Breaking News
light_mode
Senin, 14 September 2026
Beranda » Ekbis » TPS Menyemai Ekonomi Hijau Bersama Petani Mangrove Surabaya

TPS Menyemai Ekonomi Hijau Bersama Petani Mangrove Surabaya

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Sebuah narasi transformasi sedang ditulis di pesisir Surabaya, di mana upaya restorasi lingkungan berjalan beriringan dengan penumbuhan penghidupan yang lebih bermartabat. Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Pelindo Terminal Petikemas, melalui program keberlanjutannya “Menanam Harapan Menjaga Keberlanjutan”, telah memilih jalan yang lebih dari sekadar penanaman pohon. Kamis, (08/1/2026). Mereka menggali akar permasalahan sekaligus peluang, dengan menempatkan petani mangrove sebagai pelaku utama dalam setiap langkahnya.

Program ini merupakan bentuk nyata dari kolaborasi yang saling menguatkan. TPS bekerja sama dengan Kelompok Petani Mangrove Kompak Mandiri Lestari untuk membibitkan 10.000 mangrove jenis Rhizophora mucronata. Namun, fokusnya melampaui angka kuantitas. Inti dari inisiatif ini adalah mengubah setiap tahap pembibitan—mulai dari pengumpulan propagul, perawatan harian, hingga pemantauan—menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi para petani.

Bagi masyarakat pesisir seperti Moch. Toha, seorang nelayan sekaligus anggota kelompok tani, program ini menjadi penopang ekonomi yang sangat berarti. Ketidakpastian penghasilan akibat ketergantungan pada cuaca laut kerap menjadi tantangan harian. Keterlibatannya dalam pembibitan mangrove kini memberikan solusi yang nyata. Aktivitas ini menawarkan pendapatan tambahan yang lebih dapat diprediksi, menjadi sandaran saat melaut tak memungkinkan.

“Hasil dari merawat bibit ini membantu biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari. Kami merasa lebih tenang karena ada pekerjaan yang berkelanjutan,” tutur Toha, mengungkapkan dampak langsung yang dirasakan keluarganya. Perasaan tenang dan kepastian itu adalah modal sosial yang tak ternilai, yang tumbuh seiring dengan suburnya bibit-bibit mangrove di persemaian.

Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, program ini berhasil menumbuhkan rasa bangga dan kepemilikan. Ketua Kelompok Kompak Mandiri Lestari, Shodiq Machfudz, menekankan bahwa keterlibatan sebagai mitra telah meningkatkan harga diri para petani. Mereka tidak lagi dilihat sebagai sekadar tenaga kerja, tetapi sebagai penjaga ekosistem dan mitra strategis dalam misi restorasi pesisir yang lebih besar.

Baca Juga  Seperti Apa Mekanisme B50, Biodiesel Sawit yang Siap Digunakan Pertengahan 2026?

Rasa dipercaya ini memupuk komitmen yang lebih dalam. Mangrove yang mereka rawat dengan penuh ketelitian tidak lagi dipandang sebagai sekadar tanaman, melainkan sebagai aset bersama untuk masa depan lingkungan dan keluarga mereka sendiri. Pendampingan teknis dari TPS dalam proses pembibitan yang profesional turut memperkuat kapasitas dan kemandirian kelompok ini.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menjelaskan bahwa filosofi perusahaan dalam program ini adalah mencapai keberlanjutan yang sejati dan menyeluruh. Tolok ukur kesuksesan tidak semata-mata terletak pada jumlah bibit yang dihasilkan, melainkan pada transformasi kehidupan yang terjadi di tingkat masyarakat. Visi ini mengintegrasikan kesehatan ekosistem dengan kesejahteraan manusia secara utuh.

“Keberlanjutan sejati adalah ketika lingkungan pulih dan masyarakatnya sejahtera. Kami ingin petani mangrove merasakan manfaat langsung,” tegas Erika. Pendekatan ini mengakui bahwa restorasi lingkungan hanya akan berkelanjutan jika masyarakat pelaksananya juga merasakan kemakmuran. Dengan demikian, program ini membangun ketahanan ganda: ketahanan ekosistem pesisir dan ketahanan ekonomi keluarga petani.

Bibit-bibit mangrove yang ditargetkan siap tanam pada April 2026 nanti memiliki makna ganda. Selain akan menjadi benteng alami menghadapi abrasi dan penyerap karbon biru, ia juga merupakan simbol dari investasi sosial-ekonomi jangka panjang. TPS membuka peluang bagi petani untuk berada di dalam rantai nilai restorasi pesisir, menempatkan mereka sebagai pelaku ekonomi hijau yang aktif.

Distribusi bibit untuk rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya dan sekitarnya akan terus memperluas dampak positif program. Keterbukaan TPS untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, dengan tetap menempatkan petani sebagai mitra utama, menunjukkan model bisnis berkelanjutan yang inklusif. Pada akhirnya, setiap bibit yang ditanam membawa dua harapan: harapan untuk garis pantai yang lebih hijau dan harapan untuk kehidupan pesisir yang lebih sejahtera dan bermartabat.

Baca Juga  Strategi Marketing Konten untuk UMKM yang Baru Merintis
  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Latihan perdana Timnas Indonesia

    Timnas Indonesia Gelar Latihan Perdana Jelang Laga Sengit Melawan Australia, Wajah Baru Siap Tampil

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Timnas Indonesia resmi memulai persiapan mereka jelang laga penting melawan Australia di putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026. Latihan perdana digelar di Stadion Netstrata Jubilee, Sydney, pada Selasa malam (19/3). Dalam latihan ini, beberapa wajah baru terlihat bergabung dengan skuad Garuda, memberikan sinyal positif bagi tim yang sedang berjuang meraih tiket ke Piala […]

  • Yoga dengan manfaat untuk kesehatan tubuh

    5 Manfaat Yoga Bagi Kesehatan Tubuh dan Mental

    • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Yoga, lebih dari sekadar serangkaian gerakan fisik, sebuah praktik kuno yang menggabungkan postur tubuh, pernapasan, dan meditasi dengan banyak manfaat. Asal-usulnya dapat ditelusuri kembali ke India ribuan tahun lalu. Meskipun sering diasosiasikan dengan peregangan dan fleksibilitas, yoga menawarkan manfaat yang jauh melampaui aspek fisik. Manfaat Yoga untuk Kesehatan Tubuh dan Mental 1. […]

  • Lirik lagu terbaru stray kids walkin on the water

    Lirik dan Makna Lagu The Stray Kids “Walkin’ On Water”

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Lagu “Walkin’ On Water” bukan cuma soal musik yang asik didengerin, tapi juga punya pesan yang dalam banget. Stray Kids lagi ngajak kita buat ngerasain sensasi kayak lagi “jalan di atas air”. Keren kan? Tapi, apa sih sebenarnya maksudnya? Bayangin aja, kita lagi hadapin badai kehidupan yang super kuat. Tapi, Stray Kids […]

  • Penggusuran PKL Sidoarjo

    Emak-Emak PKL Sidoarjo Gagalkan Penggusuran di Bantaran Sungai Pepelegi

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Sudah kesekian kalinya upaya penggusuran bangunan semi permanen Pedagang Kaki Lima (PKL) di bantaran Sungai Pepelegi kec. Waru, sisi barat jalan raya Waru Sidoarjo, kembali gagal di eksekusi oleh petugas gabungan yang dikomandani Satpol PP Kab. Sidoarjo. Senin pagi (14/4), pasukan emak – emak PKL Pepelegi menghadang rencana penggusuran itu dan sempat […]

  • Vonis Syaiful Rachman Tipikor Surabaya

    Vonis 11 Tahun Penjara Syaiful Rachman Tanpa UP Korupsi Anggaran 2017 Dindik Jatim, Jauh Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Poin Utama : Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya menjatuhkan vonis 11 tahun penjara dan denda Rp300 juta kepada Syaiful Rachman atas korupsi pengadaan barang di SMK se-Jatim. Syaiful Rachman, sebagai pengguna anggaran, bersama Hudiyono dan Jimmy Tanaya, memanipulasi HPS tanpa survei pasar. Korupsi ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp157,6 miliar, namun hakim tidak membebankan uang […]

  • Kurban sehat Idul Adha

    Pastikan Aman, DKPP Surabaya Intensif Periksa Hewan Kurban Pedagang, Ini Ciri Kurban Sehat

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Menjelang perayaan Idul Adha 1446 H, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan kualitas hewan kurban yang dijual di berbagai lapak memenuhi standar kesehatan dan syariat. Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari gaya hidup modern yang mengedepankan tanggung jawab sosial, kesadaran kesehatan, dan kepedulian terhadap lingkungan ibadah. Dalam konteks […]

expand_less