DPD Partai Demokrat Jatim Sembelih 14 Hewan Kurban 

DPD Partai Demokrat Jatim kurban
DPD Partai Demokrat Jatim sembelih 8 kambing dan 6 sapi di Hari Tasyrik. Emil Dardak sebut ini agenda tahunan, namun senyum tipis saat disinggung soal Musda mendatang. (Gentur)
Ruang Gentur
Ruang Gentur
Print PDF
Ruang.co.id – Menandai perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriyah, segenap pengurus DPD Partai Demokrat Jawa Timur melaksanakan Ibadah Kurban Dengan menyembelih Sapi dan Kambing. Pelaksanaan kurban yang dipimpin ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elistianto Dardak ini berlangsung di kantor DPD kamis (28/5).
Dalam pelaksanaan ibadah Kurban ini, secara keseluruhan DPD Partai Demokrat menyembelih 14 hewan kurban yang terdiri dari delapan ekor kambing dan enam Sapi.
Menurut Emil Elestianto Dardak, pelaksanaan korban yang dilaksanakan tanggal 28 mei atau hari tasyrik ini merupakan agenda tahunan Partai Demokrat. Sedangkan sehari sebelumnya pelaksanaan kurban Idul Adha dilaksanakan di DPP Partai Demokrat Pusat.
“Pelaksana Kurban pada hari kedua Idul Adha ini merupakan agenda tahunan kami. Kegiatan ini juga untuk mempererat silaturokhmi antara partai demokrat dengan masyarakat serta dengan para Kadernya,” ujar pria yang juga merupakan orang nomer dua di Jawa Timur ini.
Dalam pelaksanaan pembagian daging kurbannya dilaksanakan, sama dengan tahun-tahun sebelumnya yaitu dengan membagikan kupon untuk ditukar dengan daging Kurban. Dalam hal ini Emil mengatakan pihaknya membagikan kepada para warga dan kaum dhuafa serta para simpatisan. Pembagian daging kurban ini juga merupakan bentuk kepedulian sosial partai kepada masyarakatnya. Karena itu dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan lancar dan tertib.
Sementara itu, disinggung soal Musyawarah Daerah ( Musda ) Partai Demokrat yang membuka lebar peluang Emil Dardak memimpin DPD partai berlambang bintang Mercy ini, Emil tidak serta merta menjawab pasti mengenai peluang dirinya tersebut pada forum Musda mendatang.
Meski menjadi kandidat kuat dan petahana, namun Wagub Jatim itu hanya tersenyum dan tidak mau jumawa.
Sebaliknya, dengan tegas Emil menyebutkan bahwa pelaksanaan Musda bergantung dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
“Lebih seru kalau kita menunggu waktunya saja,” kata Emil.
Penjadwalan Musda disebut murni merupakan kewenangan DPP. Hingga saat ini, belum ada keputusan yang dikeluarkan. Namun, Musda memang berpeluang besar digelar tahun ini.
Mengingat pentingnya konsolidasi di internal kepengurusan Partai Demokrat. Sehingga mengwajibkansemua unsur di DPD harus tegak lurus pada DPP.
Terlebih, konsolidasi menjadi upaya strategis dalam menyongsong Pemilu 2029 mendatang.
Hanya saja, secara umum, Emil menyatakan bahwa posisi apapun di dalam kepengurusan Partai Demokrat dibutuhkan figur yang loyal terhadap partai.
Kemudian dapat seirama antar pengurus sehingga pergerakan partai bisa efektif.