Breaking News
light_mode
Selasa, 28 Juli 2026

197 Mahasiswa PPG Unusa Ikuti Pembekalan Pembina Pramuka, Tri Dharma dan Dasa Dharma Harus Bertemu dalam Diri Guru

  • account_circle Mascim
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) membekali 197 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan kompetensi pembina pramuka melalui Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML). Langkah ini ditempuh untuk memastikan calon guru tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Kampus C Unusa, Senin (27/7). Dari total peserta, sebanyak 163 mahasiswa mengikuti KMD, sementara 34 lainnya mengikuti KML. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Arum Sabil, bersama Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono.

Dalam arahannya, Arum Sabil menegaskan bahwa penggabungan nilai perguruan tinggi dan kepramukaan adalah formula ideal untuk mencetak pendidik sejati. Ia menyebut Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Dasa Dharma Pramuka adalah dua sisi yang tak terpisahkan. “Tri Dharma memberikan kerangka pengabdian seorang intelektual, sedangkan Dasa Dharma menjadi kompas moralnya. Ketika keduanya bertemu dalam diri seorang guru, lahirlah pendidik yang cerdas secara akademik, kuat secara karakter, sekaligus nyata dalam pengabdiannya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, menaruh harapan besar pada peserta. Ia menitipkan nama baik institusi di pundak para calon guru tersebut. “Di pundak kalian lah saya titipkan nama besar Unusa. Kegiatan ini menjadi bekal penting dalam membangun karakter diri sendiri dan juga anak didik kalian kelak,” katanya.

Arum Sabil menekankan bahwa pembekalan ini bukan sekadar formalitas untuk memperoleh sertifikat. Menurutnya, guru masa kini harus mampu menjadi teladan di tengah arus informasi digital yang sangat cepat. “Jangan melihat pembekalan ini hanya sebagai jalan memperoleh sertifikat. KMD dan KML merupakan investasi kompetensi bagi seorang pendidik abad ke-21,” tegasnya.

Sebagai bentuk aksi nyata, peserta juga didorong untuk menciptakan Gerakan Pramuka Produktif. Salah satu fokusnya adalah penguatan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan sekolah atau kampus. Arum Sabil mencontohkan, gugus depan bisa menjadi pusat pembelajaran budidaya tanaman pangan, perikanan, hingga kewirausahaan berbasis potensi lokal. Ia juga mengajak peserta bersiap untuk Perkemahan Wirakarya 2026 melalui program pengabdian masyarakat langsung, seperti renovasi rumah tidak layak huni dan penghijauan.

Melalui pembekalan ini, Unusa menegaskan komitmennya mencetak guru profesional yang tidak hanya unggul dalam pedagogi, tetapi juga pengabdian. “Ketika seorang pramuka membantu memperbaiki rumah warga atau membangun kebun pangan bersama masyarakat, di situlah Tri Dharma Perguruan Tinggi bertemu dengan Dasa Dharma Pramuka dalam tindakan nyata,” pungkas Arum Sabil.

  • Penulis: Mascim
expand_less