Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Ekbis » Efisiensi Anggaran Pemerintah Terancam Rontokkan Industri Perhotelan,

Efisiensi Anggaran Pemerintah Terancam Rontokkan Industri Perhotelan,

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Industri perhotelan Indonesia sedang menghadapi tantangan besar akibat kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, memperingatkan bahwa kebijakan ini berpotensi menghilangkan pendapatan sebesar Rp24,5 triliun dari sektor perhotelan. Dampaknya sudah mulai dirasakan di hotel-hotel berbintang, terutama hotel bintang 3, bintang 4, dan bintang 5, yang selama ini sangat mengandalkan sektor pemerintah sebagai salah satu pasar utama mereka.
“Jika kebijakan ini berlanjut, kami mengestimasi bahwa pendapatan sektor perhotelan akan hilang sekitar Rp24,5 triliun untuk seluruhnya, dari hotel-hotel bintang 3, 4, dan 5,” ujar Hariyadi dalam konferensi pers Musyawarah Nasional (Munas) XVIII PHRI 2025.

Dampak Pemangkasan Anggaran Terhadap Industri Perhotelan

Efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah berdampak langsung pada sektor perhotelan. Sebagai contoh, sektor MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions), yang merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi banyak hotel berbintang, mengalami penurunan yang tajam. Selama ini, sektor pemerintah menjadi salah satu penyewa utama ruang pertemuan dan penyelenggara acara di hotel-hotel tersebut.

Hariyadi menambahkan, kurangnya pemesanan dari kalangan pemerintah untuk acara seperti konferensi atau pertemuan sudah sangat terasa. Sehingga, pendapatan yang biasanya berasal dari acara-acara ini mengalami penurunan yang signifikan.

Selain di tingkat nasional, penurunan okupansi hotel juga terlihat di beberapa daerah. Di Kabupaten Cirebon, misalnya, Hotel Aston dan Hotel Patra, dua hotel besar di daerah tersebut, mengalami penurunan signifikan dalam tingkat hunian mereka. Hotel Aston mencatatkan penurunan okupansi sebesar 33,04% sepanjang 2024, sementara Hotel Patra mengalami penurunan 6,12%.

Penurunan okupansi ini juga dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah daerah yang melarang penyelenggaraan acara seremonial di hotel-hotel tersebut. Sektor MICE yang merupakan salah satu tulang punggung pendapatan hotel berbintang sangat terhambat dengan kebijakan tersebut.

Baca Juga  TPS Surabaya Kantongi Penghargaan Wajib Pajak Teladan 2025

Daya Beli Masyarakat dan Persaingan dengan Penginapan Non-Hotel

Di samping kebijakan efisiensi anggaran, daya beli masyarakat yang masih lemah juga turut memperburuk kondisi industri perhotelan. Banyak wisatawan kini beralih memilih penginapan non-hotel seperti guest house dan apartemen sewa, yang menawarkan harga lebih terjangkau.

Ketua PHRI Kabupaten Cirebon, Ida Khartika, mengungkapkan bahwa daya beli masyarakat yang tertekan ditambah persaingan dengan penginapan non-hotel semakin memperburuk kondisi industri perhotelan.

Pemangkasan Anggaran dan Potensi PHK Massal

Tidak hanya sektor pendapatan, kebijakan efisiensi anggaran ini juga berisiko menyebabkan PHK massal di industri perhotelan. Rizki Handayani Mustafa, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, mengungkapkan bahwa pemangkasan anggaran di sejumlah kementerian dan lembaga negara, termasuk di Kemenpar, akan berdampak pada sektor perhotelan.

“Pemangkasan anggaran ini sangat berisiko bagi industri pariwisata dan perhotelan. Kami berharap seluruh asosiasi dan pihak terkait dapat memberikan dukungan agar industri pariwisata tetap berkembang,” ujar Rizki.

Tantangan Berat untuk Sektor Perhotelan Indonesia

Dengan adanya kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, sektor perhotelan Indonesia menghadapi tantangan berat. Hotel bintang 3 hingga bintang 5 yang selama ini mengandalkan sektor pemerintah sebagai klien utama diperkirakan akan kehilangan pendapatan yang sangat besar. Ditambah lagi, dengan adanya persaingan ketat dari penginapan non-hotel dan daya beli masyarakat yang melemah, industri perhotelan membutuhkan strategi yang tepat untuk bertahan dan bangkit dari krisis ini.

Untuk itu, diperlukan upaya bersama dari pemerintah dan industri perhotelan untuk mencari solusi agar sektor ini tetap dapat berkembang di tengah tantangan yang ada.

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPPK Paruh Waktu

    Gagal PPPK Tahap II? Jangan Menyerah! Ini Jalur Rahasia PPPK Paruh Waktu

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pengumuman hasil seleksi PPPK Tahap II 2024 yang sempat tertunda akhirnya resmi dipublikasikan mulai 16 Juni 2025. Bagi yang belum berhasil, jangan buru-buru patah arang. Pemerintah ternyata menyiapkan skema khusus bernama optimalisasi formasi yang memungkinkan tenaga honorer dan pelamar tertentu diangkat sebagai PPPK paruh waktu. Kabar baik ini menjadi angin segar bagi ribuan […]

  • Niat Puasa Ramadan Lengkap dengan Terjemahan

    Niat Puasa Ramadan Lengkap Beserta Terjemahan, Waktu Membacanya, dan Keutamaannya

    • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Saat Ramadan tiba, suasana menjadi lebih istimewa. Mulai dari kebiasaan bangun sahur, ngabuburit menunggu azan maghrib, hingga berbuka bersama keluarga dan teman. Namun, sebelum memulai puasa, ada satu hal yang tidak boleh terlewat: membaca niat puasa Ramadan. Banyak orang mengira bahwa niat puasa hanya sebatas ucapan formalitas. Padahal, niat adalah syarat sah dalam […]

  • Suku Badui di Banten

    Lebih Dekat dengan Kearifan Lokal Suku Badui di Banten

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id -Suku Badui adalah salah satu suku asli di Indonesia yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi leluhur mereka di tengah arus modernisasi. Terletak di pedalaman Banten, Suku Badui dikenal sebagai masyarakat yang hidup sederhana, jauh dari pengaruh teknologi, dan sangat menjaga kearifan lokal serta kelestarian alam. Suku Badui diyakini sebagai keturunan masyarakat Sunda asli […]

  • Lomba Bertutur Disperpusip Jatim

    Lomba Bertutur Disperpusip Jatim, Bentuk Karakter Kepribadian

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jatim menggelar lomba bertutur tingkat provinsi Jawa Timur. Acara yang diikuti sebanyak 25 siswa setingkat Sekolah Dasar (SD)/Madrasyah Ibtidaiyah (MI) se Jatim itu digelar di Ruang Graha Pustaka, Kantor Disperpusip Jatim, Jl. Menur Pumpungan 32 Surabaya, Rabu (3/7/2024). Kepala Disperpusip Jatim, Ir. Tiat S. Suwardi, MSi melalui […]

  • KPPU Dorong Optimalisasi Jaringan Gas Kota

    3 Sektor Prioritas KPPU Tekan Anggaran Subsidi LPG 3 Kg

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) pada periode kelima menetapkan tiga sektor prioritas pengawasan, yaitu sektor energi (minyak dan gas), pasar digital, dan ketahanan pangan. Di sektor energi, KPPU merekomendasikan pemerintah untuk mengalihkan subsidi LPG 3 kg ke pembangunan jaringan gas (jargas) kota dan secara bertahap mengurangi subsidi di wilayah yang sudah memiliki […]

  • Jalan Lingkar Timur

    Wabup Mimik Idayana Lobi Pemerintah Pusat, Dana Rp84 M Mengalir ke Jalan Lingkar Timur Sidoarjo

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Keluhan warga soal Jalan Lingkar Timur Sidoarjo yang rusak parah, berbuah nyata setelah pemerintah pusat mengucurkan dana Rp84 miliar untuk lanjutan betonisasi. Ini hasil lobi langsung Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Senin (22/12/2025). Wabup Mimik Idayana turun langsung ke lokasi Jalan Lingkar Timur di Desa Prasung, Kecamatan Buduran, untuk memastikan respons cepat […]

expand_less