Breaking News
light_mode
Sabtu, 12 September 2026
Beranda » Kesehatan » Sering Ngidam Makanan Manis Bikin Cepat Keliatan Lebih Tua

Sering Ngidam Makanan Manis Bikin Cepat Keliatan Lebih Tua

  • account_circle Ruang Ilham
  • calendar_month Selasa, 1 Apr 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Rasa manis memiliki daya tarik yang kuat. Ia mampu membangkitkan kenangan indah, menghibur saat sedih, dan memberikan energi instan. Namun, di balik kelezatannya, tersembunyi potensi masalah kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.

Tapi, pernah kepikiran nggak kenapa tubuh sering banget ngidam makanan manis? Apakah ini cuma craving biasa atau ada sesuatu yang lebih serius di baliknya? Dan yang lebih penting, apa efeknya buat tubuh kalau keseringan mengonsumsi makanan manis?

Nah, sebelum semakin terjebak dalam lingkaran setan gula, yuk cari tahu lebih dalam soal fenomena ini. Jangan-jangan, tubuh kamu sebenarnya sedang mengirimkan sinyal penting yang harus diperhatikan!

Kenapa Tubuh Sering Ngidam Makanan Manis? Ini Penyebabnya!

Ngidam makanan manis itu bukan sekadar kebiasaan, tapi bisa dipicu oleh banyak faktor.

Bukan berarti gula ilegal, tapi efeknya di otak mirip dengan narkoba ringan. Menurut penelitian di Neuroscience & Biobehavioral Reviews, gula bisa merangsang pelepasan dopamin—hormon yang membuat kamu merasa bahagia dan puas. Itulah kenapa makan sesuatu yang manis bisa bikin mood lebih baik.

Tubuh butuh energi untuk beraktivitas, dan salah satu cara tercepat mendapatkannya adalah dengan mengonsumsi gula. Saat kamu merasa lelah atau kurang makan, tubuh otomatis mengirim sinyal untuk mencari sumber energi yang cepat—dan makanan manis jadi solusinya.

Dari kecil, kita sering diberi permen atau cokelat sebagai hadiah atau penghibur. Secara nggak sadar, ini membentuk kebiasaan bahwa makanan manis adalah sumber kenyamanan, sehingga saat stres atau sedih, tubuh langsung mencari gula.

Pada wanita, keinginan makan makanan manis sering meningkat menjelang menstruasi karena perubahan hormon estrogen dan progesteron. Itulah kenapa banyak yang merasa lebih ingin makan cokelat saat PMS.

Baca Juga  Pilihan Aromaterapi untuk Menciptakan Suasana Tidur Lebih Berkualitas

Dampak Sering Makan Manis

Ngidam sesekali sih wajar, tapi kalau terlalu sering dan nggak terkendali, bisa berdampak buruk bagi tubuh.

Kenaikan Berat Badan yang Nggak Terkontrol

Gula tinggi kalori, dan kalau dikonsumsi berlebihan, bisa menyebabkan penumpukan lemak. Penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi gula berlebih berhubungan erat dengan obesitas.

Risiko Diabetes Meningkat

Terlalu sering makan manis bisa bikin kadar gula darah naik turun drastis. Lama-kelamaan, tubuh jadi kebal terhadap insulin, yang akhirnya bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Perubahan Mood yang Ekstrem

Gula memang bisa bikin mood naik, tapi efeknya sementara. Setelah kadar gula darah turun, kamu bisa merasa lelah, lemas, bahkan gampang marah. Ini yang bikin banyak orang mengalami “sugar crash” setelah makan makanan manis.

Kulit Jadi Lebih Cepat Menua

Gula bisa merusak kolagen, protein yang menjaga kulit tetap kencang dan elastis. Kalau terlalu sering makan manis, kulit bisa lebih cepat keriput dan kehilangan kekenyalannya.

Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung

Penelitian dalam JAMA Internal Medicine menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 38%. Ini karena gula berlebih menyebabkan peradangan dan meningkatkan tekanan darah.

Cara Mengontrol Ngidam Makanan Manis Tanpa Tersiksa

Bagi yang sering ngidam makanan manis, jangan khawatir! Ada beberapa cara untuk mengendalikan keinginan tersebut tanpa menyiksa diri.

Pertama, cobalah beralih ke sumber pemanis alami seperti madu, kurma, atau buah-buahan segar sebagai pengganti gula rafinasi.

Selain itu, penting untuk menjaga pola makan teratur dan menghindari perut kosong terlalu lama. Konsumsi makanan tinggi serat dan protein juga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, sehingga keinginan ngemil makanan manis berkurang.

Baca Juga  5 Kombinasi Makanan Ini Berbahaya Jika Dikonsumsi Bersamaan

Selain pola makan, faktor gaya hidup juga berperan penting. Pastikan Anda mendapatkan tidur yang cukup, karena kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar dan keinginan mengonsumsi makanan manis.

Terakhir, jika keinginan ngemil muncul karena bosan, cobalah alihkan perhatian dengan melakukan aktivitas lain yang menyenangkan, seperti berjalan-jalan atau membaca buku.

Menghindari gula sepenuhnya tentu sulit dan nggak perlu dilakukan. Yang penting adalah mengontrol jumlahnya dan memilih sumber gula yang lebih sehat.

Kalau kamu sering ngidam makanan manis, coba perhatikan apakah tubuh memang butuh energi atau hanya karena kebiasaan. Dengan pola makan yang lebih seimbang, kamu tetap bisa menikmati makanan manis tanpa harus khawatir dengan dampaknya bagi tubuh.

Jadi, masih mau nurutin craving setiap saat, atau mulai mengontrolnya demi kesehatan jangka panjang? Keputusan ada di tanganmu!

  • Penulis: Ruang Ilham

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips dan Trik Menangani Speech Delay pada Anak

    Tips dan Trik Menangani Speech Delay pada Anak

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Setiap kata adalah sebuah jendela menuju pikiran dan perasaan seseorang. Bayangkan betapa sulitnya bagi seorang anak yang kesulitan untuk membuka jendela itu. Surabaya, Ruang.co.id – Speech delay atau keterlambatan bicara tidak hanya menghambat kemampuan anak dalam berkomunikasi, tetapi juga dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kesejahteraan emosional mereka. Keterlambatan bicara dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti […]

  • Pelatihan kepemimpinan berbasis resiliensi santri

    Pelatihan Kepemimpinan Berbasis Resiliensi, Dorong Santri Jadi Kader Penggerak Hidup Sehat Tanpa NAPZA dan HIV

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : dr. Dyah Yuniati, Sp.S Baca Juga  Cegah Kolesterol Melonjak Usai Lebaran dengan 7 Strategi Ampuh Ini!

  • Komisi C DPRD Sidoarjo

    Selain DPI Lingkar Timur, Komisi C DPRD Sidoarjo Desak Pembangunan Mercusuar Ikan Sebagai Growth Engine 2026

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Komisi C DPRD Sidoarjo prihatin meradang, melihat kondisi Depo Pemasaran Ikan (DPI) Lingkar Timur yang kumuh dan bau, padahal infrastruktur ini vital sebagai penyokong utama suplai protein program Makan Bergizi Gratis. Kenyataan pahit tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat atau hearing evaluasi kinerja tahun 2025 di ruang rapat Komisi C, Jumat (30/1/2026). […]

  • Mulyadi Targetkan 80 Persen Suara Kampanye di Desa Sanda Pupuan

    Mulyadi Targetkan 80 Persen Suara Kampanye di Desa Sanda Pupuan

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    Bali, Ruang.co.id- Calon Bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Mulyadi, menargetkan perolehan suara 80 persen suara di Desa Sanda, Kecamatan Pupuan. Hal itu disampaikannya saat kampanye di Wantilan Desa Sanda, Rabu (23/10/2024). “Saya bersama Wakil Bupati Nyoman Ardika yang diusung oleh KIM Plus menargetkan perolehan suara 80 persen di Desa Sanda,” ujar Mulyadi di […]

  • Suku Badui di Banten

    Lebih Dekat dengan Kearifan Lokal Suku Badui di Banten

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id -Suku Badui adalah salah satu suku asli di Indonesia yang hingga kini tetap mempertahankan tradisi leluhur mereka di tengah arus modernisasi. Terletak di pedalaman Banten, Suku Badui dikenal sebagai masyarakat yang hidup sederhana, jauh dari pengaruh teknologi, dan sangat menjaga kearifan lokal serta kelestarian alam. Suku Badui diyakini sebagai keturunan masyarakat Sunda asli […]

  • Tantangan dan Manfaat Peran Teknologi dalam Pola Asuh Orang Tua Modern

    Tantangan dan Manfaat Peran Teknologi dalam Pola Asuh Orang Tua Modern

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2025
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Coba bayangkan: Dulu, kalau anak-anak nakal, hukuman paling mengerikan mungkin adalah disuruh berdiri di pojokan atau tidak boleh main di luar rumah. Tapi sekarang? Ancaman paling efektif mungkin bukan lagi “Jangan main ke luar!” tapi “Ibu matikan Wi-Fi, ya!” (Surabaya, 10/02/2025) Ya, teknologi benar-benar mengubah segalanya, termasuk cara orang tua mendidik anak. Di […]

expand_less