Predalion Fight Night Hadir di Surabaya, Wadah Baru Pembibitan Petinju Profesional Jatim
- account_circle Ruang M Andik
- calendar_month 3 menit yang lalu
- print Cetak

Predalion Fight Night di GOR Hayam Wuruk Surabaya tampilkan enam partai tinju profesional dari berbagai sasana di Jawa Timur. (Ruangcoid)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Sebanyak enam partai tinju profesional non-gelar digelar di GOR Hayam Wuruk, Komando Daerah Militer V Brawijaya, Kota Surabaya. Ajang bertajuk Predalion Fight Night ini menjadi panggung pembuktian bagi petinju muda dari berbagai daerah di Jawa Timur dan sekitarnya. Sabtu, (22/8).
Promotor acara, Dary Rafly Alifyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang bukan sekadar pertandingan biasa. Ia menyebut acara ini sebagai langkah nyata membangkitkan kembali gairah tinju profesional yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir.
“Harapan saya dengan adanya acara tinju profesional di Surabaya ini menjadi pembibitan untuk atlet-atlet tinju dan menggaet antusias masyarakat. Agar tinju ini menjadi ramai kembali seperti dulu,” ujarnya di sela pertandingan.
Para peserta datang dari sejumlah sasana tinju yang tersebar di Surabaya, Jember, Solo, Gresik, dan Malang. Kehadiran petinju lintas kota itu memperlihatkan bahwa minat terhadap olahraga ini sebenarnya masih besar, hanya saja selama ini kekurangan panggung kompetisi yang konsisten.
Lebih jauh, Dary menilai ekosistem tinju di Jawa Timur sebenarnya memiliki potensi besar. Banyak sasana dan kamp latihan yang aktif membina atlet muda, namun kerap kesulitan mencari ajang untuk menguji kemampuan di level profesional.
“Banyak dari komunitas, camp, atau sasana yang menunggu wadah event-event tinju. Alhamdulillah untuk saat ini sudah mulai banyak event tinju. Banyak anak-anak muda sekarang lebih berfokus untuk berlatih tinju,” katanya.

Dary Rafly Alifyanto, Promotor event boxing (Baju Putih) usai menyematkan medali pada pemenang. (Ruangcoid)
Penyelenggaraan acara ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat. Dary menyebut, keterlibatan band, tenant, hingga komunitas di sekitar lokasi menjadi bagian dari upaya menjadikan tinju bukan hanya sebagai tontonan, tetapi juga ruang kolaborasi ekonomi dan hiburan.
“Walaupun dari mungkin dari acara entertainment seperti band, tenant, komunitas, atau bahkan dari atlet tinju itu sendiri, yang bisa mencari karir atau penghasilan dari olahraga tinju,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa kegiatan semacam ini punya efek sosial yang lebih luas. Dary berharap anak muda yang punya energi berlebih bisa menyalurkannya ke jalur yang lebih positif dan terarah.
“Itu juga menjadi perhatian kami kenapa banyak anak liar di jalan karena tidak ada wadah. Harapan kami, event tinju di Jatim membuka mata bahwa energi muda ini harus dikasih wadah,” tegasnya.
Ke depan, ia ingin para pemuda tidak berlatih secara sembarangan. Ia menyarankan mereka bergabung dengan sasana atau kamp yang jelas, agar bisa tampil di atas ring dengan persiapan matang dan mental yang benar.
“Jangan latihan ngawur. Cari sasana, cari camp yang benar, berlatih, dan tampillah di ring seperti ksatria. Jadilah ksatria di luar dan di dalam ring,” pungkasnya.
- Penulis: Ruang M Andik

