Breaking News
Senin, 8 Juni 2026
Trending Tags
Beranda » Terkini » Rakernas JKSN 2026, Guru dan Ulama Garda Depan Perkuat Karakter Bangsa di Tengah Tantangan Zaman

Rakernas JKSN 2026, Guru dan Ulama Garda Depan Perkuat Karakter Bangsa di Tengah Tantangan Zaman

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • visibility 103
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ruang.co.id – Peran ulama dan guru bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam membangun peradaban bangsa. Jika kita menelisik sejarah, kemerdekaan Indonesia tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari keringat dan doa para ulama serta guru yang menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat. Spirit itulah yang kembali mengemuka dalam forum Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Ponpes Amanatul Ummah, Surabaya, Sabtu (14/2/2026).

Forum yang berlangsung penuh khidmat ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional yang memberikan pandangannya tentang posisi strategis guru dan ulama. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang hadir langsung dalam kesempatan tersebut mengungkapkan komitmen pemerintah daerah dalam menyelaraskan program pendidikan dengan kebutuhan riil masyarakat. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program strategis pemerintah, khususnya di bidang kesehatan.

“Kami terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan rumah sakit agar format terbaik bisa segera diterapkan. Jawa Timur siap menjadi bagian dari solusi nasional,” ujar Khofifah dengan nada optimis.

Lebih jauh, orang nomor satu di Jawa Timur ini memaparkan kesiapan daerahnya dalam mendukung pemerataan dokter spesialis. Skema pendidikan berbasis rumah sakit atau hospital based dinilai sebagai terobosan yang tepat mengingat Jatim memiliki infrastruktur kesehatan yang mumpuni. Beberapa rumah sakit milik pemerintah provinsi bahkan telah menjadi rujukan nasional, sehingga potensi ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

“Potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk mendukung penempatan dokter spesialis di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan,” imbuhnya sembari menegaskan bahwa akses kesehatan yang adil adalah hak setiap warga negara.

Di tengah derasnya arus globalisasi, Khofifah juga mengingatkan tentang pentingnya membangun keseimbangan antara pola pikir global dan kearifan lokal. Menurut perempuan berhijab ini, guru dan ulama memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda. Mereka tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas dan memiliki wawasan kebangsaan yang kuat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, yang turut hadir dalam forum tersebut mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu. Ia mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan betapa kuatnya persatuan ketika semua komponen bangsa bahu-membahu tanpa memikirkan kepentingan kelompok semata.

“Tentara, polisi, dan umat sebagai tiga pilar utama penyangga negara,” ujarnya dengan tegas.

Menteri Djamari kemudian membawa hadirin menyusuri lorong waktu dengan menyinggung kembali peristiwa heroik Resolusi Jihad yang digelorakan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi tersebut menjadi titik balik yang membakar semangat perlawanan arek-arek Suroboyo hingga akhirnya meletus pertempuran dahsyat 10 November 1945, yang kini kita peringati sebagai Hari Pahlawan. Dalam pertempuran tersebut, para guru, ulama, dan santri turun ke medan laga dengan tekad membara mempertahankan harga diri bangsa.

“Di antara para pejuang itu ada guru, ulama, dan santri. Semangat itu harus kita warisi hari ini dalam bentuk penguatan pendidikan dan pembangunan karakter,” tegasnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Djamari ini menekankan bahwa tugas guru tidak berhenti pada transfer ilmu pengetahuan semata. Lebih dari itu, seorang guru bertanggung jawab menanamkan nilai-nilai luhur sejarah, menumbuhkan jiwa nasionalisme, serta membangun kesadaran untuk menjaga kekayaan bangsa dari berbagai ancaman disintegrasi.

“Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai sejarah, nasionalisme, dan tanggung jawab menjaga kekayaan bangsa,” tambahnya.

[irp posts=”24188″ ]

Senada dengan itu, Ketua Umum JKSN yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH. Asep Syaifuddin Chalim, memberikan perspektif menarik tentang transformasi perjuangan pesantren. Menurut kiai kharismatik ini, jika dahulu pesantren identik dengan perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan, maka saat ini orientasinya harus bergeser pada upaya mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Sejak awal berdirinya, Nahdlatul Ulama bertujuan menjaga faham Ahlussunnah wal Jamaah dan memperjuangkan Indonesia merdeka. Setelah kemerdekaan diraih, perjuangan harus diarahkan pada penguatan ekonomi dan keadilan sosial,” tuturnya.

KH. Asep kemudian memaparkan empat pilar utama yang harus dibangun secara simultan untuk mewujudkan cita-cita Indonesia maju dan makmur. Pertama, melahirkan ulama dan ilmuwan besar yang ilmunya mampu menerangi masyarakat dari kegelapan kebodohan. Kedua, membentuk birokrat profesional yang orientasinya benar-benar pada kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan. Ketiga, mencetak pengusaha nasional yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

[irp posts=”22401″ ]

“Serta menghadirkan profesional berkualitas dan bertanggung jawab,” lanjutnya menegaskan pilar keempat.

Forum yang berlangsung di Surabaya ini tidak hanya dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, serta Ketua Umum JKSN KH. Asep Syaifuddin Chalim. Ratusan kiai, alim ulama, dan pengurus Pergunu dari berbagai kabupaten dan kota turut memadati lokasi acara. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa semangat kolaborasi antara guru dan ulama masih terus berkobar hingga saat ini. Di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks, sinergi keduanya menjadi fondasi kokoh bagi terwujudnya sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Pancasila.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mitos 10% Otak

    Mitos atau Fakta: Hanya 10 Persen dari Otak yang Kita Gunakan

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernahkah kamu mendengar mitos, “Kita hanya menggunakan 10% dari otak kita”? Kalimat ini mungkin sudah sering kita dengar, baik dari teman, film, atau bahkan buku-buku motivasi. Namun, tahukah kamu bahwa ini hanyalah mitos belaka? Dari mana asal mitos hanya 10% dari otak yang digunakan? Asal-usul pasti dari mitos bahwa manusia hanya menggunakan […]

  • Patroli 97 Jogoboyo

    Patroli 97 Jogoboyo: Terobosan Kapolrestabes Surabaya untuk Keamanan Malam Hari

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Polrestabes Surabaya menghadirkan program baru, Patroli 97 Jogoboyo, untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan pada malam hari. Program ini beroperasi setiap hari mulai pukul 24.00 hingga 05.00 WIB dengan tujuan menciptakan suasana aman dan nyaman bagi warga Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombespol Luthfie Sulistiawan menjelaskan, Patroli 97 Jogoboyo melibatkan 49 personel yang dibagi […]

  • KPPU dan Bea Cukai

    Cegah Dampak Impor, KPPU dan Bea Cukai Rumuskan Efisiensi Kemajuan Perekonomian Nasional

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • visibility 727
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Cegah Dampak Impor dan mensinergikan tugas dan efisiensi kemajuan perekonomian Nasional, khususnya dalam mencegah persaingan usaha tidak sehat seperti predatory pricing sebagai akibat impor produk secara ilegal. Ketua KPPU, M. Fanshurullah Asa, melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Bea Cukai, Askolani, di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) di Jakarta. (7/5/2024). KPPU dan […]

  • Squid game season 2

    “Squid Game Season 2” Cetak Rekor Penonton Tertinggi di Netflix dengan 68 Juta Views dalam Empat Hari

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • visibility 724
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Setelah penantian panjang, Squid Game Season 2 akhirnya dirilis pada 26 Desember 2024. Serial ini langsung mencetak sejarah baru di platform streaming Netflix. Dalam empat hari pertama penayangannya, serial ini berhasil meraih 68 juta penonton, memecahkan rekor debut sebelumnya yang dipegang oleh serial Wednesday dengan 50,1 juta views pada minggu pertamanya. Rekor […]

  • Dinas Psikologi TNI AL Konsultasi Psikologi Gratis

    Hari Armada Ke-79: Dispsial Gelar Konsultasi Psikologi Gratis dan Fun Game Bareng Pemain Persebaya

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • visibility 592
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Momen spesial bagi warga Surabaya. Dalam rangka Hari Armada Ke-79, Dinas Psikologi Angkatan Laut (Dispsial) hadir memeriahkan acara Culinary Festival di Kota Lama Jembatan Merah Plaza, Surabaya. Dengan tema “Dinas Psikologi TNI AL bersama Koarmada II Mendorong Kesehatan Mental untuk Nusantara Baru Indonesia Maju”, acara ini menjadi bukti nyata kontribusi TNI AL […]

  • Khofifah dan Subandi Sidoarjo di PT Integra Cabinet

    Cagub Khofifah dan Cabup Subandi Disambut Bak Selebritis oleh Ribuan Karyawan PT. Integra Cabinet

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Ruang M Andik
    • visibility 387
    • 1Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi calon bupati (Cabup) Sidoarjo Subandi, menyapa ribuan karyawan dan staf PT. Integra Indocabinet, di Desa Betro, Kec. Sedati, Sidoarjo, Rabu sore (20/11). Kedatangan dua calon kepala daerah ini, dielu-elukan para buruh di perusahaan tersebut dan gembira disambut dengan memekikkan yel – yel. “Kalau […]

expand_less