Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Terkini » Persahabatan Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono dengan Julukan Hiking Queens yang Tertinggal di Puncak Carstensz

Persahabatan Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono dengan Julukan Hiking Queens yang Tertinggal di Puncak Carstensz

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Senin, 3 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Bagi para pendaki, Carstensz Pyramid bukan sekadar puncak tertinggi di Indonesia, tetapi juga tantangan besar yang tak bisa dianggap remeh.

Di tengah ganasnya alam, ada dua nama yang kini dikenang dalam sejarah pendakian Indonesia: Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono. Mereka bukan sekadar sahabat, tetapi juga pendaki tangguh yang memiliki mimpi besar. Namun, kisah pendakian mereka di Puncak Carstensz berakhir dengan cara yang tak pernah terbayangkan.

Apa yang sebenarnya terjadi di puncak tertinggi Indonesia ini? Bagaimana kisah persahabatan mereka yang kini hanya bisa dikenang?

Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono, Persahabatan Sejak SMP

Persahabatan Lilie dan elsa

Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono di Puncak Gunung Slamet (Foto Dok. Instagram @mamakpendaki)

Lilie Wijayanti Poegiono, peancang busana dan pemilik bisnis La Belle Femme, dan Elsa Laksono, seorang dokter gigi, adalah dua sahabat yang berbagi kecintaan terhadap dunia pendakian sejak masa remaja. Keduanya pertama kali bertemu saat duduk di bangku SMP dan dengan cepat menjalin persahabatan yang erat, terutama karena hobi mereka yang sama: menjelajahi alam dan menaklukkan gunung-gunung tinggi.

Mereka pertama kali mendaki gunung Bromo bersama saat usia 18 tahun. Namun, seiring berjalannya waktu, kehidupan membawa mereka ke jalan masing-masing, hingga akhirnya komunikasi mereka terputus selama puluhan tahun. Baru pada usia 50 tahun, takdir mempertemukan mereka kembali.

Lilie dengan julukan “Mamak Pendaki” dan Elsa “Mamak Gigi” terhubung kembali melalui sosial media. Berawal dari Elsa yang ingin hadiah dari Lilie yaitu hiking Gunung Semeru, mereka pun kembali mendaki bersama, menghidupkan kembali mimpi yang pernah mereka rajut di masa muda.

Mereka mendaki berbagai puncak di Indonesia, dari Gunung Semeru hingga Rinjani, sebelum akhirnya menjadikan Puncak Carstensz Pyramid sebagai tantangan terakhir mereka. Dengan semangat yang sama seperti di masa remaja, keduanya berangkat menuju puncak tertinggi di Indonesia ini.

Baca Juga  Rapat Dengar Pendapat: Reklamasi Kenjeran Ditolak Nelayan Surabaya

Mimpi Dua Sahabat yang Terjalin di Ketinggian

Setelah bertemu kembali, Lilie dan Elsa bertekad untuk menaklukkan gunung-gunung yang dulu mereka impikan. Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono bukan pendaki pemula. Mereka telah menaklukkan berbagai gunung di Indonesia, mulai dari Semeru, Rinjani, hingga Kerinci. Pendakian bukan sekadar hobi bagi mereka, tetapi juga bagian dari perjalanan hidup.

Puncak Carstensz Pyramid menjadi target berikutnya. Dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut, gunung ini dikenal sebagai salah satu yang paling sulit didaki. Trek berbatu, cuaca ekstrem, dan medan yang tak bersahabat membuatnya menjadi tantangan yang hanya bisa ditaklukkan oleh pendaki berpengalaman.

Namun, bagi Lilie dan Elsa, semua itu bukan halangan. Mereka mempersiapkan diri dengan matang, baik dari segi fisik, mental, maupun perlengkapan. Misi mereka jelas: menjejakkan kaki di puncak dan mengibarkan bendera persahabatan.

Lilie dan Elsa

Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono menikmati saat mendaki gunung (Foto Dok. Instagram @mamakpendaki)

Pendakian yang Berubah Menjadi Petaka

Saat Lilie Wijayanti Poegiono dan Elsa Laksono mulai menuruni Puncak Carstensz Pyramid pada 1 Maret 2025, langit yang semula cukup bersahabat berubah menjadi ancaman besar. Kabut tebal menyelimuti jalur berbatu, diikuti oleh hujan deras bercampur salju dan angin kencang yang membuat suhu turun drastis hingga di bawah nol derajat Celsius.

Pendakian yang sebelumnya hanya penuh tantangan fisik kini berubah menjadi perjuangan untuk bertahan hidup. Jarak pandang semakin terbatas, setiap langkah menjadi lebih berat, dan tubuh mereka mulai kehilangan suhu dengan cepat. Saat tim pendaki lainnya berusaha bergerak lebih cepat untuk menghindari cuaca yang semakin ekstrem, Liliee dan Elsa mulai tertinggal di belakang.

Ketika mereka mencapai Teras 2, titik kritis dalam jalur turun, hipotermia mulai menyerang keduanya dengan hebat. Tubuh mereka menggigil tanpa kendali, bibir membiru, dan respons mereka semakin melambat.

Baca Juga  Tak Hanya Pura Duo Kakak Adik Made Satria dan Ketut Leo Bantu Keluarga Miskin dan Carikan Pekerjaan Layak

Pemandu yang berada di dekat mereka mencoba memberikan pertolongan darurat, tetapi kondisi lingkungan yang ekstrem membuat situasi semakin sulit. Angin kencang dan hujan es terus menghantam mereka, menghilangkan sisa kehangatan yang ada di tubuh Lilie dan Elsa. Dengan kesadaran yang perlahan memudar, keduanya berjuang untuk tetap bertahan, tetapi tubuh mereka semakin kehilangan tenaga.

Pada sekitar pukul 02.07 WIT, di tengah terpaan badai yang menggila, Lilie dan Elsa akhirnya tak lagi mampu melawan dingin yang membekukan tubuh mereka. Hipotermia yang sudah memasuki tahap kritis membuat mereka kehilangan kesadaran, hingga akhirnya napas mereka terhenti di tempat yang menjadi bagian dari impian mereka.

Beberapa pendaki yang selamat mencoba kembali untuk menolong, tetapi saat mereka tiba, Lilie dan Elsa telah menghembuskan napas terakhir mereka. Dua sahabat yang sempat terpisah selama puluhan tahun itu kini beristirahat dalam kebersamaan selamanya, meninggalkan kisah persahabatan dan perjuangan yang akan selalu dikenang di dunia pendakian Indonesia.

Persahabatan Lilie dan Elsa Terbang Bersama dari Timika

Proses evakuasi jenazah Lilie dan Elsa dari Puncak Carstensz Pyramid menjadi tantangan besar bagi tim penyelamat akibat medan yang sulit dan cuaca yang masih belum stabil. Begitu kabar duka dikonfirmasi, tim SAR bersama pemandu lokal dan rekan-rekan pendaki yang selamat segera berkoordinasi. Mereka bertujuan untuk mengevakuasi jenazah mereka dari Teras 2, lokasi di mana keduanya gugur akibat hipotermia.

Karena medan berbatu dan ketinggian ekstrem, evakuasi dilakukan secara bertahap. Evakuai ini dengan teknik pengangkutan jenazah menggunakan tali dan tandu darurat, yang membutuhkan waktu lebih lama dari perkiraan.

Setelah melewati perjalanan penuh perjuangan, jenazah Lilie dan Elsa akhirnya berhasil diturunkan ke Base Camp Yellow Valley. Kemudian diterbangkan dengan helikopter ke Timika untuk menjalani proses identifikasi dan pemulangan ke keluarga masing-masing.

Baca Juga  Gema Duka di Surabaya Umat Katolik Mendoakan Sang Paus Pembawa Damai

Kedua sahabat yang sempat terpisah selama puluhan tahun itu kini dipersatukan kembali dalam perjalanan terakhir mereka menuju tempat peristirahatan yang abadi.

Dan bagi kita yang masih ada di sini, kisah mereka akan selalu menjadi pengingat tentang keberanian, persahabatan, dan arti sejati dari perjalanan hidup.

 

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Model warga negara Rusia ditangkap langgar keimigrasian

    Langgar Aturan Imigrasi Model WN Rusia Ditangkap di Surabaya

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Seorang warga negara (WN) Rusia berinisial DM yang berprofesi sebagai model di Surabaya terancam hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp25 juta. Hal ini dipastikan setelah DM ditangkap oleh pihak Imigrasi karena melanggar Undang-Undang Keimigrasian. “DM kami sangkakan Pasal 116 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham […]

  • Paripurna DPRD Sidoarjo

    Doa Tahlil Santri Al Khoziny Iringi Paripurna DPRD Sidoarjo dan Siapkan Raperda Pesantren

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Lantunan doa dan tahlil menggema di ruang sidang paripurna DPRD Kabupaten Sidoarjo, Rabu sore (8/10/2025). Di tengah pembahasan Raperda Fasilitasi Pesantren, suasana hening berubah haru, sebelum dimulai paripurna saat pimpinan sidang paripurna yang juga Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, mengajak seluruh peserta paripurna mendoakan para santri Pondok Pesantren Al Khoziny yang […]

  • Manfaat Jalan Cepat sebagai Olahraga Ringan untuk Menurunkan Berat Badan

    Manfaat Jalan Cepat sebagai Olahraga Ringan untuk Menurunkan Berat Badan

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Siapa yang ingin menurunkan berat badan tapi malas olahraga berat? Atau mungkin pernah mencoba lari pagi, tapi baru satu menit sudah ngos-ngosan? Kalau iya, tenang, kamu nggak sendiri! Olahraga itu penting, tapi nggak harus selalu ekstrim. Kadang, solusi terbaik ada di hal-hal sederhana, seperti jalan cepat. Yap, jalan kaki yang dipercepat sedikit saja […]

  • Subandi Bungkam kasus

    Subandi Pilih Bungkam Soal Pemeriksaan Perkara Dugaan Penggelapan Rp28 Miliar

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Subandi menanggapi pemeriksaan dugaan penggelapan Rp28 miliar dengan jawaban singkat, menyebut “iya” berulang, membahas penyidikan awal Bareskrim kepada publik, di DPRD Sidoarjo, Kamis (16/4/2026). Subandi, yang juga Bupati Sidoarjo, memilih irit bicara saat dikonfirmasi terkait pemeriksaannya di Bareskrim Mabes Polri. Sikap tersebut memantik perhatian publik, karena kasus yang ditangani menyangkut dugaan penipuan […]

  • PT Dharma Lautan Utama

    Enam Kali Berturut-turut, Dharma Lautan Utama Kantongi Penghargaan Pelayanan Prima Kemenhub

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Dharma Lautan Utama (DLU) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih penghargaan Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI untuk keenam kalinya berturut-turut. Gelar Prima Utama yang berhasil dipertahankan sejak 2012 ini semakin memperkuat posisi perusahaan sebagai pelopor layanan transportasi laut berkualitas di Indonesia. Jum”at, (23/5/2025). Penghargaan ini diserahkan langsung […]

  • Pengawasan hewan kurban Surabaya

    Surabaya Siagakan ‘Benteng Kesehatan’ untuk Hewan Kurban Idul Adha 2025!

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya mulai bersiap menyambut Idul Adha 1446 H/2025. Aroma semangat berkurban semakin terasa, ditandai dengan hadirnya hewan ternak di berbagai sudut kota. Kambing, domba, dan sapi dipajang di pinggir jalan, seolah menyapa warga dan mengajak untuk berbagi kebaikan. Namun, di balik semarak itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak lebih dalam, yakni menata dan […]

expand_less