Breaking News
light_mode
Jumat, 9 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » John Galliano Jadi Nyawa Met Gala 2027 lewat Pameran Horizons yang Menelusuri 40 Tahun Karya Penuh Teater dan Sejarah

John Galliano Jadi Nyawa Met Gala 2027 lewat Pameran Horizons yang Menelusuri 40 Tahun Karya Penuh Teater dan Sejarah

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Kalau kamu mengikuti dunia mode beberapa dekade terakhir, nama John Galliano hampir mustahil dilewatkan begitu saja. Desainer asal Inggris ini memang bukan tipe yang main aman. Setiap koleksinya seperti panggung teater berjalan—ada cerita, ada karakter, ada masa lalu yang dihidupkan lagi lewat potongan kain dan siluet yang kadang terasa mustahil dipakai sehari-hari. Justru di situlah daya tariknya. Dan tahun 2027 nanti, The Metropolitan Museum of Art akan menjadikan Galliano sebagai pusat perhatian lewat pameran monografis bertajuk John Galliano: Horizons.

Pameran ini bukan sekadar retrospeksi biasa. Ini semacam pengakuan resmi dari salah satu institusi mode paling berpengaruh di dunia terhadap warisan desainer yang kariernya penuh gejolak sekaligus gebrakan. Met Gala 2027 pun akan menjadikan karya dan pengaruh Galliano sebagai konteks tema utama. Artinya, karpet merah tahun itu bakal jadi ajang para selebritas dan figur mode menginterpretasikan ulang puluhan tahun estetika Galliano. Penasaran seperti apa arahnya?

Kenapa John Galliano Layak Dijadikan Tema Sebesar Ini?

Buat sebagian orang yang baru mengikuti mode, mungkin bertanya-tanya: kenapa Galliano? Jawabannya sederhana—karena cara dia memandang busana berbeda dari kebanyakan desainer. Galliano tidak cuma mendesain pakaian. Ia membangun dunia. Koleksinya lahir dari riset sejarah, potongan film lawas, lukisan abad ke-18, hingga jalanan kota yang penuh dengan karakter tak terduga.

Sejak lulus dari Central Saint Martins pada 1984, koleksi kelulusannya yang terinspirasi Revolusi Prancis sudah langsung mencuri perhatian. Waktu itu, karya tersebut bahkan dibeli oleh butik legendaris asal London, Browns. Sejak titik itulah, perjalanan Galliano mulai membentuk wajah mode kontemporer. Ia lalu memimpin Givenchy, sebelum akhirnya pindah ke Christian Dior pada 1996 dan menciptakan era baru yang sulit dilupakan.

Baca Juga  Perjuangan Hak Perempuan di Indonesia, Tantangan dan Harapan di Hari Perempuan Internasional

Di Dior, Galliano merajut narasi dalam setiap peragaan. Sejarah bukan sekadar referensi tempelan, melainkan sumber utama yang ia tarik ke masa kini dengan cara yang sangat personal. Siluet ketat era Edwardian, struktur pakaian dari Dinasti Qing, hingga gaun ala bangsawan Eropa muncul dalam versi yang lebih liar. Ia mendobrak batasan antara fashion dan seni pertunjukan.

Setelah meninggalkan Dior, orang mengira kariernya akan meredup. Nyatanya, justru di Maison Margiela—rumah mode yang dikenal sangat tertutup dan konseptual—Galliano menemukan ulang keberaniannya. Di sana, ia mengeksplorasi dekonstruksi pakaian, teknik jahit yang tidak konvensional, serta ide soal identitas dan transformasi. Karyanya di Margiela memperlihatkan bahwa Galliano bukan cuma desainer yang pandai bercerita, tapi juga tukang yang sangat serius memikirkan teknik dan bentuk.

Bukan Pameran Biasa: Arsip, Sketsa, hingga Toiles

Pameran John Galliano: Horizons ini kabarnya akan menampilkan pakaian, aksesori, sketsa, toiles, dan arsip riset yang jarang dilihat publik. Buat penggemar mode, justru material seperti sketsa dan toiles ini yang paling menarik. Di sanalah kita bisa melihat bagaimana gagasan liar Galliano lahir: dari coretan tangan, pemilihan bahan, hingga percobaan pola yang gagal berkali-kali sebelum akhirnya tampil di atas panggung.

Pihak museum menyebut pameran ini sebagai pameran monografis ketiga Costume Institute yang berfokus pada desainer yang masih hidup. Sebelumnya, penghargaan serupa pernah diberikan kepada Rei Kawakubo dan Yves Saint Laurent. Jadi, ini bukan pameran kaleng-kaleng. John Galliano akan berada di jajaran nama besar yang karyanya dianggap punya kontribusi penting dalam membentuk wacana mode global.

Pameran akan digelar mulai 9 Mei 2027 di The Met Fifth Avenue dan berlangsung sampai Januari 2028. Jadi, kalau kamu berencana ke New York dalam rentang waktu itu, pameran ini bisa jadi salah satu destinasi yang layak masuk daftar.

Baca Juga  Ini Pemakaian Sheet Mask yang Benar, Perlu Dibilas atau Langsung Tidur?

Mengapa “Horizons” Jadi Judul yang Menarik?

Kata “Horizons” dalam judul pameran memberi kesan luas. Tidak sekadar melihat ke belakang, tapi juga memetakan arah yang telah dibuka oleh Galliano untuk generasi setelahnya. Memang ada sisi problematik dalam perjalanan karier Galliano—terutama kontroversi yang pernah menjatuhkannya dari tampuk kekuasaan di Dior. Namun, pameran ini tampaknya ingin menempatkan karya sebagai pusat tanpa sepenuhnya menghapus kompleksitas sosok di belakangnya.

Justru di sinilah letak kemenarikan narasi yang dibangun. Galliano bukan figur yang bersih dari kesalahan. Ia pernah jatuh, dihujat, lalu mencoba bangkit dengan cara yang tidak banyak dipilih desainer lain: bekerja dalam diam. Di Maison Margiela yang memang menghindari sorotan berlebihan, Galliano seperti menemukan ruang untuk kembali pada inti berkarya. Dan publik mode menyaksikan itu semua.

Met Gala 2027 nanti pun akan menjadi ruang tafsir bagi para tamu undangan. Tentu bakal muncul berbagai interpretasi liar, ada yang setia pada nuansa sejarah dan teater, ada pula yang bermain dengan dekonstruksi khas periode Margiela. Justru ketegangan antara dua masa itu yang membuat tema ini kaya.

Tips Menikmati Pameran John Galliano: Horizons

Buat kamu yang berencana datang langsung ke The Met, ada beberapa hal kecil yang bisa bikin pengalamanmu lebih dalam. Pertama, sempatkan membaca atau menonton dokumentasi koleksi Galliano di era Dior. Setidaknya beberapa cuplikan peragaan seperti “Haute Couture Fall 1998” atau “Spring 2004”. Dengan begitu, saat melihat gaun aslinya di depan mata, kamu tidak cuma melihat kain, tapi juga konteks dramatis di baliknya.

Kedua, jangan terburu-buru melewati bagian sketsa dan toiles. Memang tidak secemerlang gaun couture di ruang utama, tapi dari sanalah kamu bisa menangkap cara pikir Galliano. Ada detail yang hanya bisa dimengerti lewat proses, bukan lewat hasil akhir.

Baca Juga  Jadwal Tayang Film Petaka Gunung Gede di Bioskop Surabaya Hari Ini, 11 Februari Hari Ini

Ketiga, bawa waktu lebih. Pameran besar seperti ini biasanya butuh setidaknya dua jam untuk dinikmati tanpa merasa dikejar. Datang pagi hari saat museum baru buka bisa jadi pilihan paling nyaman kalau kamu ingin menghindari kerumunan.

Hadirnya John Galliano: Horizons sebagai pameran utama sekaligus roh dari Met Gala 2027 menandai satu babak penting dalam cara kita membaca mode kontemporer. Galliano bukan hanya tentang gaun indah, tapi tentang bagaimana busana bisa menjadi medium bercerita yang sangat kuat. Kariernya memang tidak selalu mulus, namun jejak kreatifnya terlalu besar untuk diabaikan begitu saja.

Kalau nanti karpet merah Met Gala 2027 mulai dipenuhi interpretasi karya-karya Galliano, setidaknya kita sudah punya bayangan dari mana semua itu berasal. Sebuah cakrawala yang dibangun selama empat dekade dari sejarah, teater, budaya, dan keberanian untuk terus bertransformasi.

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mitos Jus Wortel Untuk Mmebuat Mata Lebih Jelas

    Mitos atau Fakta: Jus Wortel Bikin Mata Jelas

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa wortel baik untuk kesehatan mata. Namun, apakah benar minum jus wortel secara rutin dapat memperbaiki penglihatan, terutama mata minus? Mari kita bedah mitos dan fakta di balik klaim ini. Mitos bahwa wortel dapat memperbaiki penglihatan, terutama pada penderita mata minus, sudah beredar luas. Hal ini terkait dengan […]

  • PAN Jatim Target 3 Besar

    PAN Jatim Kobarkan Semangat Kejayaan Kerajaan Majapahit untuk Bantu Rakyat dan Rebut Posisi 3 Besar

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pelantikan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) se-Jawa Timur di JX Expo Surabaya, Minggu (10/5/2026), berlangsung spektakuler megah dan sarat nuansa kebangsaan. Acara itu tak hanya menjadi momentum konsolidasi politik PAN, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kejayaan Nusantara dan kemandirian rakyat. Ketua Umum Zulkifli Hasan atau Zulhas hadir dan menegaskan bahwa, Jawa Timur […]

  • Opini WTP Pemprov Jatim ke-11

    Pemprov Jatim Kembali Raih Opini WTP Ketua DPRD Akan Kejar Terus Temuan BPK

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Untuk yang ke 11 kalinya Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Opini WTP tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur dengan agenda Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas LKPD Provinsi […]

  • Jurnal Bereputasi

    12 Paper Siap Terbit di JIY Langkah Strategis IPPNU Jatim Menuju Jurnal Bereputasi Scopus

    • calendar_month Senin, 10 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur telah mengambil langkah strategis dalam dunia akademik. Melalui Workshop Kepenulisan dan Pengelolaan Jurnal yang digelar pada Minggu (9/3), sebanyak 12 kader IPPNU kini siap menjadi kontributor paper di Journal of Islamic Youth (JIY). Ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan fase awal menuju […]

  • Sejarah Kota Padang

    Sejarah Kota Padang: Dari Perkampungan Nelayan hingga Kota Metropolis

    • calendar_month Minggu, 24 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kota Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat, memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Perjalanan panjang kota ini telah membentuk identitasnya yang unik, perpaduan antara budaya Minangkabau yang kental dengan pengaruh kolonial. Awal Mula: Perkampungan Nelayan Sejak abad ke-16, Padang telah menjadi pelabuhan penting dalam perdagangan rempah-rempah, menarik pedagang dari berbagai daerah. Sebelum menjadi […]

  • Stadion Legendaris Surabaya Gelora 10 November Jadi Tuan Rumah Piala Kemenpora Liga Anak Indonesia U-12

    Stadion Legendaris Surabaya Jadi Tuan Rumah Piala Kemenpora Liga Anak Indonesia U-12

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Stadion legendaris kebanggan arek-arek Surabaya, Gelora 10 November (G10N) terpilih menjadi tuan rumah dalam perhelatan final Piala Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Liga Anak Indonesia Usia-12, pada Kamis (29/8/2024). Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora RI, Yohan mengatakan bahwa terpilihnya Stadion G10N Surabaya menjadi tuan rumah final Piala Kemenpora Liga […]

expand_less