Breaking News
Rabu, 24 Juni 2026
Trending Tags
Beranda » Daerah » FPK Sidoarjo 2026-2030 Dikukuhkan, Satukan 22 Etnis Demi Kerukunan dan Pembangunan Daerah

FPK Sidoarjo 2026-2030 Dikukuhkan, Satukan 22 Etnis Demi Kerukunan dan Pembangunan Daerah

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi mengukuhkan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Sidoarjo masa bakti 2026-2030, Selasa (23/6/2026).

Pengukuhan berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sidoarjo Nomor 103 Tahun 2026, tentang susunan dewan pembina dan pengurus forum.

Bupati Sidoarjo Subandi melalui Sekretaris Daerah dr. Fenny Apridawaty mengukuhkan kepengurusan, yang beranggotakan tokoh lintas etnis dan agama di Kabupaten Sidoarjo.

Susunan dewan pembina melibatkan sejumlah pejabat strategis daerah, termasuk Wakil Bupati, Kepala Kesbangpol, Kepala Kementerian Agama, dan Kepala Dinas Pendidikan.

Sementara itu, kepengurusan forum dipimpin Sujani, S.Sos sebagai ketua, didampingi Drs. Daniel Estoding, M.Pd sebagai wakil ketua dan Tomi Sans Buntar, SH, MH, MA sebagai sekretaris.

Keanggotaan forum mencerminkan keberagaman masyarakat Sidoarjo. Perwakilan etnis Jawa, Madura, Batak, Bali, Minahasa, hingga Sulawesi bergabung dalam wadah pembauran tersebut.

Ketua FPK Sidoarjo Sujani menegaskan, komitmen organisasinya untuk menjaga keharmonisan antar suku dan etnis di Kabupaten Sidoarjo.

“Insyaallah kami akan membuktikan bahwa kami mampu membantu menjaga kerukunan suku dan etnis di Sidoarjo,” tegas Sujani.

Ia juga mengajak seluruh pengurus menjalankan amanah organisasi dengan memperkuat komunikasi dan persatuan masyarakat.

“Kami sebagai pengurus siap melaksanakan amanat ini, menjadi jembatan informasi bagi masyarakat, menjaga kebersamaan demi kemajuan Sidoarjo,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Fenny Apridawati menyampaikan pesan Bupati Subandi bahwa kerukunan merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah.

“Modal utama pembangunan adalah kerukunan. Tanpa kekompakan, kebijakan sulit berjalan cepat,” kata Fenny dalam sambutannya.

Menurutnya, kondisi masyarakat yang aman dan harmonis akan mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Sidoarjo.

“Investor pasti tertarik masuk kalau suasana di Kabupaten Sidoarjo ini kondusif,” tambahnya.

Fenny juga mengungkapkan capaian Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Sidoarjo yang menjadi kebanggaan daerah.

“Sidoarjo mencatat angka 83,65, tertinggi di Jawa Timur untuk kategori kabupaten,” ungkapnya.

Kepala Bakesbangpol Sidoarjo Fredik Suharto menjelaskan FPK memiliki tugas memperkuat komunikasi dan kerukunan antar etnis yang tersebar di wilayah Sidoarjo.

Saat ini, sekitar 22 etnis tercatat aktif dan dilibatkan dalam forum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkokoh persatuan bangsa.

Melalui sinergi seluruh elemen masyarakat, FPK diharapkan menjadi jembatan dialog yang efektif untuk mewujudkan Sidoarjo yang aman, damai, toleran, dan semakin maju hingga 2030.

  • Penulis: Ruang Nurudin
expand_less