • Fashon Ramah Lingkungan

    Fashion Ramah Lingkungan, Sustainable Fashion Akan Mengubah Gaya di 2025?

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Coba lihat lemari pakaianmu. Berapa banyak baju yang sebenarnya jarang dipakai, tapi tetap kamu simpan dengan harapan “siapa tahu nanti butuh”? Atau lebih parah lagi, ada pakaian yang bahkan masih berlabel, belum sempat dikenakan sejak dibeli! Fenomena ini bukan hanya terjadi padamu, tapi hampir semua orang. Di era fast fashion, pakaian diproduksi dalam […]

  • Ini Alasan Kenapa Warga Akui Made Satria Cocok Pimpin Klungkung 2024-2029

    Ini Alasan Kenapa Warga Akui Made Satria Cocok Pimpin Klungkung 2024-2029

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    Klungkung, Ruang.co.id- Ini Alasan kenapa warga akui Made Satria cocok pimpin Klungkung 2024-2029. I Made Satria menjadi satu-satunya kandidat Bakal Calon Bupati (Bacabup) dari PDI Perjuangan yang dikirim oleh DPC PDI P Klungung ke DPD Bali dan diteruskan ke DPP PDI P. Lantas apakah memang Made Satria cocok untuk memimpin Klungkung pada periode 2024-2029?. Jawabannya […]

  • Efektivitas Kerja di Kafe

    Ngopi Sambil Kerja: Ritual Produktif atau Sekadar Pencitraan Generasi Digital?

    • calendar_month Minggu, 18 Mei 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di balik gemericik mesin espresso dan denting sendok di cangkir kopi, kafe-kafe perkotaan telah bertransformasi menjadi kantor kedua bagi generasi digital. Fenomena work-from-cafe ini bukan sekadar tren, melainkan cerminan perubahan pola kerja modern. Namun, di balik daya tarik estetikanya, tersembunyi pertanyaan kritis: seberapa efektif sebenarnya bekerja di antara keramaian ini? Psikologi di Balik […]

  • Musyafak Rouf Ketua DPRD Jatim

    Perdana Pimpin Rapat, Musyafak Rouf Fokus pada Alat Kelengkapan DPRD Jatim

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Setelah ditetapkan menjadi ketua DPRD Jatim beberapa pekan lalu, Musyafak Rouf resmi memimpin rapat Paripurna DPRD Jatim yang membahas soal alat kelengkapan di ruang rapat paripurna gedung DPRD Jatim, kamis (24/10). Dalam rapat yang diikuti kurang lebih 119 anggota DPRD itu, Rapat dibuka oleh ketua sementara Anik Maslachah. Kemudian setelah dibacakan penetapan […]

expand_less