Sidoarjo, Ruang.co.id – Gerbong advokat profesional yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC PERADI) Sidoarjo, resmi menabuh genderang perang terhadap ketidakadilan di tingkat akar rumput.
Dalam forum krusial Rapat Anggota Cabang (RAC) yang berlangsung di Raflesia Ballroom sebuah hotel di kawasan raya Jenggolo Sidoarjo, Sabtu (20/12/2025), organisasi di bawah komando Prof. Dr. Otto Hasibuan ini, menegaskan komitmennya untuk turun gunung memberikan pengayoman hukum, bagi masyarakat desa yang tertindas.
Ketua DPC PERADI Sidoarjo, Yunus Susanto, S.H., menegaskan bahwa kehadiran advokat bukan hanya pelengkap administrasi, melainkan ujung tombak perlindungan hak asasi manusia.
Ia menginstruksikan seluruh anggotanya, untuk tidak menutup mata terhadap intimidasi, yang kerap menimpa warga desa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Harapan dan tujuan kami hanya ingin memberikan pengayoman hukum serta dapat membantu, melindungi, dan memberikan keadilan kepada masyarakat Sidoarjo,” tegas Yunus di hadapan ratusan advokat yang hadir secara hibrida.
Langkah progresif ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang mewajibkan setiap penyandang profesi officium nobile (profesi mulia), untuk memberikan bantuan hukum tanpa pandang bulu.
PERADI Sidoarjo melihat celah besar di pedesaan, di mana akses terhadap keadilan sering kali terhambat oleh minimnya pemahaman regulasi dan tekanan struktur kekuasaan.
R. Dwi Prihartono,SH.,MH., perwakilan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PERADI, memberikan apresiasi setinggi langit atas militansi cabang Sidoarjo.
Dari 190 DPC di seluruh Indonesia, Sidoarjo konsisten berada di barisan terdepan dalam hal keaktifan dan inovasi program.
Semangat ini menjadi modal kuat bagi Sidoarjo, yang telah ditunjuk menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Jawa Timur yang melibatkan 33 kabupaten/kota.
“Saya sangat mengapresiasi Pak Yunus yang telah menginisiasi RAC ini. Sidoarjo merupakan salah satu DPC paling aktif dari 190 DPC yang kami monitor di seluruh Indonesia,” ujar Dwi melalui sambungan virtual daring.
Selain fokus pada penguatan internal, PERADI juga menunjukkan sisi kemanusiaannya dengan menggalang dana sosial, yang kini telah menembus angka Rp2,5 miliar, untuk korban bencana alam di Sumatera dan Aceh.
Di sisi lain, tantangan intelektual tidak dikesampingkan; seluruh advokat didorong untuk segera menguasai KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) terbaru, demi profesionalisme yang tak tertandingi.
Ananto Haryo, S.H., M.Hum., Ketua Harian DPC PERADI Sidoarjo, menambahkan bahwa sinergi dengan pemerintah daerah adalah kunci.
“Kolaborasi ini bukan cuma seremonial belaka, melainkan langkah strategis menyibak tabir persoalan hukum di tingkat desa, agar tidak berlarut-larut. Dengan penyelesaian hukum yang adil, kesejahteraan masyarakat desa pun diyakini akan meningkat secara otomatis,” ujarnya usai pembukaan acara PAC.
Yunus Susanto mengonfirmasi bahwa setelah RAC, Sidoarjo akan menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Jawa Timur, 33 DPC akan hadir di Rakorwil. “Besok kami akan menyambut kedatangan 33 DPC dari seluruh Jawa Timur dalam acara Rakorwil,” jelasnya.
PERADI Sidoarjo kini berdiri tegak sebagai benteng terakhir bagi mereka yang mencari kebenaran hakiki. Melalui RAC 2025, organisasi ini mengirimkan pesan tajam: tidak ada ruang bagi kesewenang-wenangan di bumi Sidoarjo selama advokat militan masih bersatu padu.

