190 Atlet Dayung Jatim Adu Cepat di Bozem Morokrembangan Surabaya
- account_circle Mascim
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

Lomba dayung Bozem Morokrembangan Surabaya diikuti 190 atlet dari 12 PODSI Jawa Timur pada 24–25 Oktober 2026. Ajang pemanasan Porprov ke-10 dan pencarian bibit muda. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Sebanyak 190 atlet dayung dari 12 pengurus PODSI se-Jawa Timur mengikuti lomba dayung Bozem Morokrembangan di Surabaya pada 24–25 Oktober 2026.
Lomba canoeing dan perahu naga ini digelar Pengurus Cabang PODSI Surabaya untuk memeriahkan Surabaya Rising Champion. Ajang tersebut juga menjadi uji kemampuan atlet Kota Surabaya dan Jawa Timur.
Ketua Panitia Pelaksana Suwarto mengatakan kegiatan ini bagian dari persiapan menuju Porprov ke-10. Surabaya bertindak sebagai tuan rumah pada event tersebut.
“Kegiatan lomba dayung perahu naga dan canoeing ini, kita selenggarakan dalam rangka memeriahkan persiapan menuju Porprov ke-10. Kita juga memberikan kesempatan para atlet Kota Surabaya untuk senantiasa siap berprestasi dalam berbagai event,” ujar Suwarto, Sabtu (24/10/2026).
Suwarto menambahkan, lomba ini menjadi ajang mencari bibit atlet muda. “Kita cari potensi-potensi atlet dayung muda sebagai bekal atau bibit untuk event-event kejuaraan dayung yang lebih besar lagi nanti di tingkat nasional,” ujarnya.
Lomba dayung Bozem Morokrembangan tahun 2026 mempertandingkan 6 kelas dan diikuti 40 tim dengan 190 atlet. Peserta datang dari 12 pengurus PODSI se-Jawa Timur, antara lain Gresik, Bangkalan, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, dan Surabaya.
Kelas yang dilombakan meliputi TBR Umum Putra, TBR Pelajar Putra, TBR Pelajar Putri Surabaya, SUP Pelajar Putra Surabaya, dan SUP Pelajar Putri Surabaya. Sejumlah tim pelajar dari SMK Kal 1, SMK Rajasa, Bozemking, dan SMAN 19 ikut ambil bagian.
Pada TBR Umum Putra, tim seperti BKL Paddle Team Bangkalan, Pasmar 2 Sidoarjo, Jenggolo Sidoarjo, AAL Surabaya, dan Koarmada II Surabaya tercatat sebagai peserta. Kelas pelajar juga diramaikan SMK Bhakti Samudra dan SMK ARH.
Perairan Bozem Morokrembangan dipilih sebagai lokasi lomba karena mendukung jalur lintasan dayung. Panitia menata lintasan dan keselamatan peserta selama dua hari pertandingan.
Surabaya Rising Champion menjadi payung sejumlah event olahraga di kota ini. Lomba dayung memberi warna berbeda karena berlangsung di perairan terbuka.
Sejumlah pelatih memantau langsung penampilan atlet muda. Mereka menilai kompetisi ini membantu mengukur kesiapan tim menuju Porprov.
Panitia berharap ajang ini melahirkan bibit atlet yang siap bersaing pada kejuaraan lebih besar di tingkat nasional. Pembinaan setelah lomba menjadi kunci agar atlet muda terus berkembang.
- Penulis: Mascim
