Breaking News
light_mode
Rabu, 5 Agustus 2026
Beranda » Pendidikan » Unusa Redesain Kurikulum OBE untuk Cetak Pembelajar Sejati yang Adaptif terhadap AI

Unusa Redesain Kurikulum OBE untuk Cetak Pembelajar Sejati yang Adaptif terhadap AI

  • account_circle Mascim
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menegaskan komitmennya menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif melalui redesain kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE). Langkah strategis ini digulirkan untuk mencetak generasi pembelajar sejati yang tidak sekadar mengejar ijazah, melainkan mampu memberi nilai tambah di tengah perkembangan kecerdasan buatan.

Penegasan tersebut mengemuka dalam Sarasehan Redesain Kurikulum bertema “Kurikulum Berdampak Berbasis Outcome Based Education (OBE) untuk Lulusan Unggul dan Berdaya Saing” yang berlangsung di Surabaya, Selasa (4/8). Forum ini mempertemukan pandangan strategis dari Staf Ahli Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Hermawan Kresno Dipojono, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) Prof. Mohammad Nuh, serta Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono.

Dalam paparannya, Prof. Hermawan menyoroti gelombang otomatisasi yang kian menggerus pekerjaan rutin. Ia menegaskan, kurikulum masa depan harus didesain ulang agar lulusan memiliki kompetensi yang tidak tergantikan mesin. “Robot dan AI akan mengambil alih pekerjaan yang bersifat rutin. Karena itu, perguruan tinggi harus mempersiapkan lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berkolaborasi, berinovasi, berempati, serta mampu menyelesaikan persoalan nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, transformasi ini tidak cukup berhenti pada penguasaan teknologi semata. Prof. Hermawan memperkenalkan paradigma Digital Khalifah 2050, sebuah konsep yang memadukan kecerdasan digital dengan nilai moral dan kepemimpinan spiritual. Menurutnya, visi tersebut merupakan fondasi pengembangan sumber daya manusia untuk menopang cita-cita Indonesia Emas 2045.

Senada dengan hal itu, Ketua YARSIS Prof. Mohammad Nuh menekankan pentingnya mengembalikan tujuan pendidikan pada misi kemaslahatan. Ia menolak paradigma perguruan tinggi yang hanya bertindak sebagai mesin produksi tenaga kerja. “Arah pengembangan Unusa sebagai Islamic Sustainable Digital University menempatkan keberlanjutan dan nilai keislaman sebagai fondasi. Mahasiswa harus tumbuh sebagai true learner yang terus beradaptasi, bukan sekadar pencari ijazah,” tegas Prof. Nuh.

Baca Juga  Gebyar Harlah ke-102 NU: Unusa Tebar Beasiswa dan Cashback Menarik!

Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono menjelaskan secara konkret mekanisme redesain yang sedang berjalan. Pihaknya menerjemahkan filosofi tersebut dengan merancang kurikulum secara mundur, mulai dari profil lulusan yang diharapkan oleh masyarakat dan industri. “Implementasi OBE ini tidak lagi berorientasi pada materi dosen, tetapi pada capaian pembelajaran mahasiswa. Kami mendorong pengalaman belajar yang lebih fleksibel, kolaboratif, dan langsung bersentuhan dengan penyelesaian masalah nyata di masyarakat,” jelas Prof. Tri.

Dengan penyelarasan antara transformasi digital, kebutuhan industri, dan pengabdian masyarakat, Unusa optimistis dapat melahirkan lulusan yang berkarakter dan kompeten. Melalui pendekatan ini, kampus berharap para alumninya tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga menjadi inovator dan agen perubahan yang membawa kemaslahatan.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikatan Batin Ibu dan anak

    Ikatan Batin Antara Ibu dan Anak yang Nyata dan Unik

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Hubungan antara seorang ibu dan anak bukan hanya terbatas pada ikatan fisik atau emosional semata. Banyak ibu yang mengaku bisa merasakan perasaan, kebutuhan, bahkan masalah yang dialami anak mereka, meskipun tanpa komunikasi langsung. Fenomena ini sering disebut sebagai maternal bond atau ikatan batin keibuan. Bagi sebagian orang, hubungan batin ini mungkin tampak […]

  • Festival Rujak Uleg HJKS ke-731

    Ratusan Peserta Akan Ikuti Festival Rujak Uleg HJKS ke-731

    • calendar_month Senin, 13 Mei 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ratusan peserta akan mengikuti Festival Rujak Uleg Semarak rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-731 yang kini terus menggema di Kota Pahlawan. Berbagai event menarik pun telah disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Salah satunya adalah Festival Rujak Uleg yang setiap tahunnya selalu memantik animo masyarakat. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta […]

  • Pemuda Pancasila Jember dukung Gus Fawait

    Pemuda Pancasila Jember Dukung Gus Fawait: Pilkada 2024 Dinilai Tidak Netral

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Jember, Ruang.co.id – Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Jember secara resmi menyatakan dukungan penuh kepada pasangan calon bupati dan wakil bupati, Muhammad Fawait-Djoko Susanto, dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jember 2024. Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Jember, Zamroni Ulfa, menegaskan bahwa ribuan anggota PP telah mantap memberikan dukungan kepada Gus Fawait-Djoko. “Pemuda Pancasila […]

  • Gangguan Disleksia kesulitan membaca

    Menganal Disleksia, Lebih dari Gangguan Kesulitan Membaca

    • calendar_month Kamis, 5 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Disleksia merupakan sebuah gangguan perkembangan yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, dan mengeja. Meskipun sering dikaitkan dengan kesulitan dalam mengidentifikasi huruf dan suara, disleksia sebenarnya jauh lebih kompleks dari itu. Kondisi ini tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan seseorang, dan seringkali ditemukan pada individu dengan potensi intelektual yang tinggi. Penyebab dan Gejala […]

  • Efek tidak konsumsi nasi untuk tubuh

    Tidak Konsumsi Nasi untuk Tubuh, Apa yang Terjadi Jika Berhenti Makan Nasi?

    • calendar_month Jumat, 14 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Makan tanpa nasi? Bagi sebagian orang, itu seperti “hidup tanpa warna”. Apalagi di Indonesia, nasi sudah menjadi makanan pokok yang wajib ada di setiap hidangan. Bahkan, ada yang merasa belum makan jika belum menyantap nasi, meskipun sudah menghabiskan satu porsi mie atau roti. Namun, belakangan ini semakin banyak orang mulai mengurangi atau bahkan […]

  • Sidak Pasar Beras

    Gubernur Sidak Pasar Larangan Sidoarjo, Pastikan Beras Murah Tersalur Lewat SPHP

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Bupati Sidoarjo, Subandi, turun langsung ke Pasar Larangan, Sidoarjo pada Senin, 25 Agustus 2025. Mereka mengawal distribusi beras medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), agar benar-benar merata dan tepat sasaran di tengah tekanan harga pangan di masyarakat. Gubernur Khofifah memeriksa langsung ketersediaan stok, dan […]

expand_less