Efek Domino JKN: Sumbang Rp129 T ke PDB dan Ciptakan 3,5 Juta Lapangan Kerja
- account_circle Mascim
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Di balik layanan kesehatan, Program JKN menciptakan efek domino dahsyat pada perekonomian nasional dengan menyumbang Rp129 triliun ke PDB dan membuka 3,5 juta lapangan kerja baru. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tak hanya menjadi andalan masyarakat saat berobat. Di balik perannya sebagai penjamin layanan kesehatan, program ini membuktikan diri sebagai mesin penggerak ekonomi nasional dengan menciptakan efek domino yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.
Fakta tersebut terungkap dalam Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS Kesehatan Tahun 2025 di Jakarta, Kamis (2/7). Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), Program JKN menyumbang Rp129 triliun pada PDB nasional serta menciptakan sekitar 3,5 juta lapangan kerja di berbagai sektor.
“Program JKN bukan sekadar memberikan jaminan pembiayaan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya SDM Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Ketika masyarakat sehat dan terlindungi, mereka dapat terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian bangsa,” ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, yang akrab disapa Pujo.
Kajian LPEM FEB UI tersebut lebih lanjut mengungkapkan, efek domino JKN menjalar ke berbagai sektor. Selain jasa kesehatan, sektor industri makanan dan minuman, serta layanan sosial, turut merasakan dampak berganda. Setiap kenaikan satu persen kepesertaan Program JKN mampu meningkatkan pengeluaran per kapita sebesar 2,71 persen.
“Kami melihat JKN sebagai investasi, bukan beban. Angka Rp129 triliun dan 3,5 juta lapangan kerja ini adalah bukti nyata bahwa gotong royong di sektor kesehatan menghasilkan dampak ekonomi yang luar biasa. Ini adalah ekosistem yang saling menguatkan. Masyarakat sehat, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan meningkat,” tegas Pujo menjelaskan mekanisme efek domino yang dimaksud.
Hingga akhir Desember 2025, cakupan program ini telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,62 persen dari total penduduk. Sepanjang tahun yang sama, tercatat lebih dari 725,3 juta pemanfaatan layanan kesehatan. Artinya, setiap harinya, lebih dari 1,9 juta interaksi medis terjadi, mulai dari konsultasi dasar hingga penanganan penyakit kritis.
- Penulis: Mascim

