Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Terkini » Band Sukatani dan Kontroversi Lagu Bayar Bayar Bayar Polisi Antara Ekspresi Seni dan Tekanan Institusi

Band Sukatani dan Kontroversi Lagu Bayar Bayar Bayar Polisi Antara Ekspresi Seni dan Tekanan Institusi

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Band Sukatani tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah lagu mereka berjudul Bayar Bayar Bayar Polisi, menuai kontroversi. Lagu yang diciptakan pada tahun 2023 ini viral setelah band tersebut meminta maaf secara terbuka kepada Polri. Permintaan maaf ini justru memicu reaksi beragam dari netizen, membuat lagu yang sebelumnya kurang dikenal menjadi booming di media sosial.

Band Sukatani terdiri dari dua anggota: Muhammad Syifa Al Lutfi (Elektroguys) sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyati (Twister Angel) sebagai vokalis. Mereka dikenal dengan gaya musik punk yang khas dan lirik-lirik yang menyentuh isu sosial. Namun, lagu “Bayar Bayar Bayar Polisi” rupanya dianggap terlalu keras oleh beberapa pihak, terutama karena menyoroti perilaku oknum polisi yang dianggap melanggar aturan.

Kontroversi dan Permintaan Maaf Band Sukatani

Dalam unggahan Instagram pada Jumat, 21 Februari 2025, Band Sukatani menyatakan bahwa lagu tersebut ditujukan untuk mengkritik oknum polisi yang tidak profesional. Namun, mereka akhirnya menarik lagu tersebut dari semua platform digital dan meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Lagu ini saya ciptakan untuk mengkritik oknum polisi yang melanggar aturan. Namun, melalui pernyataan ini, saya menarik dan mencabut lagu tersebut,” ungkap Syifa di akun Instagram resmi mereka.

Aksi pencabutan lagu ini menuai kritik dari berbagai kalangan. Banyak yang menilai bahwa permintaan maaf tersebut dilakukan karena adanya tekanan dari pihak tertentu. Hal ini semakin memicu kemarahan netizen, yang merasa bahwa kebebasan berekspresi sedang dibungkam.

Reaksi Publik dan Tanggapan dari Aktivis HAM

Direktur Eksekutif Imparsial, Usman Hamid, turut angkat bicara mengenai kontroversi ini. Menurutnya, penarikan lagu “Bayar Bayar Bayar Polisi” merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi. Ia mengingatkan bahwa karya seni adalah hak asasi manusia yang dilindungi secara konstitusional.

Baca Juga  Cara Memilih Hewan Qurban yang Sehat dan Sesuai Syariat, Jangan Sampai Salah Pilih!

“Karya seni adalah bagian dari ekspresi yang sah. Penghapusan lagu ini mirip dengan kasus lukisan Yos Soeprapto yang ditarik paksa dari pameran,” ujar Usman.

Usman juga mendesak Kapolri untuk mengambil tindakan korektif dan memastikan bahwa tidak ada tekanan terhadap Band Sukatani. Ia menegaskan bahwa kritik terhadap institusi seperti Polri seharusnya diterima sebagai bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai ancaman.

Apa Isi Lagu “Bayar Bayar Bayar Polisi”?

Lagu Bayar Bayar Bayar Polisi, merupakan bagian dari album “Gelap Gempita” yang dirilis oleh Band Sukatani. Lagu ini bercerita tentang praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum polisi. Liriknya yang blak-blakan dan nada musik yang keras membuat lagu ini dianggap sebagai kritik sosial yang tajam.

Namun, setelah kontroversi merebak, lagu ini ditarik dari platform musik digital seperti Spotify. Band Sukatani juga meminta agar semua video yang menggunakan lagu tersebut sebagai latar dihapus.

Dampak Kontroversi terhadap Kebebasan Berekspresi

Kontroversi ini memunculkan pertanyaan besar tentang kebebasan berekspresi di Indonesia. Banyak yang khawatir bahwa insiden ini adalah awal dari upaya pembungkaman terhadap kritik dan karya seni. Apalagi, ini bukan pertama kalinya karya seni ditarik karena dianggap “mengganggu”.

Usman Hamid menyarankan agar Kapolri mengundang Band Sukatani ke Mabes Polri untuk bernyanyi langsung di hadapan Kapolri. Menurutnya, ini bisa menjadi langkah rekonsiliasi dan menunjukkan bahwa Polri terbuka terhadap kritik.

Kontroversi lagu Bayar Bayar Bayar Polisi, oleh Band Sukatani menyoroti dilema antara kebebasan berekspresi dan tekanan institusi. Meskipun lagu ini telah ditarik, dampaknya terhadap diskusi tentang kebebasan seni dan kritik sosial masih terus bergulir. Semoga insiden ini menjadi bahan refleksi bagi semua pihak untuk lebih menghargai hak berekspresi dan menerima kritik sebagai bagian dari proses perbaikan.

Baca Juga  15.350 Driver Ojol Surabaya Dapat BPJS Gratis, Cak Eri: Manusia Lebih Penting dari Beton 
  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar Taufik Hidayat

    Kabar Legenda Bulu Tangkis Indonesia dengan Julukan “King of Backhand Smash”

    • calendar_month Jumat, 9 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Taufik Hidayat, sosok legenda olahraga tanah air yang begitu lekat dengan olahraga bulu tangkis. Pengaruh Taufik Hidayat bagi bulu tangkis Indonesia tidak dapat dipungkiri. Taufik Hidayat memang sangat terkenal dengan backhand-nya yang mematikan. Banyak penggemar bulu tangkis yang menganggap backhand-nya sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Pukulan backhand Taufik Hidayat sangat […]

  • Kader PDIP Surabaya Ancam Bakar Diri

    Demi Ibu Mega, Kader Ini Rela Bakar Diri! Apa yang Salah di PDIP Surabaya?

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Suasana di Kantor DPC PDIP Surabaya berubah menjadi teater politik paling mencekam dalam beberapa tahun terakhir. Achmad Hidayat, seorang kader muda yang selama ini dikenal sebagai penyuara idealisme partai, tiba-tiba mengancam melakukan aksi bakar diri di depan pintu gerbang kantor partai. Dengan jeriken diduga berisi cairan mudah terbakar di tangan kanannya dan suara […]

  • Mahasiswa Unusa Raih Juara 3

    Bantul Championship 2024, Mahasiswa Unusa Raih Juara 3

    • calendar_month Sabtu, 18 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kejuaraan Bantul Championship di Yogjakarta, berlangsung mulai tanggal 7 hingga 11 Mei 2024, Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Nanda Alifia, yang tercatat dalam angkatan 2022, telah menunjukkan pencapaian gemilang yang patut diapresiasi. Ia berhasil menembus perhelatan olahraga bergengsi Bantul […]

  • Makanan Lemak Jahat

    5 Makanan Tinggi Lemak Jahat yang Perlu Kamu Waspadai

    • calendar_month Senin, 27 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kita sering banget nggak sadar kalau makanan yang kita makan sehari-hari mengandung lemak jahat. Lemak jahat, alias lemak trans dan lemak jenuh, nggak cuma bikin berat badan naik, tapi juga memengaruhi kesehatan jangka panjang, lho. Mulai dari risiko kolesterol tinggi sampai penyakit jantung, semuanya bisa diawali dari pola makan yang nggak sehat. Nah, […]

  • Bendera Terbalik di Surabaya

    DPRD Surabaya Desak Seleksi Ketat Paskibra Usai Insiden Bendera Terbalik

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Detik-detik menegangkan terjadi saat upacara HUT ke-80 RI di Balai Kota Surabaya ketika bendera merah putih sempat terbalik saat dikibarkan. Meski hanya berlangsung sesaat dan segera dikoreksi oleh anggota Paskibra yang bertugas, insiden ini menyisakan pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapan mental dalam pelaksanaan tugas kenegaraan. Minggu, (17/8/2025). Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona […]

  • Atap GOR Bocor, Final Futsal Putra Jatim Vs Kaltim Dihentikan

    Atap GOR Bocor, Final Futsal Jatim Vs Kaltim Dihentikan

    • calendar_month Minggu, 8 Sep 2024
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Deli Serdang, Ruang.co.id – Puncak Final Cabang Olahraga Futsal putra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 mempertemukan Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan Timur (Kaltim) berakhir dengan hasil imbang 1-1 dan dihentikan. Laga sengit ini berlangsung di GOR Dispora Sumut, Deli Serdang, pada Minggu (8/9/2024). Tim Jatim membuka keunggulan lebih dulu melalui tendangan cepat dari […]

expand_less