Pemerintah Perlu Membuat Program Agar Kaum Milenial Mau Terjun Ke Pertanian

Deni Prasetya Anggota Komisi B DPRD Jatim
Deni Prasetya, Anggota Komisi B DPRD Jatim dan Wakil Ketua GP Anshor Jawa Timur. Foto: Istimewa
Ruang Gentur
Ruang Gentur
Print PDF

Ruang.co.id – Produksi pertanian di Jawa Timur yang mencapai 10, 51 juta ton dari lahan seluas 1,84 juta hektare di tahun 2025 lalu membuat provinsi ini menjadi salah satu daerah unggulan program swasembada pangan di Indonesia.

Untuk mempertahankan keunggulan di sektor pertanian itu, anggota komisi B DPRD Jatim, Deni Prasetya mempunyai pandangan strategis dalam menjaga dan meningkatkan produksi pertanian tersebut. Salah satunya, pemerintah harus membuat terobosan agar kaum milenial mau terjun ke dunia pertanian.

Karena, menurut Deni, terobosan itu sangat penting mengingat saat ini yang menjadi petani adalah orang-orang yang berusia sekitar 45 tahun keatas. Sehingg perlu ada regenerasi. Terlebih kaum milenial sangat paham dengan tekonologi digitalisasi. Sehingga mereka bisa memanfaatkan tekonologi tersebut untuk berinovasi meningkatkan produltifitas pertanian.

Baca Juga  BULOG dan Pemkab Sampang Sinergi Kuat Wujudkan Kedaulatan Pangan Madura Emas

“Jika saja pemerintah khususnya Pemprov Jatim bisa menarik lebih banyak kaum muda milenial menjadi petani, tentu akan sangat besar hasil yang diperoleh untuk meningkatkan hasil produksi petanian ini ,” ujar politikus partai NasDem ini menegaskan.

Kemudian yang diperlukan untuk meningkatkan produksi pertanian lainnya yaitu modernisasi alat pertanian untuk pengolahan lahan. Seperti misalnya Ashintel, traktor kombain dan alat lainnya untuk membajak sawah, persemaian, pemupukan hingga penanaman padi maupun perkebunan.

” Modernisasi peralatan pertanian untuk mengolah lahan juga sangat diperlukan untuk menjaga produktifitas pertanian di Jatim meningkat. Karena dengan adanya alat pertanian yang modern, bisa mempercepat pekerjaan para petani sehingga untuk mencapai masa panen juga akan lebih mudah,” tukas legislaror yang juga merangkap sebagai wakil ketua GP Anshor Jawa Timur ini.

Baca Juga  Inovasi Pertanian, Unisda Lamongan Panen Melon Varietas Golden Kinasih

Disamping itu Deni jug menegaskan perlunya pengadaan benih tanaman dan penyediaan pupuk yang nemadai. Karena itu diperlukan sinergi antara Kementrian pertanian dan Pemprov hingga Pemkab sampai ke desa-desa. Agar pendistribusuan benih dan pupuk ini bisa merata dan mencukupi kebutuhan par petani.

Kemudian yang tidak kslah penting adalah memperluas lahan pertanian dengan memanfaatkan lahan tidur ataupun melakukan terobosan pemanfaatan lahan yang sempit untuk pertanian dengan hidroponik.

Sementara itu, Deni sendiri bersama GP Anshornya saat ini sudah mrmbiat program untuk mengajak pemuda Anshor untuk bergerak mendukung pemerintah dalam meningkatkan produksi peryanian maupun petkebunan di Jawa Timur.

“Program peningkatan pertanian dan perkebunan yang menjafi program GP Anshor Jatim ini sebenarnya untuk mendikung pemerintah juga dalam mewujudjan swasembada pangan. Kita tahu di 38 kabupaten kita di Jatim ini, kaum Nahdliyin adalah garda terdepan di dunia pertanian. Sebagian besar para petani di pelosok-pelosik desa adalah Nahdliyin. Karena itu kami mengajak mereka khususnya kaum mudanya untuk terjun ke dunia pertanian,” terang Deni.

Baca Juga  Wabub Mimik Idayana Nyalakan Alsintan Petani untuk Perkuat Ketahanan Pangan Sidoarjo

Agar program ini berhalan efektif setiap satu bulan sekali atau dua kali GP Anshor Jatim melakukan diskusi ataupun saling tukar informasi tentang pertanuan dengan para kader di daerah-daerah. Sehingga dari diskusi tersebut akan diketahui kebutuhan maupun kekurangan maupun permasalahan pertanian yang ada di daerah mading-masing. Misalkan bagaimana pertanian di wilayah tapal kuda, mataraman, wilayah arek dan lainnya. Dengan berbagai pola yang sudah ada dan yang sedang diupayakan ini, Deni optimis di tahu 2026 ini produktifitas pertanian untuk mewujudkan swasembada pangan masih akan berlanjut dengan baik.