Breaking News
light_mode
Minggu, 20 September 2026
Beranda » Daerah » Pendidikan » Prof. Mike Yuliana Pimpin Riset AI-Drone, Sinergi Tiga Kampus untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Prof. Mike Yuliana Pimpin Riset AI-Drone, Sinergi Tiga Kampus untuk Perkuat Ketahanan Pangan

  • account_circle Ruang Wawan
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Prof. Dr. Mike Yuliana, S.T., M.T. memimpin penelitian yang mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), perangkat portable, sensor, dan drone untuk mendukung pertanian presisi. Riset bertajuk “Integrasi Inovasi Teknologi Portable-AI-Drone untuk Optimalisasi Produksi dan Ketahanan Pangan Berkelanjutan” tersebut mempertemukan peneliti dari tiga perguruan tinggi.

Kolaborasi itu melibatkan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Politeknik Negeri Jember (Polije). Tim peneliti memadukan keahlian teknologi elektronika, kecerdasan buatan, sistem informasi, drone, sensor, hingga ilmu pertanian.

Prof Mike Yuliana memimpin konsorsium riset tersebut dari PENS. Tim mengarahkan inovasi ini untuk membantu petani memantau kondisi tanaman, mengenali gangguan sejak dini, serta menentukan tindakan berdasarkan data lapangan.

Prof Mike Yuliana Integrasikan AI dan Drone untuk Pertanian

Prof Mike bersama tim membangun ekosistem teknologi yang menghubungkan proses pemantauan, diagnosis, pemetaan, dan pengendalian tanaman.

Sistem tersebut memanfaatkan perangkat portable JagaPadi Modular untuk mengumpulkan data di lapangan. Perangkat ini membawa kamera dan sensor untuk membaca kondisi tanaman serta lingkungan sekitar.

Tim kemudian mengolah data tersebut dengan teknologi AI. Sistem dapat membantu mengenali indikasi penyakit pada tanaman padi dan memberikan informasi pendukung bagi pengguna.

Pada sisi lain, drone membantu tim memetakan kondisi area persawahan. Teknologi Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) memberikan gambaran mengenai kondisi vegetasi di lahan.

Hasil pemetaan membantu tim menemukan area yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Petani kemudian dapat memeriksa lokasi tersebut secara lebih terarah.

PENS, ITS, dan Polije Bangun Kolaborasi Lintas Keilmuan

Kekuatan utama riset ini terletak pada sinergi tiga perguruan tinggi.  PENS membawa keahlian pada bidang elektronika, AI, sensor, komunikasi, dan integrasi sistem. Keahlian tersebut mendukung pengembangan perangkat portable, sistem AI, serta teknologi drone.

Baca Juga  Casio G-Shock Fine Metallic Series Pilihan Terbaik untuk Jam Tangan Hybrid dan Digital Tahan Air

ITS turut memperkuat aspek teknologi dan rekayasa dalam pengembangan sistem. Sementara itu, Polije memberikan perspektif keilmuan pertanian yang penting untuk menghubungkan teknologi dengan kebutuhan nyata di lahan.

Kolaborasi tersebut mempertemukan teknologi dan pertanian dalam satu tim. Pendekatan ini membantu peneliti merancang sistem yang tidak hanya fokus pada perangkat, tetapi juga memperhatikan kebutuhan pengguna di lapangan.

Nama-nama peneliti dalam konsorsium antara lain Muhammad Attamimi, Hendra Yufit Riskiawan, Hendri Darmawan, Mochammad Zen Samsono Hadi, Nailul Muna, Rudy Dikairono, Ronny Mardiyanto, Gallyndra Fatkhu Dinata, Refa Firgiyanto, dan Dwi Putro Sarwo Setyohadi.

JagaPadi Bantu Deteksi Penyakit Tanaman Padi

Salah satu bagian menarik dari riset ini hadir melalui JagaPadi Modular. Perangkat portable tersebut membantu pengguna mengumpulkan informasi dari tanaman secara langsung.

Tim juga mengembangkan Chatbot JagaPadi sebagai asisten diagnosis. Sistem AI mengolah informasi yang masuk dan membantu pengguna memahami kondisi tanaman.

Teknologi ini membuka peluang bagi petani untuk mendapatkan informasi secara lebih cepat. Petani juga dapat memanfaatkan hasil analisis sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan tindakan di lahan.

Dengan pendekatan tersebut, petani tidak harus mengandalkan pengamatan visual saja. Data dari kamera, sensor, dan pemetaan drone dapat memberikan informasi tambahan.

Drone Bantu Petakan dan Semprot Area Sawah

Riset ini juga menghadirkan teknologi drone untuk mendukung pemetaan dan penyemprotan.

Drone mengambil data kondisi tanaman dari area yang luas. Sistem kemudian mengolah data tersebut melalui analisis NDVI.

Hasil analisis membantu tim menentukan area yang membutuhkan penanganan. Drone penyemprot Hexarotor kemudian dapat mendukung proses penyemprotan pada area target.

Pendekatan tersebut membuka peluang penerapan precision farming. Petani dapat mengarahkan tindakan berdasarkan kondisi lahan, bukan sekadar melakukan penyemprotan secara merata.

Baca Juga  Jejak Kejayaan Kerajaan Maritim Sriwijaya di Nusantara

Teknologi ini juga berpotensi membantu petani menghemat penggunaan sumber daya. Pada saat yang sama, sistem dapat mempercepat proses pemantauan lahan.

Teknologi Pertanian Beri Manfaat bagi Petani

Integrasi AI, sensor, dan drone membawa sejumlah manfaat bagi pengelolaan pertanian.

Petani dapat memperoleh informasi kondisi tanaman dengan lebih cepat. Sistem juga membantu petani menemukan area yang memiliki indikasi masalah.

Data NDVI memberikan gambaran kondisi vegetasi pada area yang luas. Sementara itu, perangkat portable membantu pengguna melakukan pemeriksaan lebih dekat di lapangan.

Kombinasi kedua pendekatan tersebut membuat proses pemantauan menjadi lebih terarah.

Teknologi penyemprotan presisi juga dapat membantu petani menentukan area sasaran. Cara ini berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan bahan dan waktu kerja.

Dalam jangka panjang, sistem tersebut dapat mendukung produktivitas pertanian sekaligus mendorong praktik budidaya yang lebih berkelanjutan.

Prof Mike Dorong Riset Menuju Hilirisasi

Prof Mike Yuliana dan tim tidak berhenti pada pengembangan teknologi. Mereka juga membuka peluang penerapan sistem dalam skala yang lebih luas.

Materi penelitian menunjukkan peluang pengembangan model bisnis B2B, B2G, dan cooperative farming. Tim juga melihat potensi penerapan teknologi pada berbagai komoditas.

Selain padi, konsep tersebut dapat mendukung pengelolaan jagung, tebu, hortikultura, dan perkebunan.

Pendekatan multi-komoditas membuat teknologi memiliki ruang pengembangan yang lebih luas. Tim dapat menyesuaikan sistem dengan karakteristik tanaman dan kebutuhan masing-masing sektor.

Kolaborasi PENS, ITS, dan Polije menjadi modal penting untuk membawa inovasi tersebut lebih dekat dengan kebutuhan pengguna. Sinergi lintas disiplin juga memperkuat peluang riset untuk masuk ke tahap implementasi dan hilirisasi.

Melalui kepemimpinan Prof Mike Yuliana, riset Portable-AI-Drone ini menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan pertanian. Teknologi AI, sensor, perangkat portable, dan drone bekerja bersama untuk membantu petani mengambil keputusan berdasarkan data.

Baca Juga  Lenovo ThinkBook 16p Gen 6: Laptop Profesional dengan Intel Core Ultra HX dan Wi-Fi 7

Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan sektor pertanian dan mendukung ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.

  • Penulis: Ruang Wawan

Rekomendasi Untuk Anda

  • Surabaya International Jewellery Fair 2024

    Indonesia Naik ke Peringkat 12 Dunia Sebagai Eksportir Perhiasan di 2024

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya,Ruang.co.id – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mengungkapkan bahwa Indonesia berhasil menduduki peringkat ke-12 sebagai eksportir perhiasan terbesar dunia pada tahun 2024. Hal ini merupakan peningkatan signifikan dari posisi ke-17 pada tahun sebelumnya. Reni Yanita, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian RI, menyebutkan bahwa salah satu faktor pendorong prestasi tersebut adalah partisipasi […]

  • Reno Salampessy

    Dari Lapangan Basket ke Lapangan Hijau: Reno Salampessy Siap Jadi Bintang Baru!

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Siapa yang tidak kenal Reno Salampessy? Nama yang dulunya menghiasi dunia basket Papua ini kini menjadi sorotan di kancah sepak bola nasional. Perjalanannya dari Honda DBL Papua hingga mencetak gol di Liga 2 bersama Persipura Jayapura adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa diwujudkan dengan kerja keras dan semangat tinggi. Masih ingat […]

  • Ancaman Gempa Megathrust

    Mengenali Gempa Megathrust, Ancaman Besar dari Dasar Laut

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Bumi, yang sering kita anggap kokoh dan tak tergoyahkan, menyimpan kekuatan dahsyat di dalamnya. Di bawah permukaan bumi, terdapat lempeng-lempeng tektonik yang terus bergerak. Gempa megathrust, salah satu jenis ancaman gempa yang paling kuat, terjadi ketika lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng benua. Ketika lempeng-lempeng ini bergesekan, energi yang tersimpan di dalamnya […]

  • ciri bahasa tubuh orang cerdas

    Jangan Salah Baca! 5 Bahasa Tubuh Ini Buktikan Seseorang Jenius Tanpa Bicara

    • calendar_month Minggu, 20 Apr 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pernah bertemu orang yang membuat kita berpikir, “Wah, dia pasti pintar,” padahal belum pernah mendengar ia berbicara panjang lebar? Kecerdasan ternyata punya bahasa sendiri—bahasa yang tak diucapkan, tetapi terpancar jelas lewat gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan cara berinteraksi. Psikolog seperti Amy Cuddy dan Paul Ekman telah membuktikan bahwa kecerdasan intelektual dan emosional sering […]

  • daftar hp support eSIM 2025

    Wajib Tahu! Daftar HP eSIM 2025 Ganti SIM Fisik Jadi Lebih Mudah

    • calendar_month Selasa, 15 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Permen Kominfo No. 7 Tahun 2025 secara resmi menggalakkan migrasi dari kartu SIM konvensional ke teknologi eSIM. Menteri Kominfo Meutya Hafid menegaskan, dalam beberapa tahun ke depan, masyarakat tidak lagi perlu repot dengan kartu fisik. Namun, sebelum beralih, ada satu hal krusial: pastikan ponsel Anda kompatibel dengan eSIM. Mengapa eSIM […]

  • Business Continuity Management System

    TPS Perkuat Logistik Nasional dengan Sistem Manajemen Bisnis Berkelanjutan

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) sebagai simpul penting dalam rantai pasok nasional secara konsisten meningkatkan ketahanan operasional pelabuhan. Upaya strategis ini diwujudkan melalui penerapan kerangka kerja sistematis yang dikenal sebagai Business Continuity Management System (BCMS). Rabu, (10/12/2025). Sistem yang berstandar internasional ISO 22301 ini menjadi tulang punggung dalam menjaga kesiapsiagaan layanan terminal petikemas […]

expand_less