Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Prof. Hufron Bongkar Dampak Pecahnya Kotak Suara: Demokrasi Dijerat Yuristokrasi?

Prof. Hufron Bongkar Dampak Pecahnya Kotak Suara: Demokrasi Dijerat Yuristokrasi?

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Rabu, 2 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Mahkamah Konstitusi (MK) resmi memisahkan penyelenggaraan Pemilu nasional dan daerah mulai 2029. Keputusan ini mengubur sistem Pemilu lima kotak yang selama ini jadi ciri khas demokrasi Indonesia. Namun, di balik niat menyederhanakan proses, Prof. Dr. Hufron SH., MH., pakar hukum tata negara Universitas 17 Agustus Surabaya, menyingkap sejumlah problem mendasar yang justru mengancam konstitusi dan kedaulatan rakyat. Rabu, (02/7/2025).

Menurut Prof. Hufron, putusan MK ini dilatarbelakangi tiga alasan utama. Pertama, penyederhanaan proses pemilihan bagi pemilih. Selama ini, pemilih harus mencoblos lima kotak suara sekaligus: Presiden/Wakil Presiden, DPR RI, DPD, Kepala Daerah, dan DPRD. Kerumitan ini dinilai membingungkan dan berpotensi mengurangi partisipasi.

Kedua, peningkatan kualitas demokrasi. Sistem serentak dianggap menciderai kedaulatan rakyat karena tingginya kompleksitas. Ketiga, pengurangan beban penyelenggara Pemilu, termasuk partai politik yang kerap kewalahan menyiapkan kandidat untuk semua level secara bersamaan.

Baca Juga  Hakim MK Hadapi Tantangan: Dr. Hufron, Sengketa Pilkada dengan Tenggat Waktu Ketat

Namun, Hufron menegaskan bahwa niat baik ini justru melahirkan paradoks. Pasal 22 UUD 1945 secara tegas menyatakan Pemilu harus dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Sementara, MK menetapkan jeda 2-2,5 tahun antara Pemilu nasional dan daerah. Ini menciptakan lubang konstitusional, terutama untuk anggota DPRD yang masa jabatannya terpaksa diperpanjang tanpa mekanisme pemilihan ulang.

Di tingkat daerah, kepala daerah yang masa jabatannya berakhir bisa digantikan oleh pejabat sementara. Namun, tidak ada mekanisme serupa untuk anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota. Artinya, mereka akan tetap menjabat tanpa legitimasi pemilihan baru. Ini bertentangan dengan prinsip dasar demokrasi: kedaulatan rakyat harus diwujudkan melalui pemilihan berkala.

Prof. Hufron menggarisbawahi bahwa masalah ini bukan sekadar teknis, melainkan menyentuh hak konstitusional warga negara. “Bagaimana rakyat bisa disebut berdaulat jika wakil mereka tidak dipilih sesuai periode yang diamanahkan konstitusi?” tanyanya retoris.

Baca Juga  Kabinet Merah Putih: Dr Hufron Soroti Tantangan Koordinasi dan Efektivitas

Kritik paling pedas dari Prof. Hufron adalah soal pergeseran peran MK dari negative legislator (penguji UU) menjadi positive legislator (pembuat norma baru). Dalam putusan ini, MK tidak hanya membatalkan ketentuan lama, tetapi juga menciptakan aturan baru tentang jeda waktu Pemilu. Padahal, kewenangan semacam ini seharusnya berada di tangan DPR dan Presiden.

“MK sedang bermain api dengan yuristokrasi,” tegas Hufron. Istilah ini merujuk pada dominasi kekuasaan kehakiman dalam mencampuri ranah politik. Jika terus dibiarkan, ada risiko court dictatorship, di mana MK menjadi pihak paling berkuasa dalam menentukan arah hukum tanpa checks and balances yang memadai.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengecilkan Pori-Pori Wajah dengan Cepat dan Alami

    Pori-Pori Wajah Besar? Ini Penyebab dan Cara Mengecilkannya dengan Cepat!

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Cermin bisa jadi teman atau musuh. Saat wajah cerah dan glowing, cermin terasa seperti sahabat terbaik. Tapi begitu melihat pori-pori wajah yang membesar dan jelas terlihat, rasanya ingin menghilang dari peradaban. Banyak orang mengeluhkan pori-pori wajah yang besar karena membuat kulit terlihat tidak halus dan lebih berminyak. Ditambah lagi, makeup jadi kurang menempel […]

  • Lamine Yamal mencetak gol spektakuler

    Barcelona Melaju Mulus ke Perempat Final Liga Champions 2025: Raphinha Gemilang, Yamal Cetak Gol Spektakuler!

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Halo para pecinta sepak bola! Siapa yang semalam begadang nonton Liga Champions? Wah, saya yakin banyak dari kalian yang menyaksikan pertandingan seru antara Barcelona dan Benfica. Barcelona berhasil melaju ke babak perempat final Liga Champions 2025 setelah mengalahkan Benfica dengan skor 3-1 di Estadi Olimpic Lluis Companys. Pertandingan ini benar-benar seru dan menegangkan. […]

  • Limbah medis Tambaksumur

    Teror Limbah Medis Beracun Ancam Nyawa Warga Tambaksumur, Pejabat Surabaya dan Sidoarjo Usut Tuntas Pelakunya

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Ribuan limbah medis Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), ditemukan berserakan secara ilegal. Lokasinya berada di parit Exit Tol Tambaksumur, kawasan Pondok Chandra, Sidoarjo. Temuan mengejutkan ini berlangsung pada Selasa, 25 Agustus 2026. Sepuluh kantong plastik berisi jarum suntik bekas, botol obat vial, dan kasa berdarah, yang dapat mengancam lingkungan. Dugaan awal mengarah […]

  • tugu pahlawan

    Catat, 3 Tempat Wisata Keluarga yang Wajib Kalian Kunjungi di Surabaya

    • calendar_month Minggu, 9 Jun 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Apakah anda mencari destinasi liburan yang sempurna untuk keluarga Anda? Ya. Tempat wisata keluarga merupakan tempat yang paling cocok untuk melepas penat bersama keluarga anda di akhir pekan ini. Mungkin kalian dari luar kota atau dari luar pulau yang ingin berkunjung ke KotaSurabaya, berikut tempat wisata di Surabaya yang wajib kalian kunjungi […]

  • Dosen ITS berperan dalam PSSA Indonesia

    Nusa Penida dan Gili Matra Resmi Menjadi PSSA Pertama di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tim dosen ITS kembali menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan maritim di Indonesia dengan terlibat dalam pengesahan Nusa Penida dan Gili Matra di Selat Lombok sebagai Particularly Sensitive Sea Area (PSSA) pertama di Indonesia. Pengesahan ini dilakukan dalam forum International Maritime Organization (IMO) yang berlangsung di London pada Kamis, 3 Oktober 2024. Ketua tim […]

  • Kesenian tradisional sulawesi utara

    Mengenal Beragam Kesenian Tradisional Sulawesi Utara

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Sulawesi Utara memiliki kekayaan budaya yang beragam, dipengaruhi oleh suku-suku seperti Minahasa, Bolaang Mongondow, dan Sangir Talaud. Kesenian daerah ini mencakup berbagai bentuk ekspresi budaya yang unik, mulai dari tarian, musik, seni rupa, hingga upacara adat. Keberagaman budaya dan pengaruh lingkungan alam turut membentuk kekayaan dan keunikan kesenian di tanah Minahasa ini. […]

expand_less