Perintahkan ASN Turun Kampung Ujung Tombak Warga Tentukan Bansos Agar Tepat Sasaran
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 56 menit yang lalu
- print Cetak

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) turun langsung ke kampung, guna memvalidasi data penerima bantuan sosial secara objektif. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Surabaya, Ruang.co.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) turun langsung ke kampung, guna memvalidasi data penerima bantuan sosial secara objektif.
Instruksi tegas ini disampaikan dalam apel pagi struktural di Balai Kota, demi memastikan penyaluran dana bantuan sosial benar-benar menyentuh masyarakat membutuhkan.
Kebijakan baru ini mewajibkan pejabat struktural mendatangi permukiman warga, berkolaborasi bersama pengurus rukun tetangga (RT), untuk mengeliminasi potensi salah sasaran di lapangan.
“Muduno rek, ketika saya turun masih ada orang tidak punya belum dapat bantuan,” ujar Wali Kota Eri, menekankan pentingnya empati birokrat kepada warga.
Proses penentuan keluarga penerima manfaat, kini wajib melibatkan forum musyawarah warga, dengan kehadiran minimal tiga perempat warga, serta tokoh masyarakat setempat.
Pemerintah Kota Surabaya juga menerapkan sistem pengampu wilayah, di mana setiap dinas teknis bertanggung jawab penuh mengawasi distribusi bantuan di rukun warga.
Berdasarkan data evaluasi kesejahteraan sosial perkotaan, pelibatan partisipasi warga terbukti mampu memangkas potensi data fiktif hingga delapan puluh persen di tingkat kelurahan.
Kebijakan ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang mengamanatkan efektivitas pelayanan publik, demi kesejahteraan masyarakat luas.
Sanksi administratif berupa pemasangan bendera hitam hingga pencopotan jabatan, disiapkan bagi kepala dinas yang gagal mengawal validasi data bantuan sosial warganya.
- Penulis: Ruang Nurudin

