Gercep! DLH Pemkot Surabaya Langsung Angkut Aduan Sampah Warga Kedungdoro yang 16 Hari Menggunung
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Pemkot Surabaya bergerak cepat benahi rantai pengangkutan sampah kampung usai warga laporkan tumpukan selama enam belas hari. (Dok Humas Pemkot SBY)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Surabaya, Ruang.co.id – Warga Kedungdoro mengadu ke Wali Kota Eri Cahyadi, karena sampah rumahnya menumpuk selama enam belas hari, akibat layanan penggeledek mandek.
Langsung saja, Wali Kota Eri Cahyadi perintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), untuk cek sumber tumpukan sampah langsung di lokasi warga.
“Sampahnya enam belas hari belum diangkut. Turun ke lapangan dan selesaikan laporan warga ini segera,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi.
Kepala DLH Kota Surabaya M. Fikser sebut masalah terjadi pada pengangkutan warga menuju TPS, bukan dari TPS ke TPA.
Lanjut kata Fikser, warga sudah bayar iuran rutin, namun petugas penggeledek kewalahan, karena merangkap banyak wilayah RT dan RW.
Berdasarkan data DLH Surabaya, volume sampah harian kota mencapai lebih dari 1.500 ton yang bersumber dari rumah tangga.
Mengacu Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014, pengelolaan sampah rumah tangga wajib berjalan sinergis antara warga dan pemerintah.
“Warga silakan bermusyawarah mengganti penggeledek, jika tak sesuai perjanjian tanpa intervensi penjaga TPS,” ujar Fikser.
DLH pastikan beri sanksi tegas kepada petugas TPS yang mencoba menghalangi atau mengintimidasi kesepakatan warga kampung.
Pemkot kemudian mengevakuasi tumpukan sampah tersebut. dan bermediasi dengn pihak RT, RW, serta pengangkut, guna benahi alur rantai kebersihan secara berkelanjutan.
- Penulis: Ruang Nurudin

