Sidoarjo, Ruang.co.id – Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana, mendesak percepatan perbaikan jalan rusak dan penanganan banjir, saat menerima kunjungan kerja Komisi V DPR RI di Terminal Purabaya, Sidoarjo, Senin, 23 Februari 2026.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Adhy Karyono, serta jajaran Kementerian Perhubungan, untuk menyinkronkan program transportasi nasional.
Fokus utama pembahasan adalah kesiapan infrastruktur, menjelang mudik Lebaran serta pengembangan transportasi massal berbasis rel di kawasan Surabaya Raya.
“Hampir setiap hari kami menerima telepon dari masyarakat terkait jalan berlubang dan banjir. Kami berharap ada dukungan penuh atas keluhan warga kami demi kemudahan akses transportasi,” tegas Mimik Idayana, dalam rapat koordinasi di Kantor Otoritas Bandara Wilayah III Juanda.
Ia menambahkan, bahwa kolaborasi pusat dan daerah sangat krusial. Sinergi ini bertujuan memastikan program prioritas di Sidoarjo memberikan manfaat nyata. Persoalan interconnectivity (keterhubungan antarwilayah) menjadi poin penting, agar mobilitas ekonomi warga tidak terhambat oleh kendala fisik jalan.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, merespons positif aspirasi tersebut. Ia menekankan bahwa keselamatan jalan adalah tanggung jawab hukum penyelenggara jalan sesuai regulasi yang berlaku.
“Kami berharap kelas jalan kabupaten, provinsi, dan nasional tidak ada yang berlubang lagi. Jika terjadi kecelakaan akibat jalan rusak, ada tanggung jawab hukum bagi bupati, gubernur, atau pemerintah pusat,” ujar Ridwan Bae.
Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, pemerintah wajib segera memperbaiki jalan rusak yang dapat menyebabkan kecelakaan. Komisi V berkomitmen mengawal anggaran pembangunan sektor perhubungan dan pekerjaan umum di Jawa Timur agar tepat sasaran.
Sementara itu, Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono, memaparkan rencana besar transportasi massal untuk mengurai kemacetan. Salah satu solusinya adalah proyek Kereta Rel Listrik (KRL) rute Surabaya–Sidoarjo.
“Salah satu rencana strategis adalah proyek KRL Surabaya–Sidoarjo yang ditargetkan beroperasi pada 2027. Pengembangan moda transportasi berbasis rel ini penting guna mengurai kemacetan dan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan,” jelas Adhy Karyono.
Langkah ini, dipandang visioner dalam menghadapi lonjakan penduduk di kawasan penyangga Surabaya. Dengan dukungan data kemantapan jalan nasional di Jatim yang mencapai 98 persen, fokus kini beralih pada peningkatan kualitas jalan provinsi dan kabupaten yang masih berada di angka 86 persen.

