Breaking News
light_mode
Rabu, 16 September 2026
Beranda » Politik » Gus Hans, Menghidupkan Kembali Semangat Resik-Resik Prabu Airlangga di Jawa Timur

Gus Hans, Menghidupkan Kembali Semangat Resik-Resik Prabu Airlangga di Jawa Timur

  • account_circle Ruang Gentur
  • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jombang, Ruang.co.id – Seribu tahun yang lalu, Prabu Airlangga, seorang raja besar, melakukan “resik-resik” atas bumi Kahuripan, sebuah wilayah yang kini dikenal sebagai Jawa Timur. Di masanya, Prabu Airlangga mampu membawa ketentraman dan kemakmuran bagi rakyatnya. Kini, semangat “resik-resik” tersebut dihidupkan kembali oleh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, Rism-Gus Hans.

Pada Kamis (10/10/2024), Gus Hans, calon wakil gubernur dari pasangan nomor urut 3, mengunjungi situs bersejarah di Gunung Pucangan, yang terletak di kawasan hutan milik Perhutani KPH Mojokerto. Situs ini berada di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Dalam kunjungannya, Gus Hans ingin menekankan pentingnya situs ini bagi sejarah Jawa Timur.

“Tempat ini seakan dilupakan oleh banyak orang. Padahal, seribu tahun lalu, tempat ini sangat penting karena di sinilah Prabu Airlangga dinobatkan sebagai raja oleh pemuka agama yang ada pada waktu itu,” ujar KH Zahrul Azhar Asumta, tokoh masyarakat asli Jombang.

Jejak pluralisme dari masa Prabu Airlangga masih dapat ditemukan di Gunung Pucangan. Di puncak gunung, terdapat simbol Siwa berupa lingga yoni di halaman masjid, simbol kerukunan umat Hindu dan Islam. Nama-nama yang dimakamkan di area ini pun mencerminkan keberagaman kelompok masyarakat yang ada di masa lalu.

Semangat pluralisme inilah yang menjadi landasan Prabu Airlangga dalam membangun kembali Kerajaan Medang menjadi Kerajaan Kahuripan. Sebagai menantu Prabu Darmawangsa, Raja Medang yang gugur dalam peristiwa pralaya, Airlangga harus berjuang keras di hutan pegunungan Kendeng. Tanpa pemimpin, Jawa Timur berada dalam kekacauan hingga akhirnya Prabu Airlangga dinobatkan sebagai raja oleh dukungan rakyat dan pemuka agama.

Secara perlahan, Prabu Airlangga membenahi kehancuran yang menimpa Kerajaan Medang dan membangkitkan kembali wilayah Kahuripan. Semangat “resik-resik” yang dilakukannya menjadi tonggak penting dalam sejarah kerajaan di Jawa Timur.

Baca Juga  Doa Bersama KPU Sidoarjo: Harmoni Sholawat, Tausiyah, dan Romantisme Sejarah Pilkada 2024

Situs Gunung Pucangan juga memiliki nilai penting yang tercatat dalam Prasasti Pucangan. Sayangnya, prasasti tersebut dijarah oleh penjajah dan kini berada di Calcutta, India, sehingga dikenal juga sebagai Calcutta Stone. “Prasasti ini memotret semangat resik-resik ala Prabu Airlangga,” jelas KH Zahrul Azhar.

  • Penulis: Ruang Gentur

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Rupiah

    Rupiah Rp18.000, PMII Jatim Bunyikan Alarm Krisis

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pelemahan nilai tukar Rupiah, hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, memicu kekhawatiran luas terhadap kondisi ekonomi nasional. PKC PMII Jawa Timur menilai, situasi tersebut menjadi peringatan serius bagi stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat. Organisasi mahasiswa itu menegaskan bahwa, masyarakat tidak boleh menganggap pelemahan Rupiah, sebagai persoalan yang hanya berdampak pada […]

  • Kebiasaan Buruk Puasa Bikin Berat Badan Naik

    Puasa Tapi Kok Berat Badan Naik? Mungkin Ini 7 Penyebabnya!

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Ramadan sering dianggap sebagai momen tepat untuk menurunkan berat badan. Logikanya, makan jadi lebih sedikit karena hanya dua kali sehari. Tapi anehnya, banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan selama bulan puasa. Kalau baju mendadak terasa lebih sempit setelah lebaran, bisa jadi itu bukan karena cucian yang menyusut, tapi memang berat badan yang […]

  • Niat Puasa Nisfu Syaban

    Kapan 1 Syaban 1446 H? Ini Tanggalnya Berdasarkan Kalender Hijriah dan Niat Doa Puasa Nisfu Syaban

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bulan Syaban merupakan bulan yang istimewa dalam Islam karena menjadi penghubung antara bulan Rajab dan bulan suci Ramadan. Salah satu amalan yang dianjurkan di bulan ini adalah puasa sunnah Nisfu Syaban. Puasa Syaban menjadi momentum untuk mempersiapkan diri menyambut bulan Ramadan, baik secara spiritual maupun fisik. Selain itu, Rasulullah SAW diketahui sering memperbanyak […]

  • Harga BBM Maret 2025

    Update Harga BBM Maret 2025: Dex Series Turun, Pertamax Tetap Stabil

    • calendar_month Minggu, 2 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – PT Pertamina (Persero) baru saja mengumumkan perubahan harga BBM terbaru yang akan berlaku mulai 1 Maret 2025. Penyesuaian ini berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Kabar baiknya, harga BBM nonsubsidi jenis Dex Series mengalami penurunan, khususnya di wilayah Jabodetabek. Dex Series Turun Harga, Pertamax Tetap Stabil Di wilayah Jabodetabek, harga Dexlite turun dari […]

  • Benteng Kedung Cowek Surabaya

    Jejak Kepahlawanan di Benteng Kedung Cowek, Tempat Gugurnya Arek-Arek Suroboyo

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Surabaya salah satu kota di Jawa Timur yang kini dikenal sebagai Kota Pahlawan, menjadi saksi sejarah perjuangan heroik yang tidak akan pernah dilupakan. Tepat pada tanggal 10 November 1945, pertempuran besar antara arek-arek Suroboyo dan pasukan Sekutu terjadi, mempertahankan tanah air dari penjajahan yang kejam. Pertempuran ini dipicu oleh ketegangan antara pasukan […]

  • Makna Kurban

    Kurban Bukan Sekadar Hewan: Melepas Keterikatan Duniawi

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Ruang Mujiono
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Idul Adha sering kali terjebak dalam pemahaman dangkal: sekadar ritual penyembelihan hewan. Padahal, esensi ibadah kurban adalah pembedahan jiwa yang melepaskan belenggu materialisme. Momentum ini dirancang untuk mengasah kepasrahan total pada Allah SWT, sekaligus meneguhkan keseimbangan antara spiritualitas dan solidaritas sosial. Mari selami makna transendental di balik tradisi tahunan ini. Kamis, (5/6/2025). Penyembelihan […]

expand_less