Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » Pola Asuh yang Tepat agar Anak Tidak Merasa Disisihkan, Terhindar dari Pilih Kasih

Pola Asuh yang Tepat agar Anak Tidak Merasa Disisihkan, Terhindar dari Pilih Kasih

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Di dalam keluarga, kasih sayang seharusnya dibagikan secara adil kepada setiap anak. Namun, tanpa disadari, ada momen-momen di mana orang tua terlihat lebih condong ke salah satu anak sehingga merasa ada yang disisihkan.

Misalnya, si sulung selalu mendapat pujian atas tanggung jawabnya, sementara si bungsu terus dimanja dan dianggap “anak kecil” meskipun ia juga ingin dipercaya. Atau, ketika anak yang lebih pintar di sekolah lebih sering dipuji, sedangkan yang lain hanya mendapat sedikit apresiasi atas usahanya.

Tanpa sadar, perlakuan seperti ini bisa membuat anak merasa kurang dihargai, tidak diinginkan, atau bahkan tumbuh dengan perasaan iri terhadap saudara kandungnya. Akibatnya, bukan hanya hubungan antara orang tua dan anak yang terganggu, tetapi juga hubungan antara saudara kandung yang bisa dipenuhi rasa kompetisi tidak sehat.

Lantas, bagaimana cara menghindari pilih kasih dalam mendidik anak dan memastikan semua anak merasa dihargai? Yuk, simak beberapa pola asuh yang bisa diterapkan!

Berikan Perhatian Secara Seimbang, Bukan Sama Rata

Banyak orang tua berpikir bahwa adil berarti memberikan hal yang sama kepada semua anak. Padahal, setiap anak punya kebutuhan yang berbeda-beda, sehingga perhatian harus diberikan sesuai dengan keunikan mereka.

Misalnya, anak pertama mungkin lebih butuh dukungan emosional karena menghadapi ujian sekolah, sedangkan anak kedua lebih membutuhkan dorongan untuk berani bersosialisasi. Orang tua yang peka akan bisa membagi perhatian tanpa membuat salah satu anak merasa diabaikan.

Jadi, bukan soal berapa banyak perhatian yang diberikan, tetapi seberapa relevan perhatian itu untuk setiap anak.

Hindari Membandingkan Anak Satu dengan yang Lain

Ungkapan seperti “Kakak kan lebih pintar dari adik, coba belajar yang rajin seperti dia” atau “Adik tuh lebih penurut, kamu harusnya nggak banyak membantah” bisa melukai hati anak dan membuatnya merasa kurang dihargai.

Baca Juga  7 Tren Kecantikan Korea yang Akan Muncul di Tahun 2025, Siap-siap Dapat Kulit Sehat dan Glowing!

Setiap anak unik dan memiliki potensinya masing-masing. Alih-alih membandingkan, fokuslah pada menghargai kelebihan setiap anak secara individu.

Jika ingin memotivasi anak, gunakan pendekatan positif seperti, “Mama tahu kamu juga bisa menemukan cara belajarmu sendiri. Yuk, kita coba cari yang paling cocok buat kamu!”.

Dengan begitu, anak merasa dihargai sebagai pribadi yang berbeda, bukan hanya dibandingkan dengan saudara kandungnya.

Luangkan Waktu Berkualitas untuk Masing-Masing Anak

Anak yang merasa disisihkan sering kali merasa tidak mendapatkan cukup waktu dengan orang tuanya. Jika dalam keluarga ada lebih dari satu anak, cobalah meluangkan waktu khusus untuk setiap anak secara bergantian.

Misalnya, hari Sabtu bisa menjadi “waktu spesial dengan Kakak”, di mana orang tua fokus bermain atau berbincang dengan anak pertama. Lalu, hari Minggu bisa menjadi “waktu spesial dengan Adik”.

Dengan adanya waktu berkualitas ini, anak akan merasa lebih dihargai dan mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung tanpa harus bersaing dengan saudara kandungnya.

Bersikap Adil dalam Mengambil Keputusan

Pilih kasih sering terjadi dalam keputusan sehari-hari, misalnya ketika satu anak lebih sering dituruti permintaannya dibanding yang lain.

Jika anak meminta sesuatu, usahakan untuk mempertimbangkan secara adil. Jangan langsung menolak keinginan salah satu anak hanya karena kebiasaan atau urutan kelahiran.

Contoh sederhana: Jika si kakak boleh tidur larut malam saat akhir pekan, tapi si adik dilarang tanpa alasan yang jelas, ini bisa menimbulkan rasa iri dan perasaan tidak adil.

Sebisa mungkin, jelaskan alasan di balik keputusan dengan cara yang bisa diterima oleh anak. Dengan begitu, mereka tidak akan merasa disisihkan hanya karena keputusan yang terlihat “berat sebelah”.

Apresiasi Usaha, Bukan Hanya Hasil Akhir

Sering kali, anak yang berhasil meraih prestasi di sekolah mendapat lebih banyak perhatian dibanding anak yang tidak. Padahal, setiap anak punya perjuangannya sendiri yang patut diapresiasi.

Baca Juga  For Revenge & Elsa Japasal: ‘Menunggu Giliran’ – Lirik Penuh Makna yang Menyayat Hati

Misalnya, jika salah satu anak berhasil memenangkan lomba, tentu ia layak mendapat pujian. Tapi jangan lupa untuk tetap memberi apresiasi kepada anak yang lain atas usaha dan kerja kerasnya, meskipun hasilnya tidak terlihat secara langsung.

Katakan hal-hal seperti, “Mama bangga banget kamu tetap berusaha meskipun hasilnya belum seperti yang diharapkan. Ayo kita coba lagi lain kali!”

Dengan begitu, anak tidak merasa harus “bersaing” untuk mendapatkan cinta dan perhatian orang tua.

Akui Kesalahan Jika Pernah Bersikap Pilih Kasih

Orang tua juga manusia yang tidak luput dari kesalahan. Terkadang, tanpa sadar, ada tindakan yang membuat anak merasa disisihkan atau kurang diperhatikan.

Jika anak pernah menunjukkan tanda-tanda merasa disisihkan, jangan ragu untuk berbicara dan meminta maaf. Katakan sesuatu seperti, “Mama sadar akhir-akhir ini lebih sering fokus ke adik. Maaf ya, Nak, Mama tetap sayang sama kamu.”

Pengakuan ini bukan hanya mengajarkan anak tentang pentingnya komunikasi terbuka, tetapi juga membuat mereka merasa lebih dihargai dan tidak menyimpan luka batin.

Menghindari pilih kasih dalam pola asuh bukan hanya soal memberikan jumlah perhatian yang sama kepada setiap anak, tetapi tentang bagaimana memahami kebutuhan mereka secara individual.

Dengan mendengarkan anak dengan penuh perhatian, menghindari perbandingan, meluangkan waktu berkualitas, dan bersikap adil dalam pengambilan keputusan, anak akan tumbuh dengan rasa percaya diri dan tidak merasa tersisih dalam keluarga.

Kasih sayang orang tua seharusnya menjadi sumber kekuatan bagi anak, bukan ajang kompetisi antara saudara kandung. Jadi, yuk mulai terapkan pola asuh yang lebih adil agar anak merasa dihargai dan dicintai sepenuh hati!

 

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • 99 Asmaul Husna dan keutamaannya

    99 Asmaul Husna! Arti, Keutamaan dan Cara Mengamalkannya di Bulan Ramadan untuk Kebahagiaan Lahir dan Batin

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bulan Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah membaca dan memahami 99 Asmaul Husna, nama-nama indah Allah yang penuh makna dan keutamaan. Asmaul Husna bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sarana untuk mengenal Allah lebih dalam dan membuka pintu kebahagiaan lahir dan batin. […]

  • Sungai Kali Code

    Nafas Baru dari Bantaran Kali Code, Sulut Semangat Kolaborasi DPRD – Wartawan – Pemkab untuk Gerakan Kebersihan Sungai Sidoarjo

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Yogyakarta, Ruang.co.id – Udara pagi di bantaran Sungai Kali Code bergerak pelan, membawa aroma tanah dan gemericik air, serta suara gesekan sapu lidi milik para pegiat lingkungan. Di antara riuh percakapan warga, hadir rombongan besar, 172 wartawan Sidoarjo, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, serta jajaran Diskominfo Sidoarjo— dalam kegiatan Kunjungan Kerja (Kunker) Tahun 2025 bertema “Jurnalisme […]

  • Strategi Lalu Lintas Polda Jatim Natal dan Tahun Baru 2024

    Operasi Lilin Semeru 2024: Strategi Polda Jatim Hadapi Lonjakan Libur Nataru

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2024
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Menjelang Operasi Lilin Semeru 2024-2025, Polda Jawa Timur (Jatim) sudah menyiapkan strategi matang. Operasi ini akan berlangsung untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan fokus pada jalur wisata, obyek vital, dan area rawan macet di wilayah Jawa Timur. Menurut survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan ada peningkatan pergerakan masyarakat hingga 2,82% dibandingkan tahun […]

  • Gelapkan Uang Untuk Keperluan Pribadi, Laurin Delliana Jalani Persidangan

    Gelapkan Uang Untuk Keperluan Pribadi, Laurin Delliana Jalani Persidangan

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2024
    • account_circle Ruang Arif
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Laurin Delliana anak dari Kuncoro,27 menjadi karyawan di UD Mitra Jaya di pergudangan Margomulyo AJ-21 Surabaya sebagai keuangan. Warga Jalan Kupang Krajan Kelurahan Kupang, Kecamatan Sawahan Surabaya tersebut menggelapkan uang perusahaan senilai Rp 445 juta. Awalnya terdakwa Laurin Delliana bekerja di UD Mitra Jaya sebagai admin pembukuan dan keuangan dengan gaji sebesar […]

  • Proyek AI Danantara

    Proyek Prioritas AI Danantara Tantangan Infrastruktur dan SDM yang Harus Dibenahi

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Proyek pembangunan pusat data artificial intelligence (AI) yang menjadi salah satu fokus utama Danantara, badan pengelola investasi nasional, menghadapi tantangan serius. Pengamat meragukan proyek ini akan berjalan optimal mengingat kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) dalam negeri yang dinilai masih belum memadai. Infrastruktur dan SDM: Masih Jauh dari Ideal Menurut Nailul Huda, […]

  • PHK Relawan SPPG

    Relawan Divisi Penyiapan Bahan SPPG Di PHK Sepihak, Begini Respons Bantahan Manajemen Pengelola

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Belum reda masalah ratusan santri keracunan menu MBG dari SPPG Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, kini mencuat polemik pemutusan hubungan kerja (PHK) dinilai sepihak, merebak di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gedang 2 Porong, Sidoarjo. Mantan relawan Divisi Penyiapan, Egidius Nehe (35), warga Kecamatan Jabon, ayah dari tiga anak ini selanjutnya mengadukan pemberhentian dirinya […]

expand_less