Sidoarjo Berbenah Selamatkan Gizi Anak Lewat Evaluasi Ketat Dapur SPPG di Forum Tertutup
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

sebanyak 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Sidoarjo, masih menjalani status suspensi operasional. (Din)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Hingga kemarin, sebanyak 31 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Sidoarjo, masih menjalani status suspensi operasional.
Satgas MBG Sidoarjo, bergerak cepat menggelar koordinasi dengan BGN maupun pengelola Dapur SPPG se- Sidoarjo.
Bakesbangpol Sidoarjo mengaku memfasilitasi pertemuan koordinasi strategis tersebut, bersama pemangku kepentingan dan pengelola dapur.
Rapat koordinasi tersebut berlangsung di ruang lantai dua dan bersifat tertutup untuk jurnalis peliput. Tampak hadir dari pihak Satgas, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, Kepala Dinkes Sidoarjo, dan Kayan, Wakil Ketua 2 DPRD Sidoarjo.
Di pertemuan itu, Forum Komunikasi MBG Sidoarjo Bersatu, menyatakan komitmen percepatan dan melengkapi pemenuhan standar kesehatan pangan nasional ini.
Secara terpisah usai koordinasi tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, mempercepat proses penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur terdampak. Kepada Ruang.co.id Ia membenarkan terdapat 10 dari 31 SPPG yng tidak memiliki SLHS, hari ini telah diterbitkan.
“Ada 2 Dapur yang resmi SLHSnya terbit. Yang lainnya masih dalam proses dan baru secara lisan dari Kabid,” jawab dr. Lakhsmie.
Usai pertemuan koordinasi tersebut, Ubaidillah Nurdin, Ketua Forkom SPPG Sidoarjo menyatakan, sepuluh dapur segera keluar dari status suspensi setelah evaluasi kelayakan SLHS.
Pengelola dapur yang bermasalah, tetap diberi waktu tiga puluh hari, untuk merampungkan perbaikan fasilitas sesuai standar regulasi.
Badan Gizi Nasional (BGN) yang memegang keputusan mutlak, terkait pembukaan kembali operasional dapur yang disuspensi. Namun sayangnya, pertemuan siang itu, tidak tampak pihak BGN Sidoarjo.
Di forum tersebut, berbagai keluh kesah dan masalah MBG tertumpahkan semuanya di hadapan Satgas MBG. Mulai dari banyak keluhan Dian, yang mengaku sebagai mitra, hingga salah seorang pemilik dapur di kawasan Sidoarjo barat.
Pengelola SPPG ini meminta ketegasan Satgas MBG untuk menindak dapur – dapur, yang secara keadministrasiannya dan sarana prasarananya tidak melengkapi persyaratan dan ketentuan.
“Bagi kami pemilik dan pengelola dapur, Satgas MBG Sidoarjo harusnya bersikap tegas dan menindak tegas terhadap pengelola dapur SPPG yang tidak memenuhi persyaratan administratif dan sarana prasarananya. Supaya karena beberapa SPPG bermasalah itu, semua dapur Sidoarjo terkena dampak penilaian negatif masyarakat. Itu juga merugikan kami yang mematuhi semua aturan dari BGN dan selalu menjaga unsur kehati – hatian profesionalisme kerja,” tandasnya.
Terkait inspeksi mendadak ke dapur SPPG, juga kabarnya menjadi pembahasan dalam forum tersebut. Sidak hanya boleh dilakukan pihak yang berwenang, dengan prosedur Alat Pelindung Diri ketat.
Dalam pertemuan tersebut, Ubai, sapaan akrab Ubaidillaah Nurdin, mengatakan, pemerintah kabupaten mengajak pengelola SPPG dan masyarakat, turut mengawal program makan bergizi secara objektif, demi masa depan generasi.
Ubai memastikan, forum pertemuan tersebut merupakan koordinasi Satgas MBG dengan pihak – pihak terkait, termasuk pemilik dan pengelola dapur SPPG.
“Pertemuan barusan lebih bersifat koordinasi guna mencari solusi penyelesaian setiap permasalahan yang dialami pihak dapur. Pemkab menyatakan para pihak tetap berkomitmen menyukseskan program nasional ini, karena program MBG ini sangat bermanfaat bagi semua masyarakat,” pungkas Ubaidillah Nurdin, yang juga Ketua KADIN Sidoarjo.
- Penulis: Ruang Nurudin

