Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Lifestyle » Kenali Tradisi Rumpak-Rumpak, Merayakan Hari Raya Dengan Alat Musik Terbangan

Kenali Tradisi Rumpak-Rumpak, Merayakan Hari Raya Dengan Alat Musik Terbangan

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Ada hal-hal yang membuat suasana Hari Raya semakin istimewa. Bau rendang yang menggoda, kumpul keluarga besar, dan tentu saja, tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun. Di Sumatera Selatan, ada satu tradisi unik yang menambah kemeriahan perayaan Hari Raya, yaitu Rumpak-Rumpak.

Bukan sekadar alunan musik biasa, Rumpak-Rumpak adalah tradisi memainkan alat musik terbangan—sejenis rebana besar—dengan sekelompok pemain untuk mengiringi lantunan shalawat atau syair keagamaan. Suaranya yang khas, ritmenya yang menghentak, dan kebersamaannya yang kuat menjadikan Rumpak-Rumpak lebih dari sekadar pertunjukan, tapi juga simbol kebahagiaan dan keberkahan.

Kenapa tradisi ini begitu spesial? Yuk, kita bahas lebih dalam!

Apa Itu Tradisi Rumpak-Rumpak?

Rumpak-Rumpak adalah kesenian musik tradisional yang dimainkan menggunakan alat musik terbangan, yaitu sejenis rebana besar yang dimainkan secara berkelompok. Biasanya, tradisi ini dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha sebagai bentuk rasa syukur dan perayaan atas datangnya momen suci.

Rumpak-Rumpak bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari dakwah Islam di masyarakat Sumatera Selatan. Melalui irama yang khas, lantunan syair-syair keagamaan menggema dan membawa suasana khidmat yang tetap terasa meriah.

Seperti banyak tradisi di Indonesia, asal-usul Rumpak-Rumpak tidak bisa dipisahkan dari pengaruh budaya Islam yang masuk ke Sumatera Selatan. Dahulu, alat musik terbangan sering dimainkan di masjid atau surau sebagai bagian dari syiar Islam.

Seiring waktu, musik terbangan ini berkembang menjadi bagian dari perayaan hari besar Islam, terutama di desa-desa dan komunitas tradisional. Generasi ke generasi terus melestarikan tradisi ini sebagai simbol kebersamaan dan bentuk ekspresi kebahagiaan saat menyambut Hari Raya.

Meskipun zaman terus berubah dan banyak hiburan modern bermunculan, Rumpak-Rumpak tetap bertahan sebagai salah satu warisan budaya yang masih dimainkan hingga kini.

Baca Juga  Nikmati Sajian Dan Melihat Pameran Lukisan, Vinautism Gallery Art and Resto Homemade Noodle

Bagaimana Rumpak-Rumpak Dilakukan?

Untuk memainkan Rumpak-Rumpak, diperlukan beberapa orang yang membentuk satu grup musik. Masing-masing anggota memainkan alat musik terbangan dengan ritme yang sudah diatur agar menghasilkan suara yang harmonis.

Biasanya, ada pemain utama yang memimpin dengan pukulan yang lebih dominan, sementara pemain lainnya mengikuti dengan pola yang sudah ditentukan. Terkadang, pertunjukan ini juga diselingi dengan vokal yang melantunkan shalawat atau lagu-lagu religi.

Tradisi ini biasanya dilakukan di tempat terbuka, seperti halaman masjid atau lapangan desa, sehingga semua orang bisa ikut menikmati dan merasakan euforianya.

Rumpak-Rumpak dan Kesenian Daerah Sumatera Selatan

Rumpak-Rumpak tidak hanya sekadar musik, tetapi juga bagian dari kesenian daerah Sumatera Selatan yang kaya akan nilai budaya. Dalam beberapa kesempatan, pertunjukan ini sering dipadukan dengan tari tradisional, pembacaan syair keagamaan, hingga pementasan seni Islam lainnya.

Di beberapa daerah, Rumpak-Rumpak juga dijadikan sebagai bagian dari festival budaya untuk memperkenalkan tradisi musik Islam kepada generasi muda. Dengan cara ini, kesenian daerah Sumatera Selatan tetap hidup dan bisa diwariskan ke anak cucu.

Ada banyak alasan mengapa tradisi ini harus terus dijaga. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, Rumpak-Rumpak juga memiliki banyak manfaat sosial dan spiritual bagi masyarakat.

1. Menjaga Identitas Budaya Lokal

Di tengah gempuran budaya modern, tradisi seperti Rumpak-Rumpak menjadi pengingat akan akar budaya yang kaya dan beragam.

2. Menjadi Sarana Dakwah Islam yang Menyenangkan

Dengan musik sebagai medianya, pesan-pesan keislaman bisa lebih mudah diterima oleh berbagai kalangan.

3. Mempererat Kebersamaan dan Gotong Royong

Rumpak-Rumpak dimainkan secara berkelompok, yang artinya tradisi ini juga mengajarkan nilai kerja sama dan kebersamaan.

Tradisi Rumpak-Rumpak dalam Kehidupan Modern

Meskipun sekarang sudah banyak jenis hiburan baru, Rumpak-Rumpak tetap bisa relevan dan menarik bagi generasi muda. Dengan inovasi, seperti memadukan musik tradisional dengan alat musik modern atau menampilkan Rumpak-Rumpak dalam festival budaya, tradisi ini bisa tetap bertahan dan dikenal lebih luas.

Baca Juga  5 Rekomendasi Toner untuk Kulit Kering Terbaik agar Wajah Tetap Lembap dan Glowing!

Beberapa komunitas di Sumatera Selatan juga mulai mengajarkan Rumpak-Rumpak kepada anak-anak muda agar tradisi ini tidak punah. Bahkan, beberapa sekolah memasukkan kesenian ini dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Rumpak-Rumpak bukan hanya sekadar musik yang dimainkan saat Hari Raya, tetapi juga simbol kebahagiaan, kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat Sumatera Selatan. Tradisi ini mengajarkan nilai budaya, mempererat silaturahmi, dan membawa nuansa religi yang lebih hidup dalam perayaan hari besar Islam.

Menjaga Rumpak-Rumpak berarti menjaga warisan leluhur yang kaya akan makna. Semoga generasi muda terus melestarikan tradisi ini, sehingga musik terbangan khas Sumatera Selatan tetap bergema hingga masa depan.

Kalau kamu ke Sumatera Selatan saat Hari Raya, jangan lupa cari pertunjukan Rumpak-Rumpak dan rasakan sendiri serunya tradisi ini!

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantai Payangan Ambulu Jember

    Terseret Ombak, Tim SAR Gabungan Evakuasi Remaja Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Payangan, Ambulu Jember

    • calendar_month Selasa, 25 Jun 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Remaja terseret ombak saat berenang di Pantai Payangan dekat Bukit Seruni, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember ditemukan tim SAR gabungan pada Selasa (25/06) sekitar pukul 07.40 WIB. Andika Pratama (15) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar 400 meter dari lokasi kejadian korban tenggelam. “Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan pada koordinat 08°26’17.462″S […]

  • Deposito Emas Pegadaian

    Deposito Emas Pegadaian Tembus 1 Ton! Ini Strategi Investasi Anti Gagal di Era Volatile

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas kembali menjadi primadona investasi. Masyarakat Indonesia ramai-ramai memburu logam mulia ini, tak hanya dalam bentuk fisik tetapi juga melalui Deposito Emas Pegadaian. Baru-baru ini, PT Pegadaian mengumumkan pencapaian fantastis: transaksi emas mereka hampir menyentuh 1 ton pasca-Lebaran. Ini membuktikan bahwa instrumen investasi satu ini semakin dipercaya sebagai […]

  • pementasan ludruk lintas generasi Surabaya

    Ludruk Lintas Generasi Patahkan Mitos Seni yang Mulai Asing

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Di tengah semakin terjepitnya seniman ludruk untuk bisa mengekspresikan penampilannya secara utuh dalam pentas ludruk yang semakin tergerus oleh zaman. Muncul harapan baru dengan tampilnya ludruk Medang Taruna Budaya ( MTB ) yang menampilkan pementasan ludruk secara utuh ( hampir sesuai pakem ) di taman Budaya Surabaya, kompleks balai pemuda, sabtu, (18/4). Dalam […]

  • Pajak pph 21

    Perubahan Tarif PPh 21 Terbaru, Seberapa Besar Gaji Terpotong?

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Tahun 2024 menjadi tahun penting dalam sistem perpajakan Indonesia dengan diberlakukannya perubahan tarif dan skema perhitungan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21. Hal ini memicu berbagai perguncingan di kalangan masyarakat, menimbulkan pro dan kontra, serta memunculkan beragam pertanyaan dan kekhawatiran. Skema Perubahan Tarif Baru dan Dampaknya Perubahan utama terletak pada skema tarif PPh […]

  • Film Perang Kota 2025

    Perang Kota Drama Kolonial yang Menggugah tentang Cinta, Pengkhianatan, dan Trauma Perang

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Menyambut hari tayangnya pada 30 April 2025, film Perang Kota karya Mouly Surya siap memukau penonton dengan narasi kompleks tentang manusia di tengah gejolak Jakarta pasca-kemerdekaan. Adaptasi dari novel legendaris Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis ini bukan sekadar film perang biasa, melainkan potret psikologis mendalam tentang trauma, kehormatan, dan harga diri […]

  • stadion kanjuruhan malang terbaru

    Stadion Kanjuruhan Malang Kini Siap Gelar Laga Internasional, Standar FIFA dan Tahan Gempa

    • calendar_month Sabtu, 18 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Stadion Kanjuruhan di Kabupaten Malang kini telah memasuki babak baru. Usai proses renovasi besar-besaran sejak September 2023, stadion ikonik ini siap digunakan kembali dengan wajah baru yang lebih modern dan aman. Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pengerjaan renovasi telah rampung sepenuhnya. “Proses serah terima dari pemerintah pusat ke Pemerintah […]

expand_less