Fu Liwen Diduga Pengawas Sindikat Scamming Surabaya, Jaringan Lintas Negara
- account_circle Mascim
- calendar_month 13 menit yang lalu
- print Cetak

Jaringan scamming internasional ini terkait lokasi di Surabaya, Solo, dan Bali, dengan modus menguras uang korban via kripto. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Poin Berita:
- Fu Liwen didakwa bersama 40 WNA lain dalam perkara dugaan sindikat penipuan daring di Surabaya.
- Fu Liwen alias A Wen diduga berperan sebagai pengawas di lokasi Jalan Embong Kenongo, bukan operator telepon.
- Jaringan scamming internasional ini terkait lokasi di Surabaya, Solo, dan Bali, dengan modus menguras uang korban via kripto.
Ruang.co.id – Fu Liwen alias A Wen diduga berperan sebagai pengawas dalam sindikat penipuan daring yang dibongkar di Surabaya. Ia tercatat sebagai terdakwa bersama 40 warga negara asing lain dalam perkara Nomor 1417/Pid.B/2026/PN Sby. Rabu, (16/9/2026).
Peran Fu Liwen berbeda dari operator telepon. Ia disebut mengawasi lokasi di Jalan Embong Kenongo Nomor 24, Surabaya. Sementara operator lain berkomunikasi langsung dengan calon korban.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menyatakan modus jaringan ini melakukan penipuan dan menakut-nakuti korban. “Modusnya melakukan penipuan. Menakut-nakuti korban, kemudian uang korban dikuras, nanti pembayarannya dengan kripto dan lain sebagainya. Ini jaringan internasional,” kata Edy.
Jaringan ini terungkap setelah laporan dugaan penyekapan dua perempuan Jepang. Polisi menemukan perangkat komunikasi dan atribut mirip kepolisian. Penyidikan berkembang ke Solo dan Bali. Di Solo, rumah di Jalan Ontorejo disebut digunakan untuk penipuan dengan 20 WNA. Wang Kai alias A Feng diamankan di Bali pada 3 Mei 2026.
Fu Liwen dan 40 terdakwa lain didakwa dengan Pasal 492 KUHP dan Pasal 28 ayat (1) juncto Pasal 45A UU ITE. Dakwaan dibacakan jaksa pada 26 Agustus 2026. Asas praduga tak bersalah berlaku. Peran masing-masing masih harus dibuktikan di persidangan.
- Penulis: Mascim

