Sidoarjo, Ruang.co.id – Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sidoarjo 2026 resmi diawali dari Cabang Olahraga (Cabor) Berkuda Memanah atau Horseback Archery (HBA).
Kompetisi yang digelar di Lapangan Berkuda Yussar Stable and Riding, Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Rabu (4/6/2026), menjadi momentum penting untuk menjaring atlet-atlet potensial, menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.
Ketua Panitia Porkab HBA Sidoarjo 2026, Rizky Rahmawati, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini mempertandingkan empat kategori on ground, yakni Dynamic Shoot Putra dan Putri serta Fast Shooting Putra dan Putri.
“Ada empat kategori yang dipertandingkan dengan total 24 atlet, terdiri dari 12 atlet putra dan 12 atlet putri,” ujar Rizky usai memberikan arahan kepada panitia.
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan Porkab kali ini masih menghadapi keterbatasan sarana. Dari total 12 kategori yang biasa dipertandingkan pada level provinsi, Sidoarjo baru mampu menggelar empat kategori.
“Kalau mengacu Porprov 2025, sebenarnya ada 12 kategori. Namun hari ini kami baru bisa memainkan empat kategori HBA on ground,” katanya.
Menurut Rizky, delapan kategori lainnya belum dapat digelar, karena seluruhnya menggunakan teknik memanah di atas kuda yang membutuhkan fasilitas khusus.
“Karena Sidoarjo belum memiliki stable dan sarana yang memadai untuk memanah berkuda, dengan sangat terpaksa kategori on horse belum bisa dilaksanakan,” ungkapnya.
Kendati terkendala fasilitas, prestasi atlet HBA Sidoarjo terus menunjukkan perkembangan membanggakan. Rizky menyebut pada Porprov VIII tahun 2023, atlet HBA Sidoarjo berhasil meraih dua medali perak dan satu perunggu.
Prestasi itu meningkat pada Porprov IX tahun 2025, dengan torehan dua emas dan satu perak.
Tak hanya itu, dua atlet Sidoarjo juga berhasil memperkuat Jawa Timur, pada ajang eksibisi PON XXI Aceh 2024 dan sama-sama mempersembahkan medali perak.
“Meski tidak memiliki fasilitas HBA yang memadai, dua atlet Sidoarjo mampu tampil di eksibisi PON Aceh dan keduanya meraih medali perak,” tutur Rizky.
Ia juga menyoroti prestasi atlet-atlet muda seperti Aimar Ramadanish Achmad dan Arsya Fatin Buhasya, yang sukses meraih podium pada berbagai kejuaraan nasional maupun internasional sepanjang 2026.
Untuk Porprov Jatim 2027 di Surabaya, Pengkab PBM Sidoarjo menargetkan capaian yang lebih tinggi.
“Kami tahu diri karena belum memiliki sarana yang ideal. Tetapi kami harus punya mimpi. Target kami di Porprov 2027 adalah empat medali emas dan tiga perak,” tegas Rizky.
Ia berharap Pemkab Sidoarjo, Disporapar, dan KONI dapat memberikan dukungan berupa lahan latihan yang memadai.
Menurutnya, kebutuhan utama HBA saat ini bukan lagi sumber daya manusia maupun kuda, melainkan tempat latihan permanen.
“Kalau kuda dan SDM, InsyaAllah kami sudah siap. Yang belum ada hanya lahan latihan. Jika fasilitas tersedia, prestasi atlet HBA Sidoarjo akan berkembang jauh lebih pesat,” pungkasnya.
Cabang olahraga Berkuda dan ketangkasannya, serta kompetisi Berkuda Memanah, pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sidoarjo 2026 resmi ditutup. Kompetisi dua Cabor berkuda ini, berlangsung selama tiga hari, mulai 1 hingga 3 Juni 2026.
Selain membuka kompetisi, Kepala Disporapar Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, juga sekaligus menutup rangkaian kompetisi ini. Bersama panitia, ia menyerahkan medali emas, perak, dan perunggu kepada para juara di masing-masing kategori.
Selain medali dan piagam penghargaan, para pemenang juga menerima uang pembinaan, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang berhasil diraih selama kejuaraan berlangsung.
Dengan berakhirnya pertandingan, para juara membawa pulang medali, piagam penghargaan, serta hadiah pembinaan.
Sementara, seluruh peserta memperoleh pengalaman berharga, yang akan menjadi bekal untuk meraih prestasi lebih tinggi di masa mendatang.

