Ruang.co.id – Umat Islam akan melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah pada Rabu, 27 Mei 2026. Sebelum menunaikan ibadah sunah dua rakaat ini, pemahaman terhadap bacaan niat sesuai posisi sebagai imam maupun makmum menjadi bekal penting yang perlu disiapkan.
Pelaksanaan salat Iduladha dianjurkan digelar lebih awal pada pagi hari setelah matahari terbit. Hal ini dimaksudkan agar penyembelihan hewan kurban dapat segera dilakukan begitu rangkaian ibadah selesai. “Menghadirkan niat yang benar adalah gerbang kekhusyukan. Niat mempertegas posisi kita, apakah sebagai imam yang memimpin atau makmum yang mengikuti,” ujar tokoh agama setempat saat memberikan tausiah persiapan hari raya di Surabaya.
Panduan niat ini merujuk pada tuntunan yang selama ini diamalkan umat Islam di berbagai daerah. Bagi masyarakat yang bertindak sebagai makmum, berikut adalah bacaan niatnya:
Niat Makmum
Ushalli sunnatan li’iidil-adhaa rak’ataini ma’muuman lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku berniat mengerjakan salat sunnah Iduladha sebanyak dua rakaat, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”
Sementara itu, bagi yang dipercaya memimpin jalannya salat, berikut adalah lafal niat sebagai imam:
Niat Imam
Ushalli sunnatan li’iidil-adhaa rak’ataini imaaman lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku berniat mengerjakan salat sunnah Iduladha sebanyak dua rakaat, sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Pelaksanaan salat Iduladha sendiri dapat dilakukan di lapangan terbuka maupun di masjid, bergantung pada kondisi dan tradisi masing-masing daerah. Panitia hari raya di sejumlah wilayah telah berkoordinasi dengan pengurus masjid dan pemerintah setempat untuk memastikan kesiapan lokasi ibadah. “Kami sudah menyiapkan area lapangan agar jamaah dapat khusyuk mengikuti salat. Pengaturan saf juga akan kami perketat demi kelancaran ibadah bersama,” terang salah satu koordinator lapangan.
Pada dasarnya, niat salat dilakukan di dalam hati sebelum takbiratul ihram dimulai. Pelafalan secara lisan dipandang sebagai sarana membantu menghadirkan kekhusyukan. Selain niat, imam dianjurkan membaca surat tertentu setelah Al-Fatihah, seperti surat Qaf dan Al-Qamar, atau Al-A’la dan Al-Ghasyiyah, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Masyarakat diimbau untuk mempersiapkan ibadah ini dengan baik, tidak hanya secara fisik namun juga pemahaman tata cara. Momentum Iduladha diharapkan mampu mempererat kebersamaan umat serta menjadi sarana peningkatan ketakwaan. “Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalani salat Iduladha dengan hati yang tunduk, saling mendoakan, dan segera menuntaskan ibadah kurban sebagai wujud syukur,” tutup seorang penyuluh agama di sela-sela gladi bersih ibadah.

