Breaking News
light_mode
Selasa, 27 Oktober 2026
Beranda » Daerah » Konflik Ketum PBNU (Masih) Memanas, Ini Seruan Ketua Tanfidziyah PCNU Sidoarjo

Konflik Ketum PBNU (Masih) Memanas, Ini Seruan Ketua Tanfidziyah PCNU Sidoarjo

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Senin, 15 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU, juga berdampak pada daerah – daerah. Di Sidoarjo, Jawa Timur, KH. M. Zainal Abidin,M.Pd., Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang/ PC NU Sidoarjo, merasa kebingungan untuk memilihnya. Ia lebih memilih menunggu hasil keputusan terbanyak para kyai, dan mungkin sepertinya cenderung lebih memilih ketua tanfiziyah hasil muktamar katimbang keputusan Syuriyah PBNU, dalam memilih Ketua PBNU sekarang.

“Pokok’e milihe, milih Nang nggene poro kyai (pokoknya memilihnya, memilih pada para Kyai,” ujar Kyai Zainal kepada Ruang.co.id, saat menghadiri acara Pelantikan Akbar PAC dan Sayap Gerindra Sidoarjo, di Ballroom sebuah hotel di kawasan raya Jenggolo Kota Sidoarjo, Minggu (14/12/2025).

Jikalau lebih memilih nggene poro kyai, apakah mengikuti keputusan Syuriyah yakni tempatnya para pemimpin kyai tertinggi dalam menetapkan kebijakan? “Nggih mboten, pokok’e milih poro kyai (ya bukan begitu, pokoknya memilih para kyai),” jawab Kyai Zainal lagi.

Ini merupakan jawaban yang cukup membingungkan atau semacam ambiguitas. Namun buru – buru Ketua Tanfidziyah PCNU Sidoarjo menegaskan dan mengimbau kepada warga NU Sidoarjo, agar tetap menunggu jawaban hasil keputusan terbaik para kyai dalam menentukan sikapnya.

“Kita tetap menunggu perkembangan yang ada. Saya tidak bisa jawab, kita ini orang kecil, nunggu perkembangan secara nasional, sing penting maslahah dan (ber)manfaat, itu kata kuncinya,” pinta seruan Kyai Zainal.

Perselisihan di tubuh PBNU memang masih belum reda, tersepakati apakah tetap memilih Dr. (HC) KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU hasil Muktamar, ataukah memilih KH. Zuda Mustofa (PJ) dari hasil keputusan poro Kyai dewan Syuriyah PBNU.

Perselisihan ini juga memicu dan memunculkan Forum Kiai Nahdlatul Ulama (NU) Jawa, yang menuntut Musyawarah Luar Biasa (MLB) pemilihan Ketua Umum PBNU.

Baca Juga  Paripurna Dewan Sahkan PAK APBD Sidoarjo 2025, Harapan Baru untuk Pendidikan dan Pembangunan

Mereka menyatakan akan membentuk kepengurusan PBNU tandingan, apabila Musyawarah Luar Biasa (MLB) tidak digelar dalam waktu tiga bulan ke depan.

Koordinator Forum Kiai NU Jawa, Faris Fuad Hasyim, yang menyampaikannya dalam konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, mengutip inilah.com di Jakarta, Sabtu kemarin (13/12/2025).

Konflik antara Syuriyah dengan Tanfidziyah PBNU memuncak, lantaran Beberapa pihak menuduh PBNU saat ini terlalu dekat dengan kekuasaan politik tertentu, atau terlalu terlibat dalam politik praktis, sehingga menyimpang dari Khittah 1926 (netralitas politik organisasi). Kelompok tandingan ini sering mengklaim ingin mengembalikan NU ke jalur khittah yang murni.

Konon, ketidakpuasan juga muncul terkait pengelolaan aset dan sumber daya finansial NU. Beberapa diantaranya terkait Transparansi Keuangan. Ada tuntutan dari kelompok oposisi agar manajemen aset-aset besar NU (misalnya universitas, rumah sakit, dan lembaga ekonomi) dikelola lebih transparan dan tidak hanya dikuasai oleh kelompok tertentu di dalam kepengurusan PBNU.

Para kiai sepuh (kiai khos) dan Mustasyar (dewan penasihat) PBNU, memiliki peran penting dan mencoba menjadi mediator untuk mengakhiri perselisihan tanpa menciptakan dualisme.

Posisi Kiai Sepuh umumnya mengakui bahwa Ketua Umum (Gus Yahya) melakukan pelanggaran serius, tetapi mereka juga sepakat bahwa upaya pemakzulan atau penunjukan Pj. Ketua Umum tidak sesuai dengan AD/ART NU.

Beberapa Tokoh Penting yang turun tangan adalah Mustasyar PBNU KH. Ma’ruf Amin (mantan Wapres), yang secara terbuka menyatakan bahwa penunjukan Pj. Ketum itu tidak sah dan melanggar tradisi NU.

Sedangkan kyai sepuh lainnya mendorong Islah (perdamaian), dan meminta PBNU fokus pada penanganan kebencanaan nasional, alih-alih konflik.

Isu “NU Tandingan“, seringkali datang dari perwakilan tokoh senior atau kyai khos (kyai sepuh), yang secara terbuka mengkritik PBNU. Pastinya, tokoh – tokoh yang merasa tidak terakomodir dan tidak terakomodasi dalam kepengurusan resmi PBNU, atau memiliki pandangan yang sangat berbeda sering menjadi leading figure (tokoh utama) di balik gerakan tandingan.

Baca Juga  DMS FC Ngingas Juara Perseka Muda Cup XIX, Bupati Subandi Siapkan Jalur Menuju Persida

Wadah Kritis/Alternatif mereka tempuh, daripada langsung mendeklarasikan organisasi baru. Mereka biasanya membentuk wadah diskusi, gerakan moral, atau perkumpulan kyai yang secara implisit mengkritik PBNU.

Namun, media dan publik sering menganggap ini sebagai upaya “NU Tandingan”, karena mereka menolak kepemimpinan resmi.

Secara institusional, tidak ada organisasi yang diakui secara hukum sebagai NU yang sah selain yang dipimpin oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Isu “NU Tandingan” lebih merupakan fenomena politik dan kritik internal yang muncul, karena adanya ketidakpuasan signifikan dari pihak-pihak tertentu terhadap kepemimpinan, hasil Muktamar, atau arah politik PBNU saat ini. Gerakan-gerakan ini mencoba menarik legitimasi dari sejarah, kyai sepuh, dan klaim pengembalian khittah NU.

  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Realme GT 7 Pro Racing Edition

    Realme GT 7 Pro “Racing Edition”: Smartphone Baru dengan Fokus pada Performa Tinggi dan Pengisian Daya 120W

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Realme memang tidak pernah berhenti mengesankan penggemarnya, dan kali ini mereka kembali dengan kejutan baru yang sangat menarik. Sebuah smartphone terbaru dari lini GT mereka siap meluncur dalam waktu dekat, dan sudah ada banyak spekulasi tentang apa yang dapat kita harapkan dari perangkat ini. Menurut pernyataan resmi dari Xu Qi Chase, Wakil Presiden […]

  • Diusung PDI P dan Hanura, Made Satria Bangun Pura Dalem Sental Kangin Mulai Dari Nol

    Diusung PDI P dan Hanura, Made Satria Bangun Pura Dalem Sental Kangin Mulai Dari Nol

    • calendar_month Senin, 26 Agt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    Bali, Ruang.co.id– Diusung oleh PDI P dan Hanura, Made Satria ternyata memiliki investasi sosial luar biasa. Bersama dengan sang adik, Ketut Lea, duo kakak-adik itu menbangun pura dalem Sental Kangin, Nusa Penida, Klungkung mulai dari nol. “Pembangunan pura dalem ini mulai dari nol merupakan bantuan dari Bapak Made Satria dan Ketut Leo,” kata Kelian Banjar […]

  • lapor SPT Tahunan

    Jangan Sampai Kena Denda! Batas Akhir Lapor SPT Tahunan 2024 Diperpanjang hingga 11 April

    • calendar_month Kamis, 10 Apr 2025
    • account_circle Ruang Sely
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Bagi Anda yang belum melaporkan SPT Tahunan 2024, ada kabar baik! Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara resmi memperpanjang batas akhir pelaporan hingga 11 April 2025. Kebijakan relaksasi ini memberikan kesempatan bagi Wajib Pajak untuk menyelesaikan kewajiban perpajakan tanpa dikenai sanksi administrasi. Perpanjangan batas waktu pelaporan SPT Tahunan ini tertuang dalam Keputusan Dirjen Pajak […]

  • lembaga survei Poltracking

    Poltracking: Elektabilitas Khofifah-Emil Jauh Dibandingkan Dua Paslon Lain

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 1Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Elektabilitas pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa – Emil Elistianto Dardak, masih unggul jauh dibandingkan dua Paslon Pesaingnya yakni, Tri Risma Harini – Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) maupun Luluk Nur Halimah – Lukmanul Hakim. Keunggulan Paslon Khofifah – Emil ini dipaparkan lembaga survei Poltracking Indonesia. Dalam […]

  • Kakorlantas Ojo kesusu

    Ojo Kesusu! Kakorlantas Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, S.H., M.Hum., mengingatkan para pemudik untuk tidak terburu-buru selama perjalanan mudik dan balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Imbauan ini disampaikan menyusul dimulainya Operasi Ketupat 2026 yang berfokus pada keselamatan masyarakat. “Yang terpenting adalah jangan keburu-buru, seperti lagu saya ‘Mudik Tertib Ojok Kesusu’,” ujar Irjen […]

  • Hari Santri Nasional 2024 YPM Tarik Sidoarjo

    Peringatan HSN 2024 di YPM Tarik: Menggapai Cita-Cita dengan Pesawat Kertas

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Ratusan siswa, guru, dan pengurus Nahdlatul Ulama di Kompleks Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma’arif (YPM) Tarik, Sidoarjo, mengikuti kegiatan unik dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024, pada Selasa (22/10). Mereka menerbangkan pesawat kertas bertuliskan cita-cita di lapangan sekolah, sejalan dengan tema HSN tahun ini, “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”. Menurut […]

expand_less