Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » Kenali Tradisi Rumpak-Rumpak, Merayakan Hari Raya Dengan Alat Musik Terbangan

Kenali Tradisi Rumpak-Rumpak, Merayakan Hari Raya Dengan Alat Musik Terbangan

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Ada hal-hal yang membuat suasana Hari Raya semakin istimewa. Bau rendang yang menggoda, kumpul keluarga besar, dan tentu saja, tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun. Di Sumatera Selatan, ada satu tradisi unik yang menambah kemeriahan perayaan Hari Raya, yaitu Rumpak-Rumpak.

Bukan sekadar alunan musik biasa, Rumpak-Rumpak adalah tradisi memainkan alat musik terbangan—sejenis rebana besar—dengan sekelompok pemain untuk mengiringi lantunan shalawat atau syair keagamaan. Suaranya yang khas, ritmenya yang menghentak, dan kebersamaannya yang kuat menjadikan Rumpak-Rumpak lebih dari sekadar pertunjukan, tapi juga simbol kebahagiaan dan keberkahan.

Kenapa tradisi ini begitu spesial? Yuk, kita bahas lebih dalam!

Apa Itu Tradisi Rumpak-Rumpak?

Rumpak-Rumpak adalah kesenian musik tradisional yang dimainkan menggunakan alat musik terbangan, yaitu sejenis rebana besar yang dimainkan secara berkelompok. Biasanya, tradisi ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha sebagai bentuk rasa syukur dan perayaan atas datangnya momen suci.

Rumpak-Rumpak bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari dakwah Islam di masyarakat Sumatera Selatan. Melalui irama yang khas, lantunan syair-syair keagamaan menggema dan membawa suasana khidmat yang tetap terasa meriah.

Seperti banyak tradisi di Indonesia, asal-usul Rumpak-Rumpak tidak bisa dipisahkan dari pengaruh budaya Islam yang masuk ke Sumatera Selatan. Dahulu, alat musik terbangan sering dimainkan di masjid atau surau sebagai bagian dari syiar Islam.

Seiring waktu, musik terbangan ini berkembang menjadi bagian dari perayaan hari besar Islam, terutama di desa-desa dan komunitas tradisional. Generasi ke generasi terus melestarikan tradisi ini sebagai simbol kebersamaan dan bentuk ekspresi kebahagiaan saat menyambut Hari Raya.

Meskipun zaman terus berubah dan banyak hiburan modern bermunculan, Rumpak-Rumpak tetap bertahan sebagai salah satu warisan budaya yang masih dimainkan hingga kini.

Baca Juga  Makna Sejati di Balik Hari Valentine: Apa Itu, Sejarah, dan Cara Merayakan Cinta

Bagaimana Rumpak-Rumpak Dilakukan?

Untuk memainkan Rumpak-Rumpak, diperlukan beberapa orang yang membentuk satu grup musik. Masing-masing anggota memainkan alat musik terbangan dengan ritme yang sudah diatur agar menghasilkan suara yang harmonis.

Biasanya, ada pemain utama yang memimpin dengan pukulan yang lebih dominan, sementara pemain lainnya mengikuti dengan pola yang sudah ditentukan. Terkadang, pertunjukan ini juga diselingi dengan vokal yang melantunkan shalawat atau lagu-lagu religi.

Tradisi ini biasanya dilakukan di tempat terbuka, seperti halaman masjid atau lapangan desa, sehingga semua orang bisa ikut menikmati dan merasakan euforianya.

Rumpak-Rumpak dan Kesenian Daerah Sumatera Selatan

Rumpak-Rumpak tidak hanya sekadar musik, tetapi juga bagian dari kesenian daerah Sumatera Selatan yang kaya akan nilai budaya. Dalam beberapa kesempatan, pertunjukan ini sering dipadukan dengan tari tradisional, pembacaan syair keagamaan, hingga pementasan seni Islam lainnya.

Di beberapa daerah, Rumpak-Rumpak juga dijadikan sebagai bagian dari festival budaya untuk memperkenalkan tradisi musik Islam kepada generasi muda. Dengan cara ini, kesenian daerah Sumatera Selatan tetap hidup dan bisa diwariskan ke anak cucu.

Ada banyak alasan mengapa tradisi ini harus terus dijaga. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, Rumpak-Rumpak juga memiliki banyak manfaat sosial dan spiritual bagi masyarakat.

1. Menjaga Identitas Budaya Lokal

Di tengah gempuran budaya modern, tradisi seperti Rumpak-Rumpak menjadi pengingat akan akar budaya yang kaya dan beragam.

2. Menjadi Sarana Dakwah Islam yang Menyenangkan

Dengan musik sebagai medianya, pesan-pesan keislaman bisa lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.

3. Mempererat Kebersamaan dan Gotong Royong

Rumpak-Rumpak dimainkan secara berkelompok, yang artinya tradisi ini juga mengajarkan nilai kerja sama dan kebersamaan.

Tradisi Rumpak-Rumpak dalam Kehidupan Modern

Meskipun sekarang sudah banyak jenis hiburan baru, Rumpak-Rumpak tetap bisa relevan dan menarik bagi generasi muda. Dengan inovasi, seperti memadukan musik tradisional dengan alat musik modern atau menampilkan Rumpak-Rumpak dalam festival budaya, tradisi ini bisa tetap bertahan dan dikenal lebih luas.

Baca Juga  Jadwal Tayang The Unbreakable Boy, Film Penuh Inspirasi tentang Cinta dan Kesabaran di Bioskop

Beberapa komunitas di Sumatera Selatan juga mulai mengajarkan Rumpak-Rumpak kepada anak-anak muda agar tradisi ini tidak punah. Bahkan, beberapa sekolah memasukkan kesenian ini dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Rumpak-Rumpak bukan hanya sekadar musik yang dimainkan saat Hari Raya, tetapi juga simbol kebahagiaan, kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat Sumatera Selatan. Tradisi ini mengajarkan nilai budaya, mempererat silaturahmi, dan membawa nuansa religi yang lebih hidup dalam perayaan hari besar Islam.

Menjaga Rumpak-Rumpak berarti menjaga warisan leluhur yang kaya akan makna. Semoga generasi muda terus melestarikan tradisi ini, sehingga musik terbangan khas Sumatera Selatan tetap bergema hingga masa depan.

Kalau kamu ke Sumatera Selatan saat Hari Raya, jangan lupa cari pertunjukan Rumpak-Rumpak dan rasakan sendiri serunya tradisi ini!

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • unusa tridarma perguruan tinggi

    Unusa Raih Klaster Mandiri: Bukti Nyata Peningkatan Tridarma Perguruan Tinggi

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mencatatkan sejarah dengan masuk ke dalam klaster mandiri di bidang penelitian dan pengabdian masyarakat. Unusa menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang berhasil meraih posisi ini bersama 16 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lainnya dari total 51 perguruan tinggi se-Indonesia. Pengumuman ini berdasarkan surat dari Direktur Riset, […]

  • Krisis Air 2028

    Prediksi Krisis Air Sidoarjo di 2028, Perumda Delta Tirta Siapkan Antisipasi Kencangkan Produksi

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Perumda Delta Tirta Sidoarjo bergerak cepat memacu pembangunan infrastruktur, demi membentengi masyarakat dari ancaman krisis air bersih, yang diprediksi bakal menghantam Kota Delta pada ambang tahun 2028 mendatang. Langkah berani ini ditegaskan Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.MT, dalam momentum Media Gathering di Hotel Luminor Sidoarjo, Sabtu […]

  • Resep kolak pisang

    Resep Kolak Pisang Legit dan Praktis, Cocok untuk Berbuka Puasa!

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kolak pisang adalah salah satu hidangan berbuka puasa yang selalu dinanti. Perpaduan manisnya gula merah, gurihnya santan, dan lembutnya pisang kepok membuat hidangan ini begitu istimewa. Tak hanya lezat, resep kolak pisang ini juga sangat mudah dibuat dengan bahan-bahan sederhana yang tersedia di dapur. Yuk, simak langkah-langkahnya! Bahan-Bahan Kolak Pisang: 5 buah pisang […]

  • Pria Memendam Kesedihannya Sendiri, harus memiliki sikapagar tidak semakin terpuruk

    8 Sikap yang Harus Kamu Punya agar Tidak Terpuruk Saat Tertekan

    • calendar_month Minggu, 16 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Setiap orang pasti pernah merasakan titik jenuh dalam hidupnya. Masalah datang bertubi-tubi, membuat kita merasa lelah dan putus asa. Rasanya ingin menyerah dan mencari pelarian. Tenang, kamu nggak sendirian. Semua orang pasti pernah mengalami tekanan dalam hidup, hanya saja reaksinya berbeda-beda. Ada yang tetap tegar dan bisa bangkit, ada juga yang terpuruk dan […]

  • Generasi Alpha dan beta

    Bulan Terakhir Generasi Alpha: Menyambut Lahirnya Generasi Beta, Era Baru Dimulai

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Desember 2024 menjadi bulan yang istimewa dalam perjalanan sejarah manusia. Generasi Alpha, yang lahir sejak tahun 2010, akan mencapai akhir masanya. Mulai Januari 2025, generasi Beta resmi hadir sebagai generasi baru yang akan mewarnai dunia. Peralihan ini tidak hanya simbolis, tetapi juga membawa banyak spekulasi mengenai bagaimana ciri-ciri unik generasi Beta akan […]

  • Blade GT 5G Smartphone Tangguh

    Blade GT 5G: Smartphone Tangguh dengan Desain LED Unik

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Jika Anda sedang mencari smartphone 5G yang tahan banting dengan desain unik dan spesifikasi canggih, Blade GT bisa jadi pilihan tepat. Blade GT 5G kini tersedia di Amazon dengan diskon 26%, membuatnya lebih terjangkau untuk banyak orang. Smartphone ini memadukan desain keren dengan teknologi terkini, seperti layar 120Hz dan baterai 5500mAh. Mari kita […]

expand_less