Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Kesehatan » Anak Sering Lelah dan Nilai Turun? Awas, Tanda Kurang Zat Besi!

Anak Sering Lelah dan Nilai Turun? Awas, Tanda Kurang Zat Besi!

  • account_circle Ruang Sely
  • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Pernahkah Anda memperhatikan anak tiba-tiba kehilangan semangat belajar, wajahnya pucat, atau nilai sekolahnya anjlok tanpa alasan jelas? Jangan buru-buru menyalahkan malas atau kurang motivasi. Bisa jadi ini adalah alarm tubuh bahwa si kecil mengalami defisiensi zat besi, masalah yang sering diabaikan padahal berdampak serius pada tumbuh kembang. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 3 dari 10 anak Indonesia usia sekolah menderita anemia, dengan 60% kasus disebabkan oleh kekurangan zat besi.

Dari Otak Sampai Imun Tubuh: Dampak Mengkhawatirkan Defisiensi Zat Besi

Zat besi bukan sekadar komponen pembentuk darah. Mineral ini adalah kunci produksi hemoglobin, protein vital yang mengangkut oksigen ke seluruh organ—termasuk otak yang sedang berkembang. dr. Rizki Aryo Wicaksono, Sp.A dari RSIA Bina Medika Bintaro menjelaskan bahwa ketika pasokan oksigen ke otak tidak optimal, anak akan menunjukkan gejala seperti sulit fokus, daya ingat lemah, dan lambat memproses informasi. Yang lebih mengkhawatirkan, penelitian jurnal Nutrition Reviews membuktikan bahwa anak dengan anemia defisiensi besi kronis berisiko mengalami penurunan IQ hingga 5-10 poin.

Tidak berhenti di situ, sistem imun anak juga menjadi korban. Sel darah merah yang tidak sehat membuat pertahanan tubuh rapuh, sehingga si kecil mudah terserang infeksi berulang seperti flu atau diare. Dalam jangka panjang, organ-organ vital seperti jantung dan paru bisa mengalami gangguan fungsi karena terus bekerja ekstra keras mengompensasi kekurangan oksigen.

Mengenali Gejala yang Sering Disalahartikan

Kekurangan zat besi pada anak kerap terselubung karena gejalanya mirip dengan kelelahan biasa. Salah satu tanda khas yang jarang diketahui orang tua adalah pica syndrome, kondisi di anak memiliki keinginan mengonsumsi benda non-makanan seperti es batu, tanah, atau kapur. Perilaku ini adalah mekanisme alamiah tubuh mencari sumber zat besi.

Baca Juga  Manfaat Gerakan Sujud dalam Salat Rahasia Kesehatan Otak dan Tubuh yang Terabaikan

Selain itu, waspadai perubahan fisik seperti kuku yang mudah patah atau rambut rontok berlebihan. Pada bayi dan balita, perkembangan motorik yang terlambat—seperti belum bisa duduk di usia 8 bulan atau berjalan di usia 18 bulan—bisa menjadi indikator. Sebuah studi di Pediatric Clinics of North America menemukan bahwa 58% anak dengan defisiensi besi menunjukkan gangguan koordinasi tubuh.

Strategi Cerdas Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Harian

Mengandalkan bayam saja tidak cukup. Zat besi dari sumber nabati (non-heme iron) hanya diserap tubuh 2-20%, jauh di bawah besi hewani (heme iron) yang mencapai 15-35%. dr. Rizki menyarankan kombinasi cerdas antara daging merah tanpa lemak, hati ayam, dan makanan laut seperti kerang atau ikan tuna. Untuk meningkatkan penyerapan, padukan dengan sumber vitamin C seperti jambu biji atau pepaya—kombinasi ini terbukti meningkatkan absorpsi zat besi hingga 3 kali lipat.

Bagi orang tua yang menghadapi kendala anak picky eater, fortifikasi nutrisi bisa menjadi solusi. Produk seperti sereal sarapan yang diperkaya zat besi atau susu formula khusus mengandung lactoferrin (protein penyerap besi) telah teruji klinis membantu mengatasi anemia. Namun, suplemen zat besi hanya boleh diberikan atas rekomendasi dokter setelah tes feritin serum untuk menghindari risiko keracunan.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika anak menunjukkan gejala seperti sesak napas saat aktivitas ringan, denyut jantung cepat, atau pertumbuhan yang terhambat lebih dari 2 bulan, segera lakukan pemeriksaan darah lengkap. Kadar hemoglobin di bawah 11 g/dL dan feritin serum kurang dari 12 ng/mL adalah indikator kuat defisiensi besi. Intervensi dini sangat krusial karena penelitian membuktikan bahwa efek negatif anemia pada perkembangan kognitif bisa bersifat permanen jika tidak ditangani sebelum usia 2 tahun.

Baca Juga  Di Balik Angka 8,2%: Mengapa Perempuan Indonesia Memilih 'Tunda Dulu' untuk Hamil?
  • Penulis: Ruang Sely

Rekomendasi Untuk Anda

  • warga GSI Surabaya konflik jalan ditutup beton

    Konflik Jalan Ditutup Beton di Perumahan GSI Surabaya: Warga Lapor ke Polisi

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Warga Perumahan Gunung Sari Indah (GSI) Surabaya dibuat geger oleh aksi penutupan jalan dengan tembok beton yang terjadi pada Rabu (15/01/2025). Langkah ini dilakukan oleh Salim Bachmid, yang mengklaim sebagai pemilik sah lahan tersebut berdasarkan Surat Hak Milik (SHM) nomor 2947. Namun, warga menganggap area tersebut merupakan bagian dari fasilitas umum (fasum) […]

  • resep es sirsak kelapa muda

    Resep Es Sirsak Kelapa Muda Viral ala Chef, 10 Menit Seger Nagih! (No Ribet)

    • calendar_month Senin, 14 Apr 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Lagi cari minuman segar rendah kalori tapi bikin nagih? Coba racikan es sirsak kelapa muda ala Chef Arnold ini! Gabungan manis sirsak, gurih kelapa, dan citrusy lemon bikin rasa layak jual di kafe. Plus, hanya butuh 4 bahan utama dan 10 menit proses masak. Cocok buat yang #AntiRibet! Bahan-Bahan (Porsi 4 Orang) & […]

  • Solusi masalah pertanahan Jawa Timur

    Ketua DPRD dan Kepala Kanwil BPN Kupas Tuntas Masalah Petanahan di Jawa Timur di Ruang Publik TVRI

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ketua DPRD Jatim, H M Musyafak bersama Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Jawa Timur, Muhammad Naim membahas Tuntas Masalah pertanahan dan solusinya dalam dialog di acara Ruang Publik TVRI Surabaya, Selasa, (7/7). Dalam dialog yang dipandu presenter Briansyah Dewandri tersebut, kedua narasumber yang berpengaruh di Jawa Timur tersebut memaparkan program […]

  • Gus Kikin caketum PBNU

    Maju Caketum, Gus Kikin Bawa Amanah Tebuireng untuk Menjaga Ruh Perjuangan NU Abad Kedua

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Jombang, Ruang.co.id – Di tengah bursa calon Ketua Umum PBNU yang riuh oleh isu dan tarik-menarik kepentingan, satu nama hadir dengan tenang, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin. Pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur ini merupakan cicit pendiri NU, KH M. Hasyim Asy’ari, dan diusung PWNU Jawa Timur pada Muktamar ke-35 NU […]

  • Pemain Inter Milan merayakan kemenangan dan Lolos Final Liga Champions 2025 (Dok. UEFA)

    Inter Milan Tembus Final UCL 2025 Usai Taklukkan Barcelona 4-3 Lewat Extra Time Dramatis

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Inter Milan Lolos ke Final Liga Champions Usai Kalahkan Barcelona 4-3 Lewat Extra Time. Inter Milan memastikan tiket ke final Liga Champions 2024/2025 dengan menyingkirkan Barcelona dalam laga dramatis di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, Rabu (7/5) dini hari WIB. Nerazzurri menang 4-3 di leg kedua semifinal dan unggul agregat 7-6. Laga berlangsung dalam […]

  • Kredit Puspita Digital

    Surabaya Lawan Pinjol, Kredit Digital Puspita BPR Jadi Jawaban Cerdas

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lagi – lagi kembali mencuri perhatian nasional melalui langkah progresif yang menyentuh denyut nadi masyarakat. Dalam forum virtual assessment TPAKD Award 2025, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan komitmennya melindungi warga dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal dan praktik rentenir, dengan menghadirkan solusi konkret, yakni Kredit Puspita berbasis digital dari […]

expand_less