Tinggalkan Sejenak Deadline, Jurnalis Surabaya Rayakan HUT RI lewat Turnamen Domino
- account_circle Ruang M Andik
- calendar_month 37 menit yang lalu
- print Cetak

Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 di Hanaka Social Space Surabaya, diikuti 64 jurnalis memperebutkan Piala ORADO Jawa Timur. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Sebanyak 64 jurnalis dari berbagai media bertanding dalam Turnamen Domino Jurnalis Kemerdekaan 2026 yang berlangsung di Hanaka Social Space, Jalan Flores Nomor 18, Surabaya, Sabtu (22/8/2026). Ajang ini memperebutkan Piala ORADO Jawa Timur dan menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Kompetisi ini diinisiasi oleh Rumah Literasi Digital (RLD) dengan dukungan TIMES Indonesia sebagai media partner. Di lokasi yang sama, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya turut menggelar Lomba Foto On The Spot yang terbuka bagi masyarakat umum.
Kehadiran domino sebagai cabang olahraga resmi mendapat sorotan dari Asisten I Provinsi Jawa Timur Imam Hidayat. Ia memandang permainan ini punya potensi besar karena tidak menuntut fasilitas luas, tetapi tetap mampu melahirkan atlet berprestasi.
“Ada suatu olahraga yang memang tidak membutuhkan ruang terlalu besar, tetapi masih bisa berprestasi,” ujar Imam setelah menjajal langsung meja pertandingan PB ORADO.
Imam menekankan bahwa domino melatih konsentrasi dan kerja sama tim. Nilai-nilai itu, menurutnya, sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern untuk mengasah pengendalian diri.
Ia juga menyoroti masih kuatnya anggapan publik yang mengaitkan domino dengan perjudian. Padahal, statusnya kini telah diakui KONI sebagai olahraga resmi.
“Bagaimana mengangkat domino sebagai suatu olahraga yang berprestasi. Jadi, tidak melulu sesuatu yang asosiasinya dengan permainan atau judi,” tegasnya.
Menurut Imam, media dan jurnalis memegang peran strategis untuk mengubah persepsi tersebut. Pemberitaan yang positif dapat membuka ruang bagi domino untuk dikenal sebagai aktivitas olahraga yang sehat dan kompetitif, setara dengan catur atau bridge.
Dukungan serupa datang dari Sekretaris Umum KONI Jawa Timur Akmal Budiyanto. Ia mengapresiasi penyelenggaraan turnamen yang melibatkan wartawan karena dianggap efektif untuk memperluas pemahaman publik.
“Domino sekarang sudah menjadi cabang olahraga yang resmi dan sah, serta diakui oleh KONI. Karena itu, arahnya harus menjadi olahraga prestasi,” kata Akmal.
Ia mengakui domino sudah lama hidup di tengah masyarakat, terutama dalam kegiatan berkumpul. Tantangannya adalah membangun sistem kompetisi yang terukur dan aturan yang baku.
ORADO disebut telah menyiapkan regulasi pertandingan untuk berbagai level turnamen. KONI Jatim juga mendorong percepatan pembinaan atlet, terlebih kepengurusan ORADO sudah terbentuk di seluruh 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Animonya sangat besar. Tinggal pengurus Orado Jawa Timur membuat program-program yang menyentuh langsung kegiatan-kegiatan yang menghasilkan atlet-atlet berprestasi,” jelas Akmal.
Ia menambahkan, dana hibah dari APBD bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan dan penyelenggaraan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Ketua Harian ORADO Jawa Timur Mulyadi menyebut turnamen yang melibatkan jurnalis merupakan strategi sosialisasi yang sengaja dirancang organisasi.
“Kami berharap domino bisa disosialisasikan melalui teman-teman pewarta dan rekan-rekan media semuanya bahwa domino hari ini telah diakui secara resmi sebagai cabang olahraga,” ungkapnya.
Mulyadi menegaskan bahwa agenda bersama wartawan telah masuk dalam kalender tahunan ORADO Jatim. Langkah ini diambil agar pesan tentang domino sebagai olahraga resmi dapat tersebar luas secara berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan bahwa ORADO Jatim terus menggelar kegiatan di berbagai daerah. Hingga kini hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur telah menjadi lokasi penyelenggaraan.
Pada hari yang sama, selain turnamen jurnalis di Surabaya, ORADO juga menjalankan dua agenda lain di Surabaya dan Kabupaten Jombang.
“Kami secara simultan melaksanakan event-event yang berhubungan dengan domino ORADO Provinsi Jawa Timur,” ucap Mulyadi.
Direktur RLD Andika Ismawan menilai domino sebagai olahraga pikiran yang tidak bergantung pada keberuntungan semata. Strategi, daya ingat, konsentrasi, dan kontrol emosi menjadi kunci permainan.
“Olahraga domino merupakan olahraga pikiran atau mind sport yang melatih strategi, daya ingat, dan kontrol emosi. Hal itu sejalan dengan cara-cara kerja jurnalis di lapangan,” tuturnya.
Turnamen ini didukung banyak pihak, mulai dari perbankan, BUMN, pelaku usaha, hingga perhotelan. Sebut saja Bank Jatim, PT Gudang Garam Tbk, Pertamina Gas Negara, PT Sinergi Gula Nusantara, XLSMART, Sate Asin Garuda, Unitomo Surabaya, Kokoon Hotel Surabaya, The Westin Hotel Pakuwon, Novotel Samator, Aston Sidoarjo City Hotel & Conference, MORA Group, serta sejumlah pendukung lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai memperkuat posisi turnamen sebagai ruang temu antara komunitas jurnalis, organisasi olahraga, dan masyarakat luas. Lebih dari itu, ajang ini menjadi momentum untuk menegaskan wajah baru domino sebagai olahraga yang mengedepankan strategi, sportivitas, dan orientasi prestasi.
- Penulis: Ruang M Andik

