Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Hukrim » Kasus Penggelapan Berakhir Damai: Korban Cabut Laporan, PHN Balik Propamkan Penyidik Polrestabes Surabaya

Kasus Penggelapan Berakhir Damai: Korban Cabut Laporan, PHN Balik Propamkan Penyidik Polrestabes Surabaya

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, Ruang.co.id – Kasus dugaan tindak pidana penggelapan yang ditangani oleh Polrestabes Surabaya resmi berakhir melalui jalur perdamaian.

Pelapor, Deny Prasetya, telah mengajukan permohonan pencabutan Laporan Polisi Nomor: TBL/B/1071/IX/2025/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JATIM tertanggal 26 September 2025.

Permohonan ini diajukan kepada Kapolrestabes Surabaya, melalui Kasat Reskrim pada 26 November 2025.

Langkah ini diambil setelah tercapainya kesepakatan antara Deny Prasetya (Pihak Kedua) dengan tiga orang terlapor, yakni Ahmad Fauzi, Ahmad Edy, dan Ismail (Pihak Pertama).

Tim Advokat antara lain Achmad Shodiq,SH.,MH.,M.Kn., Zaenal Abidin,SH., Hari Susanto,SH., dan Ahmad Naufal Pratama,SH., dari Palenggahan Hukum Nusantara (PHN), yang mewakili Ahmad Edy, Ahmad Fauzi, dan Ismail, berjuang untuk sebuah Restorative Justice (RJ) atau Keadilan Restoratif.

RJ, merupakan pendekatan penyelesaian perkara pidana, yang menitikberatkan pada pemulihan kembali hubungan dan kerugian akibat tindak pidana, bukan semata-mata pada penghukuman pelaku.

“Dalam RJ, kejahatan dipandang sebagai pelanggaran terhadap manusia dan hubungan sosial, bukan hanya pelanggaran terhadap negara atau hukum tertulis,” ujar Achmad Shodiq, kuasa hukum para terdakwa.

Secara substansial, RJ merupakan proses di mana pelaku, korban, dan pihak terkait (keluarga, masyarakat, tokoh adat) bersama-sama mencari solusi yang adil untuk memulihkan kerugian korban, mendorong tanggung jawab pelaku, memulihkan harmoni sosial, dan mencegah kejahatan berulang kembali.

Dalam perjanjian pencabutan laporan tersebut, Pihak Pertama mengakui kesalahannya dan menyatakan kesediaan untuk menanggung seluruh kerugian yang dialami pelapor.

Sebagai kompensasi, para terlapor memberikan ganti rugi sebesar Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah) kepada Deny Prasetya.

Selain kesepakatan finansial, kedua belah pihak menandatangani “Surat Pernyataan Bersama” yang menjamin terciptanya situasi kondusif tanpa adanya pemberitaan negatif di media massa maupun media online terkait perkara ini.

Baca Juga  Suprambodo, Residivis Curanmor Berhasil Dibekuk Polsek Wonokromo

Seluruh proses perdamaian dan pencabutan laporan ini dinyatakan dilakukan secara ikhlas, tanpa adanya paksaan, tekanan, maupun intimidasi dari pihak manapun.

Tim Advokat PHN, yang mewakili Ahmad Edy, Ahmad Fauzi, dan Ismail, secara resmi melayangkan pengaduan terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi dan prosedur penyidikan oleh oknum penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya.

“Para klien kami merasa terzolimi oleh pihak Reskrim Polrestabes Surabaya, atas perlakuan kesewenangannya. Padahal perkara ini berujung diselesaikan secara kekeluargaan dan damai,” tandas kecewa Achmad Shodiq.

Laporan ini ditujukan kepada Kapolda Jawa Timur, Dir Reskrimum, Dit Poropam, Irwasda, dan Wasidik Polda Jatim, serta Kapolrestabes Surabaya, menyusul adanya sejumlah kejanggalan dalam penanganan perkara dugaan penggelapan Pasal 372 KUHP.

Pihak kuasa hukum menyoroti proses penetapan tersangka dan penahanan yang dinilai sangat janggal, karena dilakukan secara instan tanpa melalui proses pemanggilan dan pemeriksaan awal terhadap para terlapor.

Bahkan, surat ketetapan tersangka diterbitkan hanya dalam hitungan hari sejak laporan polisi dibuat pada 26 September 2025. Selain itu, penyidik dinilai tertutup dan menghalangi hak tersangka untuk didampingi penasihat hukum saat pemeriksaan BAP.

Meskipun telah terjadi kesepakatan damai antara pelapor (Deny Prasetya) dan para tersangka pada November 2025, upaya penyelesaian melalui Restorative Justice terkesan dipersulit oleh pihak kepolisian.

Kuasa hukum para terdakwa, PHN menegaskan, “Karena kasus ini merupakan delik aduan dan telah ada pencabutan laporan, penyidik seharusnya mengeluarkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan-red) demi hukum”.

Kuasa hukum pengadu mendesak reformasi internal Polrestabes Surabaya, agar Polri bertindak lebih profesional, transparan, dan menjunjung tinggi HAM (hak asasi manusia).

Meski pada ujungnya Polrestabes Surabaya tidak mengindahkan harapan pengadu upaya RJ, hingga perkara ini berlanjut di mejahijaukan ditangan kejaksaan.

Baca Juga  Komitmen Kemenkumham Jatim Penerapan Keadilan Restoratif Sebagai Pidana Alternatif

Demikian halnya Kejaksaan, tertuang di Peraturan Kejaksaan (Perja) Nomor 15 Tahun 2020 : dasar hukum penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif. Syarat utamanya adalah adanya proses perdamaian di mana tersangka meminta maaf dan korban memaafkan.

Bahkan Jaksa Agung ST Burhanuddin pernah menyatakan, apabila jaksa menyalahgunakan RJ, Burhanuddin akan menindak tegas jaksanya. Bila perlu Ia pecat.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Zodiak yang asik untuk menjadi teman

    5 Zodiak yang Paling Asik dan Seru untuk Menjadi Teman

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Siapa sih yang enggak mau punya teman yang seru dan asik diajak ngobrol? Dalam astrologi, beberapa zodiak memang dikenal memiliki sifat yang menyenangkan dan mudah diajak bergaul. Mereka selalu punya cara untuk membuat suasana menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Penasaran siapa saja mereka? Yuk, simak ulasan zodiak yang sangat seru dan asik […]

  • Lakukan Tindakan Kecil Ini Membuat Pasangan Bahagia

    Lakukan Tindakan Kecil Ini Membuat Pasangan Bahagia

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Hubungan yang sehat dan bahagia bukanlah sekadar tentang momen-momen besar seperti ulang tahun atau hari jadi. Justru, hal-hal kecil yang dalam kehidupan sehari-hari seringkali memiliki dampak yang lebih besar dalam mempererat ikatan dengan pasangan. Simak tindakan kecil yang bisa membuat pasangan bahagia merasa lebih dicintai dan dihargai. Ucapkan Kata-Kata Positif Kata-kata memiliki […]

  • penderita ginjal dilarang makan buah

    Penderita Ginjal Dilarang Makan Buah dan Minum Obat Jangka Panjang? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui!

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Penyakit ginjal sering disebut sebagai “silent killer” karena gejalanya yang kerap tidak terasa hingga kondisi sudah parah. Di Indonesia, penyakit ini menjadi masalah serius dengan prevalensi yang terus meningkat. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI, sekitar 739.208 orang menderita penyakit ginjal kronis. Bahkan, penyakit ini menempati urutan kesebelas sebagai penyebab […]

  • AHY renovasi stadion Sidoarjo standar FIFA

    Stadion Jawa Timur Naik Level! AHY: Standar FIFA, Nih Bos!

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Jawa Timur sedang naik kelas di dunia persepakbolaan! Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memastikan bahwa sederet stadion di wilayah Jawa Timur sedang dirombak habis-habisan demi memenuhi standar FIFA. Pernyataan ini dilontarkan AHY saat menginspeksi langsung Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Senin (13/1/2025). AHY mengaku kagum dengan hasil […]

  • sidang tatib muktamar NU ke-35

    Sidang Tatib Muktamar NU ke-35 Digelar Tertutup, Peserta Soroti Dugaan Pengkondisian AHWA

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Jombang, Ruang.co.id – Sidang Tata Tertib Komisi Organisasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jumat (28/8/2026), berlangsung tertutup. Sejumlah pengurus NU daerah mempertanyakan minimnya keterbukaan dalam sidang yang menentukan mekanisme penting organisasi tersebut. Pantauan di lokasi, sidang Tatib tidak dilengkapi monitor streaming maupun pengeras suara untuk warga Nahdliyin di luar […]

  • Jatuh di TP 4

    Detik-Detik Mencekam di Tunjungan Plaza 4: Belum Diketahui, Seorang Pengunjung Tewas Terjatuh dari Lantai 4,

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Jumat ini (27/6/2025) cukup mencekam menyelimuti salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya, Tunjungan Plaza 4. Seorang pengunjung pria paruh baya dilaporkan tewas setelah terjatuh dari lantai 4 gedung itu. Peristiwa itu menyebabkan kepanikan dan duka mendalam terutama bagi pengunjung saat di lokasi kejadian. Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, beberapa […]

expand_less