Perubahan Desil Kemensos Resahkan Jutaan Rakyat, Pemkot Surabaya Survei Ulang Selamatkan Warga Miskin
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Perubahan desil Kemensos meresahkan jutaan rakyat, namun Pemkot Surabaya sigap survei ulang demi keadilan warganya. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Surabaya, Ruang.co.id – Ketika jutaan warga Indonesia menjerit, karena terjadi anomali perubahan desil Kemensos yang janggal, pusat hanya bergeming tanpa sanksi tegas bagi pihak yang lalai.
Jeritan nurani rakyat menggema se-Indonesia, akibat anjloknya status sosial secara sepihak. Hasil survei Data DTKS Kemensos pusat dianggap tidak valid tersebut, mencerminkan kegagalan realitas kemiskinan di lapangan yang sesungguhnya.
Merespons keluhan demikian yang datang dari warga Surabaya, Pemkot bergerak cepat. Dinsos Surabaya langsung menerjunkan tim independen, untuk melakukan survei ulang, menyisir ribuan data desil warga, demi keadilan sosial yang hakiki.
“Jadi tim survei kami langsung ke lapangan, terus ada yang bersama dengan pihak kelurahan. Karena kelurahan juga mendapatkan keluhan, dia juga bisa melakukan secara langsung,” kata Antiek Sigiharti, Kepala Dinsos Kota Surabaya, Jumat (4/9/2026).
Berdasarkan data valid Dinsos Surabaya, tercatat 12.500 keluarga terdampak anomali desil. Verifikasi faktual menunjukkan, 85 persen di antaranya masih layak menerima bantuan sosial segera.
“Sampai dengan saat ini (September), kami menerima sekitar 3.283. Nah, keluhan ini kemudian dari hasil outreach kami usulkan untuk pemutakhiran ke pusat,” tuturnya.
Keputusan langkah berani yang dilakukan Pemkot Surabaya ini, berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, yang mewajibkan keakuratan data sebagai dasar utama intervensi kebijakan pemerintah.
- Penulis: Ruang Nurudin

