Breaking News
light_mode
Sabtu, 24 Oktober 2026
Beranda » Terkini » The Hostage’s Hero: Operasi Senyap TNI AL Menjinakan Ombak Selat Bebaskan 36 Sandera

The Hostage’s Hero: Operasi Senyap TNI AL Menjinakan Ombak Selat Bebaskan 36 Sandera

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – TNI AL pernah melaksanakan operasi pembebasan 36 sandera di Selat Malaka pada 2004. Operasi ini dilaksanakan awak kapal perang KRI Karel Satsuitubun-356 di bawah komando Laksamana Madya TNI (Purn.) Achmad Taufiqoerrochman.

Kisah nyata yang penuh ketegangan ini diangkat ke layar lebar dengan judul “The Hostage’s Hero.” Mulai tanggal 2 April 2026, film ini tayang serempak di gedung bioskop di seluruh Indonesia.

Penyusunan skenario film ini tidak lepas dari andil Laksamana Madya TNI (Purn.) Taufiqoerrochman sebagai pelaku sejarah dan Kepala Dinas Sejarah Angkatan Laut (Kadis Sejarah AL) Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady Arsanta Wardhana.

Mereka memastikan film ini tetap berpijak pada fakta sejarah, sekaligus memiliki daya tarik bagi penonton umum.

Dikatakan Laksma I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, film ini berawal dari “Buku Sejarah Pembebasan Sandera MT Pematang” yang dibuat oleh Dinas Sejarah TNI AL.

“Bapak Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, menginstruksikan agar lanjut membuat film yang mengambil inspirasi dari peristiwa sejarah tersebut,” ujarnya.
Ditambahkannya, pembebasan sandera tersebut hasilnya sempurna. Seluruh sandera 36 orang selamat. “Tim pembebasan sandera pun selamat tidak ada yang gugur serta seluruh perompak tewas,” kata Laksma I Made Wira Hady Arsanta Wardhana.

Ditambahkannya, The Hostage’s Hero bukan film dokumenter sejarah namun sebuah karya film yang mengambil nilai dari sebuah peristiwa sejarah asli.

“Sehimgga dalam film ini banyak sentuhan seni untuk menjadikan lebih menarik dan ringan bagi penonton,” ujarnya.

Menurut Laksma I Made Wira Hady Arsanta Wardhana, melalui The Hostage’s Hero pesan utama yang ingin disampaikan kepada generasi muda Indonesia adalah bahwa keamanan dan kedaulatan negara itu mutlak harus terjaga dan aman.

Baca Juga  Pelatihan Sertifikasi Pembimbing Haji Profesional Angkatan 8, Meningkatkan Kompetensi Pembimbing Haji di Surabaya 2025

“Walaupun dalam kondisi terbatas sekalipun. Semangat jiwa rela berkorban demi kemanusiaan dan mempertahankan kedaulatan negara itu harus ada serta tetap lestari sampai kapan pun. Terutama bagi TNI AL mutlak dalam menjaga wilayah laut Indonesia yang dilewati tiga ALKI dan Selat Malaka itu adalah salah satunya,” ujarnya.

Sementara itu Laksamana Madya TNI (Purn.) Taufiqoerrochman bercerita, penulisan skenario film ini diawali dengan penugasan produser dan sutradara ke rumahnya di Sukabumi, Jawa Barat.

“Kemudian saya cerita, ya dari cerita melengkapi dari buku, dibuatlah skrip,” kata Taufiqoerrochman dalam jumpa pers di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (30/3).

Dia menangkap keinginan Kasal agar film ini menjadi tontonan yang edukatif sekaligus menghibur.

“Jadi kami akan padukan—ini kata-katanya—padukan bahasa operasi dengan bahasa sineas. Ketemulah itu. Makanya saya tahu persis itu yang dilaksanakan. Kemudian kami tulis, saya sendiri yang nulis itu ya, kemudian diolah oleh sutradara,” jelas Taufiqoerrochman.

Film ini berfokus soal ketegangan di atas kapal MT Pematang yang dikuasai oleh perompak bersenjata. Fokus utama cerita mengikuti kepemimpinan (saat itu) Letkol Taufiq, perwira TNI Angkatan Laut yang cerdas dan berani, dalam merancang strategi pembebasan yang mustahil.

Dengan taruhan 36 sandera, Letkol Taufiq dan timnya di KRI Karel Satsuitubun-356 berpacu dengan waktu dan gelombang laut yang ganas untuk meluncurkan serangan mendadak demi membawa pulang para sandera dengan selamat.

Film ini dibintangi Donny Alamsyah, Rifky Balweel, Asri Welas, Bang Tigor, Aditya Herpavi, Chocky Sitohang, Ritassya Wellgreat, dan Brata Santoso.

Donny Alamsyah, yang berperan sebagai Letkol Taufiq, mengaku syuting di kapal fregat milik TNI AL menjadi salah satu pengalaman paling berkesan dalam kariernya.

Baca Juga  Penyelamatan Kredit Macet Uang Rakyat Sidoarjo, Komisaris BPR Delta Arta Perintahkan Direksi Eksekusi Agunan

Pengalaman berada di atas kapal perang dan mengkomandani unit tempur memberikan sensasi nyata baginya.

“Itu buat saya adalah sebuah pengalaman yang membanggakan sekaligus juga pengalaman yang berharga ya karena saya duduk dan mengkomandani sebuah unit tempur yang besar dan dahsyat gitu,” ujar Donny Alamsyah.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penertiban lajur tol

    Bagikan Flayer Himbauan Ditlantas Polda Jatim Tertibkan Penggunaan Lajur Jalan Tol

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan digelar serentak, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim terus mengintensifkan kampanye keselamatan berkendara. Salah satu sasaran utama yang menjadi perhatian adalah penertiban penggunaan lajur di jalan tol, yang kerap kali disalahartikan oleh para pengemudi, terutama kendaraan berat. Melalui Satuan Patroli Jalan Raya (PJR), Ditlantas Polda […]

  • Lomba Menata Buah Catur

    Lomba Menata Buah Catur Inovasi Edukasi Catur Anak di Cap Kapal Vegan Chess Competition 2025 Surabaya

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Surabaya kembali menjadi pusat perhatian dunia catur Indonesia dengan digelarnya Cap Kapal Vegan Chess Competition 2025. Event bergengsi ini tidak hanya menarik 850 pecatur dari berbagai kalangan, tetapi juga menghadirkan inovasi baru: Lomba Menata Buah Catur. Lomba ini menjadi yang pertama di Indonesia dan berhasil mencuri perhatian banyak orang, terutama sebagai sarana edukasi […]

  • Disperpusip Jatim

    Catat, Disperpusip Jatim Bareng Perpusnas Press Gelar Lomba Esai Ragam Pesona Jatim

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Jatim bersama Perpusnas Press, jaring para penulis berbakat di Jatim dalam lomba menulis esai. Acara yang dikemas dalam kegiatan Inkubator Literasi Pustaka Nasional (ILPN) Jawa Timur tahun 2024 itu mengangkat tema “Ragam Pesona Jatim”. Mengawali pelaksanaanya, kegiatan tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi ILPN Jatim tahun 2024 di Graha […]

  • Jadwal tayang Film Perayaan Mati Rasa

    Jadwal Tayang Film Perayaan Mati Rasa di Bioskop Surabaya Hari Ini

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Umay Shahab kembali dengan karya terbarunya, ‘Perayaan Mati Rasa’, sebuah film yang dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan. Film ini akan membawa kamu dalam perjalanan yang mengharukan tentang keluarga, persahabatan, dan pentingnya melepaskan beban untuk merasakan kebahagiaan sejati. Siapkan tisu! ‘Perayaan Mati Rasa’ adalah film yang akan membuat kamu tertawa, menangis, dan merenungkan arti pentingnya […]

  • Peran pondok pesantren Jawa Timur

    Pondok Pesantren sebagai Pilar Moral dan Filter Budaya bagi Rakyat Jawa Timur

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Anggota komisi A DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih mengatakan, keberadaan dan peran pondok pesantren di Jawa Timur ini sangat penting artinya bagi pendidikan moral masyarakat di Jawa Timur, baik di masa lalu, masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Sehingga, kalau saja ada kekurangan di satu pesantren tidak bisa digeneralisasikan bahwa semua […]

  • Kecoa bisa hidup 9 hari tanpa kepala

    Mitos atau Fakta: Kecoa Masih Bisa Hidup 9 Hari Tanpa Kepala

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pernahkah Anda mendengar klaim bahwa kecoa bisa hidup berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa kepala? Klaim ini mungkin terdengar mustahil, namun ternyata ada penjelasan ilmiah di balik fenomena unik ini. Sistem tubuh serangga, termasuk kecoa, sangat berbeda dengan manusia. Simak beberapa faktor yang memungkinkan kecoa bertahan hidup tanpa kepala. Sistem Pernapasan Kecoa tidak bernapas […]

expand_less