Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Kesehatan » Kebijakan PPDS Praktik sebagai Dokter Umum! Angin Segar atau Badai bagi Dunia Kesehatan?

Kebijakan PPDS Praktik sebagai Dokter Umum! Angin Segar atau Badai bagi Dunia Kesehatan?

  • account_circle Ruang Sely
  • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Kebijakan terbaru Kementerian Kesehatan yang memperbolehkan Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) untuk praktik sebagai dokter umum sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan medis. Di tengah upaya pemerintah memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, kebijakan ini justru menuai kritik tajam dari para ahli, termasuk Darwito, Direktur Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada (RSA UGM).

Mengapa Kebijakan Ini Menjadi Bumerang?

Menurut Darwito, kebijakan ini ibarat menyelesaikan masalah dengan menciptakan masalah baru. Program PPDS bukan sekadar pendidikan formal, melainkan pelatihan intensif yang menuntut dedikasi penuh. Para residen ini sudah menghabiskan 10-12 jam sehari di rumah sakit pendidikan untuk menangani pasien sekaligus mempelajari kasus-kasus kompleks.

Ditambah dengan tuntutan praktik mandiri, para PPDS dipaksa beroperasi dalam kondisi kelelahan kronis. Padahal, studi dari Konsil Kedokteran Indonesia menunjukkan bahwa dokter yang bekerja lebih dari 16 jam sehari berisiko tiga kali lipat melakukan kesalahan medis.

Dilema antara Kebutuhan dan Kualitas

Ancaman terhadap Keselamatan Pasien

Dalam wawancara eksklusif dengan Pro3 RRI, Darwito menegaskan bahwa kebijakan ini bisa menjadi ancaman serius bagi keselamatan pasien. “Ketika seorang residen harus praktik setelah seharian bekerja, kapan mereka punya waktu untuk istirahat? Kapan bisa mempelajari perkembangan terbaru dunia medis?” ujarnya.

Fakta ini diperkuat oleh data dari RSA UGM yang mencatat peningkatan near-miss incidents (hampir celaka) pada pasien yang ditangani oleh dokter dalam kondisi kelelahan.

Solusi Palsu untuk Masalah Nyata

Alih-alih menyelesaikan masalah kekurangan dokter, kebijakan ini justru berpotensi menurunkan kualitas layanan kesehatan nasional dalam jangka panjang. Darwito menawarkan solusi lebih substantif seperti percepatan program dokter layanan primer dan peningkatan kapasitas fakultas kedokteran.

Mencari Titik Temu yang Ideal

Dialog konstruktif antara Kemenkes, asosiasi rumah sakit pendidikan, dan konsil kedokteran menjadi kunci utama. Beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan antara lain sistem pengawasan ketat untuk PPDS yang ingin praktik mandiri, atau program insentif khusus sehingga mereka tidak perlu mencari penghasilan tambahan.

Baca Juga  Minum 5 Gelas Air Sehari Bisa Kurangi Risiko Kanker

Kebijakan ini bagai mengobati demam dengan menimbulkan malaria. Di satu sisi ingin memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan, tapi di sisi lain justru mengorbankan kualitas pendidikan dokter spesialis dan keselamatan pasien. Kolaborasi multipihak dan pendekatan berbasis data menjadi harga mati untuk menemukan solusi yang benar-benar berkelanjutan.

  • Penulis: Ruang Sely

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suprambodo, Residivis Curanmor Berhasil Dibekuk Polsek Wonokromo

    Suprambodo, Residivis Curanmor Berhasil Dibekuk Polsek Wonokromo

    • calendar_month Selasa, 17 Sep 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Suprambodo (27), seorang pria yang berprofesi sebagai perantara jual beli sepeda motor, kembali ditangkap polisi karena terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ia diringkus oleh pihak kepolisian di rumah kosnya yang berlokasi di Jalan Jambe Lor, Banjarkemantren, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Jumat, 13 September 2024, sekitar pukul 13.00 WIB. Kapolsek […]

  • Demo Dispendikbud

    Massa Geruduk Dipendikbud Sidoarjo, Ketegangan Memuncak Bakar Ban hingga Aksi Saling Dorong Nyaris Robohkan Pagar

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Suasana di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo memanas, pada Senin (12/10/2026). Massa gabungan dari PT Barata Persada, elemen masyarakat, dan persatuan jurnalis online menggelar aksi unjuk rasa, mendesak pengusutan dugaan penyimpangan proyek rehabilitasi SDN 1 Wonokasian. Massa aksi juga menuntut evaluasi total terhadap kepala sekolah tersebut. Aksi yang […]

  • Perpustakaan PKK Desa Wonoayu

    Perpustakaan PKK Desa Wonoayu Sidoarjo Hidupkan Minat Baca Anggotanya

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Upaya menumbuhkan budaya literasi di tingkat desa terus bergerak dari komunitas masyarakat. Di Desa Wonoayu, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), membangun sebuah minat baca perpustakaan desa, yang berfungsi sebagai pusat belajar bagi para ibu dan anggota PKK. Ketua TP PKK Desa Wonoayu, Siti Artiningsih (62), […]

  • Kirab Budaya Surabaya

    Ultah Surabaya Dimeriahkan dengan Kirab Budaya dan Ruwatan Sakral di Tugu Pahlawan

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id — Gemerlap budaya dan sakralitas tradisi menyatu dalam perayaan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-732 yang digelar di jantung kota, Tugu Pahlawan. Perayaan ini merupakan warisan Leluhur yang Menyatu dengan Semangat Kota Modern. Ribuan pasang mata menyaksikan Kirab Budaya Gunungan dan Pagelaran Wayang Kulit Empat Dalang yang menggema hingga malam hari, menandai momen […]

  • skandal korupsi Dindik Jatim

    Skandal Korupsi Dindik Jatim, Vonis 12 Tahun Jimmy Tanaya: Siapa Tanggung Jawab Rp157,6 M Uang Rakyat?

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Poin Utama : Majelis Hakim menjatuhkan vonis 12 tahun penjara dan denda Rp500 juta kepada Jimmy Tanaya, namun menolak tuntutan uang pengganti atas kerugian negara. Skandal pengadaan sarpras SMK ini menimbulkan kerugian negara fantastis sebesar Rp157,6 miliar yang tidak dibebankan pemulihannya kepada para terpidana. Hakim menilai Jimmy Tanaya sebagai aktor sentral yang mengondisikan tender bersama […]

  • Dukung reformasi birokrasi

    Praktisi Kesehatan Dr. Andre Yulius Dorong Pemerintah Terus Lakukan Reformasi Birokrasi Secara Tegas

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Dukungan terhadap program pemerintah terkait reformasi birokrasi, juga digaungkan Dr. dr. Andre Yulius, M.PD, MH, CLAP, pada Senin (29/6/2026). Tokoh kesehatan ini menilai, keberhasilan pembangunan pemerintahan Prabowo, bergantung pada perbaikan sistem birokrasi secara tegas. “Keberhasilan program pemerintah, sangat ditentukan oleh reformasi tata kelola agar berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Andre dalam […]

expand_less