Breaking News
light_mode
Minggu, 2 Agustus 2026
Beranda » Pemerintah » Pansus DPRD Jatim Keluarkan Delapan Rekomendasi Untuk Perbaikan BUMD

Pansus DPRD Jatim Keluarkan Delapan Rekomendasi Untuk Perbaikan BUMD

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
  • visibility 148
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – selama enam bulan bekerja Panitia Khusus (Pansus) Badan Usaha Milik Negara (BUMD) DPRD Jawa Timur akhirnya mengeluarkan delapan rekomendasi untuk ditindak lanjuti Pemprov Jatim dalam memperbaiki kinerja BUMD.

Laporan Pansus yang dibacakan Abdullah Abu Bakar pada rapat paripirna (30/1) menyebutkan , rekomendasi yang dikeluarkan Pansus ini didasarkan atas temuan di lapangan setelah melakukan rapat dengar pendapat dengan masing-masing BUMD yang dipanggilnya.

Delapan rekomendasi terse but antara lain, penetapan KPI berbasis kontrak kerka yang wajib damengikat. Penataan aset BUMD berbasis klasifikasi. Restrukturisasi menyeluruh BUMD Non-keuangan dan penguatan fungsi holding.

Pembentukan biro yang menjadi pusat kendali BUMD. Penetapan DABN menjadi BUMD dengan penguatan legalitas dan model bisnis. Penguatan GCG, transparansi dan sistem keterbukaan data. Penyusunan Grand design BUMD Jawa Timur (Roadmap 3-5 tahun). Pembangunan sistem sinergi wajib dan terukur.

“Rekomendasi ini akan kami monitor dan awasi hingga tiga bulan kedepan. Jika tetap tidak berjalan, maka akan evaluasi lagi. Namun jika tidak berjalan lagi sampai bupan terakhir tahun ini. Maja ki rekomenfasikan kepada Pemprov untuk menutup BUMD tersebut,” tegas Abu Bakar.

Saat menjabarkan rekomendasi ini, Pansus juga menyoroti tingginya gaji direksi dan komisaris BUMD yang dinilai belum sebanding dengan kinerja perusahaan. Akibatnya terjadi ketimpangan antara remunerasi manajemen dan capaian kinerja BUMD.

“Pansus menemukan adanya ketidakseimbangan antara tingkat remunerasi dengan kinerja yang dihasilkan,” ujar legislator yang pernah menjabat Walikota Kediri ini.

“Dalam beberapa kasus, direksi dan komisaris tetap menerima gaji dan fasilitas yang tinggi, sementara kinerja perusahaan tidak menunjukkan hasil yang sebanding,” lanjutnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam laporan Pansus, besaran gaji pokok/ honorarium direksi dan komisaris BUMD Jawa Timur pada 2026 cukup variatif.

Baca Juga  Petani Rumput Laut Bangun Resi Gudang untuk Pasang Kuda-Kuda Ekspor

Untuk PT Bank Jatim Tbk, gaji Direktur Utama tercatat sebesar Rp160.000.000 per bulan, Direktur Rp128.000.000, Komisaris Utama Rp88.000.000, dan Komisaris Rp79.200.000.

Di PT Panca Wira Usaha Jatim, Direktur Utama menerima Rp100.695.000, Direktur Rp77.756.000, Komisaris Utama Rp28.462.500, dan Komisaris Rp22.770.000.

Sementara di PT Petrogas Jatim Utama, Direktur Utama memperoleh Rp71.250.000, Direktur Rp56.250.000, Komisaris Utama Rp60.000.000, dan Komisaris Rp52.500.000.

Pada PT Jamkrida Jatim, gaji Direktur Utama sebesar Rp68.110.000, Direktur Penjaminan Rp57.693.500, Direktur Keuangan Rp57.693.500, Komisaris Utama Rp31.799.400, Komisaris Rp28.269.460, serta Komisaris Independen Rp28.269.460.

Kemudian di PT Jatim Grha Utama, Direktur Utama menerima Rp54.414.526, Direktur Rp42.652.726, Komisaris Utama Rp24.750.000, dan Komisaris Rp22.275.000.

Di PT BPR Jatim, Direktur Utama sebesar Rp49.500.000, Direktur Rp39.600.000, Komisaris Utama Rp19.800.000, dan Komisaris Rp15.840.000.

Sedangkan di PT Air Bersih Jatim, Direktur Utama menerima Rp37.982.319, Direktur Umum dan Keuangan Rp34.184.087, Direktur Teknik Rp34.184.087, Komisaris Utama Rp17.092.044, dan Komisaris Rp15.382.839.

Pansus juga menyoroti ketimpangan kontribusi BUMD terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dari total setoran dividen sekitar Rp488,1 miliar, sekitar 86 persen berasal dari Bank Jatim.

“Struktur BUMD Jawa Timur saat ini tidak mencerminkan diversifikasi sumber pendapatan daerah, melainkan justru menunjukkan ketergantungan yang sangat tinggi pada sektor perbankan,” jelasnya.

Selain itu, Pansus mengingatkan bahwa tanpa perbaikan menyeluruh, keberadaan BUMD berpotensi menjadi beban fiskal.

“Keberadaan sebagian BUMD tidak lagi dapat dipandang sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah, melainkan berpotensi menjadi beban fiskal jangka panjang,” pungkasnya.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendampingan legalitas UMKM Jatim

    Dorong UMKM Naik Kelas, Lilik Hendarwati Fokus pada Pendampingan Legalitas dan Tata Kelola

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pendampingan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ) harus terus dilakukan hingga pelaku UMKM bisa maju dan sejahtera. Hal ini dikatakan anggota komisi C DPRD Jatim, Hj Lilik Hendrawati, usai menggelar reses masa persidangan III tahun 2025-2026 di balai RW 3 Kelurahan Bulak Surabaya, selasa (28/7). Legislator Asal PKS tersebut menyebutkan, untuk […]

  • Wisuda ke-130 Untag Surabaya

    Tesis Restorative Justice Agung Satryo Wibowo Tawarkan Solusi Baru untuk Pidana Perpajakan di Wisuda ke-130 Untag Surabaya

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya sukses menggelar Sidang Terbuka Wisuda ke-130 pada Sabtu-Minggu, 22-23 Februari 2025. Sebanyak 1.520 wisudawan dari Program Sarjana, Magister, dan Doktor dikukuhkan dalam acara yang berlangsung selama dua hari tersebut. Salah satu sorotan utama adalah Agung Satryo Wibowo, Magister Ilmu Hukum dari Fakultas Hukum Untag Surabaya, yang meraih […]

  • Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Tak Ikut Sebarkan Hoax Gempa

    Pemkot Surabaya Imbau Masyarakat Tak Ikut Sebarkan Hoax Gempa

    • calendar_month Minggu, 24 Mar 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Wali Kota Eri Cahyadi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh kabar hoaks yang beredar seputar gempa. Ia juga menekankan agar warga tidak semakin panik, mengingat Surabaya masih dalam keadaan aman meskipun baru-baru ini terdampak gempa. Eri Cahyadi menegaskan bahwa setiap bangunan tinggi di Surabaya sudah dirancang […]

  • Lomba dekorasi ruang DPRD Jatim

    Semangat Merah Putih Menghias Ruang Kerja DPRD Jatim di HUT ke-80 RI

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Ruang Gentur
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sekretariat DPRD Jawa Timur memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia dengan menggelar lomba dekorasi ruangan. Kegiatan ini tidak sekadar perlombaan biasa, melainkan menjadi wujud nyata semangat kebangsaan di lingkungan kerja pemerintahan. Seluruh ruang staf Sekretariat Dewan (Sekwan) yang terletak di lantai satu hingga tiga dihiasi dengan berbagai ornamen bernuansa merah […]

  • Penjualan tanah cuilan negara

    Kades Sidokerto Ditahan Kejari Sidoarjo Kasus Penjualan Tanah Cuilan Negara Rugikan Rp3,1 Miliar

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • visibility 701
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Kasus penjualan tanah cuilan negara di Desa Sidokerto, Sidoarjo, akhirnya mencapai titik terang. Kepala Desa (Kades) Sidokerto, AN, bersama Smn, Ketua Tim 9 penjualan tanah, resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo. Keduanya diduga terlibat dalam penyalahgunaan wewenang terkait penjualan tanah yang seharusnya menjadi aset negara. Kasus ini bermula dari penjualan tanah cuilan […]

  • DPRD Sidoarjo Kemanusiaan

    Demi Kemanusiaan, Arahan Nurani DPRD Sidoarjo untuk Menembus Sekat Kaku Birokrasi Makam

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, memimpin sidang hearing (dengar pendapat) di Ruang Paripurna, Selasa (30/12/2025), guna memediasi polemik pemakaman almarhum Rudi warga di Perumahan Istana Mentari, yang tertahan tembok regulasi kaku Pemkab Sidoarjo dan penolakan sepihak kelompok warga. “Kita bicara manusia, bukan hanya angka atau kertas. Sisi kemanusiaan harus memimpin di […]

expand_less