Breaking News
light_mode
Jumat, 24 Juli 2026

YBM PLN UIP JBTB Gelar Sinau Bareng, Tingkatkan Mutu UMKM Binaan Lewat Literasi Digital

  • account_circle Ruang M Andik
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) menggelar program Sinau Bareng bertajuk “Peningkatan Mutu Kelompok Usaha Cahaya” di Surabaya, Kamis (23/7). Langkah ini diambil untuk memperkuat daya saing pelaku usaha kecil binaan melalui optimalisasi strategi pemasaran digital dan pengelolaan arus kas yang sehat.

Ketua YBM PLN UIP JBTB, Gesmulyadi Qodri, menegaskan bahwa forum ini merupakan wujud komitmen pihaknya dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas. “Kami tidak hanya memberikan bantuan modal, tetapi juga memastikan kelompok binaan memiliki kapasitas teknis untuk berkembang. Literasi digital adalah kunci agar produk mereka mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujar Gesmulyadi.

Enam Kelompok Usaha Cahaya binaan hadir dalam sesi pengembangan kapasitas ini, mulai dari sektor peternakan, kerajinan, hingga konveksi. Keenam kelompok tersebut adalah KUC Sartika Dewi, Jago Karah Farm, Cah Angon, FASTER, Ramaniya Crafter, dan xBates. Keberagaman sektor ini menciptakan ruang diskusi yang dinamis, di mana para peserta dapat saling mengisi celah pasar dan bertukar solusi atas hambatan produksi yang kerap muncul di lapangan.

Pada sesi literasi digital, praktisi Ika Chairani membekali peserta dengan strategi membangun identitas merek di media sosial. Fokus utama diarahkan pada cara menciptakan konten yang membangun kredibilitas pelanggan tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang besar.

Sementara itu, Dr. Clarashinta Canggih menekankan urgensi disiplin pencatatan keuangan. Ia menyoroti kesalahan umum yang kerap menjatuhkan bisnis kecil, yakni mencampuradukkan keuangan pribadi dengan omzet usaha. “Usaha yang sehat berawal dari pembukuan yang transparan dan terstruktur, meskipun hanya dicatat melalui aplikasi sederhana di ponsel,” tegasnya.

Untuk memperluas ekosistem usaha, materi rantai pasok dan kolaborasi disampaikan oleh Amirusholihin. Ia mendorong para peserta untuk tidak terjebak dalam ego sektoral dan mulai membangun jaringan kemitraan antarkelompok. Dengan sinergi ini, satu kelompok dapat berfungsi sebagai pemasok bahan baku bagi kelompok lainnya, menciptakan efisiensi dan memperkuat ekonomi internal.

YBM PLN UIP JBTB berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif pasca-kegiatan. Evaluasi berkala akan dilakukan guna memastikan implementasi materi berjalan efektif di masing-masing unit usaha.

Gesmulyadi Qodri menutup kegiatan dengan menekankan pentingnya adaptasi teknologi. “Kami berharap para peserta tidak hanya berhenti pada teori, tetapi berani berinovasi. Kemandirian ekonomi umat akan tercapai jika pelaku usaha kita mampu beradaptasi dan berkolaborasi secara berkelanjutan,” pungkasnya.

  • Penulis: Ruang M Andik
expand_less