Breaking News
light_mode
Senin, 17 Agustus 2026
Beranda » Terkini » Kabinet Prabowo-Gibran 2024: Sahlan Azwar Sebut Terlalu Besar dan Tidak Efektif

Kabinet Prabowo-Gibran 2024: Sahlan Azwar Sebut Terlalu Besar dan Tidak Efektif

  • account_circle Ruang redaksi
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Surabaya, ruang.co.idPrabowo Subianto resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia di Gedung Nusantara, MPR-DPR-DPD RI, Jakarta. Bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, keduanya memimpin pemerintahan baru dengan kabinet yang diberi nama Kabinet Merah Putih. Namun, kabinet baru ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak karena ukurannya yang jauh lebih besar dibanding kabinet pemerintahan sebelumnya.

Dalam Kabinet Merah Putih, terdapat 48 menteri, 56 wakil menteri, dan 5 kepala badan. Komposisi ini jauh melampaui kabinet Presiden Joko Widodo yang terdiri dari 34 menteri dan 17 wakil menteri. Salah satu kritik datang dari pengamat hukum asal Surabaya, Sahlan Azwar, yang menyebut kabinet Prabowo-Gibran sebagai “kabinet gemuk”. Sahlan menyampaikan enam poin kritik yang menyoroti berbagai aspek negatif dari ukuran kabinet yang dinilainya tidak efektif.

Sahlan menilai bahwa dengan merangkul semua kekuatan politik ke dalam pemerintahan, akan sulit terjadi pengawasan efektif yang diperlukan dalam demokrasi. “Jika semua kekuatan politik bergabung dalam pemerintahan, siapa yang akan melakukan kontrol?” ujar Sahlan. Menurutnya, kondisi ini mencederai prinsip check and balance dan justru lebih menyerupai pemerintahan monarki, di mana kekuasaan terpusat tanpa ada pihak yang mengawasi.

Selain itu, Sahlan mempertanyakan efektivitas pemilu yang menghabiskan biaya besar jika semua pihak pada akhirnya berada di pemerintahan. Menurutnya, kompromi politik yang terlalu luas membuat keberadaan pemilu menjadi dipertanyakan. “Kalau semua bisa berkompromi, untuk apa pemilu diadakan?” tambahnya.

Sahlan juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kompromi politik yang terjadi di kalangan elit. Menurutnya, kompromi ini cenderung lebih mengutamakan kepentingan elit politik daripada kepentingan rakyat. “Mereka berkompromi bukan untuk rakyat, tapi untuk mempertahankan kekuasaan,” katanya. Hal ini berpotensi membuat kebijakan yang dihasilkan lebih mengarah pada menjaga stabilitas politik daripada benar-benar mensejahterakan rakyat.

Baca Juga  Prof. Hufron Bongkar Dampak Pecahnya Kotak Suara: Demokrasi Dijerat Yuristokrasi?

Lebih lanjut, Sahlan menyoroti peningkatan anggaran negara yang harus dikeluarkan untuk menggaji para menteri, wakil menteri, dan pejabat tinggi lainnya. “Lebih dari 50% APBN digunakan untuk menggaji pegawai negeri, termasuk menteri dan wakil menteri. Dengan kabinet yang semakin besar, beban anggaran akan semakin berat,” tegas Sahlan. Menurutnya, hal ini dapat mengurangi kemampuan negara dalam menjalankan program-program yang berfokus pada kesejahteraan rakyat.

Selain itu, Sahlan juga menyoroti adanya potensi tumpang tindih kewenangan di antara kementerian. Salah satu contohnya adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan, yang menurutnya memiliki fungsi yang hampir sama. “Efektivitas pemerintahan bisa terganggu jika tidak ada pembagian tugas yang jelas,” tambah Sahlan.

Dalam kritiknya, Sahlan menegaskan bahwa demokrasi membutuhkan oposisi yang kuat. Tanpa oposisi yang sehat, menurutnya, suara rakyat tidak akan terwakili dengan baik. “Jika semua partai berada di dalam pemerintahan, siapa yang akan menyuarakan aspirasi rakyat dan mengoreksi kebijakan yang keliru?” Sahlan menekankan pentingnya peran oposisi dalam menjaga demokrasi tetap hidup di Indonesia.

Sahlan Azwar memberikan pandangan kritis terhadap susunan Kabinet Merah Putih yang dianggap terlalu besar dan berpotensi menimbulkan tantangan dalam tata kelola pemerintahan. Kebutuhan akan oposisi yang kuat serta mekanisme pengawasan yang efektif dinilai penting untuk menjaga agar pemerintahan tetap berjalan sesuai mandat rakyat dan fokus pada kesejahteraan masyarakat.

  • Penulis: Ruang redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lapor Pajak SPT Orang pribadi

    Lapor SPT Orang Pribadi Diperpanjang! Catat Tanggalnya!

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Halo, para wajib pajak yang budiman! Ada kabar baik nih, khususnya buat kamu yang masih sibuk dengan urusan sana-sini dan belum sempat lapor Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Direktorat Jenderal Pajak (DJP) baru saja memberikan perpanjangan waktu pelaporan SPT Orang Pribadi hingga 11 April 2025! Jadi, tarik napas dulu, jangan panik, dan mari kita […]

  • Letkol Shobirin Dandim 0816 Sidoarjo

    Letkol Shobirin Resmi Pimpin Kodim 0816, Bupati Subandi “Sinergi Tak Boleh Kendor”

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id –Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Jie Poek DW Resto, Sidoarjo, malam itu, Rabu (10/9/2025). Acara pisah sambut Komandan Kodim (Dandim) 0816 Sidoarjo, melainkan momentum penting yang sarat makna. Letkol Inf Dedyk Wahyu Widodo resmi melepas jabatannya dan berpindah tugas ke Mabesad sebagai Pabandya 1/Kompres Spaban III/Binteman Spersad. Tongkat komando kini beralih […]

  • kuasa hukum Kusnadi

    Blak-blakan Kuasa Hukum Kusnadi: ‘Tak Ada Hubungan dengan La Nyalla!’

    • calendar_month Jumat, 18 Apr 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Gelombang operasi pemberantasan korupsi di Jawa Timur semakin menguat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru-baru ini melakukan penggeledahan di kediaman La Nyalla Mahmud Mattalitti, anggota DPD RI asal Surabaya. Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan mendalam terkait dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim yang telah menyeret banyak nama besar. Menurut penjelasan Fitroh Rohcahyanto selaku […]

  • Raja Klungkung Restui Satriya Maju dan Menang Pilkada Klungkung 2024

    Raja Klungkung Restui Satriya Maju dan Menang Pilkada Klungkung 2024

    • calendar_month Sabtu, 31 Agt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    Bali, Ruang.co.id- Raja Klungkung restui Satriya. Paket Satriya adalah paket bakal pasangan calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Klungkung. Yakni, paket I Made Satria dan Tjokorda Gde Surya Putra. Paket Satriya mendapatkan restu dari Raja Klungkung, Ida Dalem Semara Putra. Paket ini direstui untuk maju di Pilkada Klungkung 2024. Bahkan restu untuk menang dalam satu […]

  • Dekan Fakultas Kedokteran Unusa

    Menjaga Standar Dokter Unggul, Prof Bus Nahkodai Fakultas Kedokteran Unusa

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) resmi menunjuk Prof. Budi Santoso sebagai Dekan Fakultas Kedokteran yang baru, Jumat (13/3/2026). Pelantikan ini menjadi langkah strategis Unusa dalam memperkuat mutu lulusan dokter di tengah kompetisi pendidikan kedokteran yang kian ketat. Profesor yang akrab disapa Prof Bus ini ditargetkan mampu meningkatkan kualitas outcome lulusan. Saat ini, Fakultas […]

  • SuperKidz Surabaya Klinik tumbuh kembang anak

    Dampak Gadget Berlebih? Superkidz Hadir dengan Terapi Khusus Anak

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Superkidz, klinik tumbuh kembang anak yang berkomitmen menciptakan generasi emas Indonesia, resmi membuka cabang ke-13 sekaligus cabang kedua di Kota Surabaya. Klinik ini hadir untuk memberikan layanan komprehensif dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui pendekatan medis dan psikologis. Elok Nur Habibah, Regional Manager Superkidz Jawa Timur, mengungkapkan visi besar Superkidz. “Saat ini […]

expand_less