Breaking News
light_mode
Sabtu, 25 Juli 2026

Subandi Siap Ambil Kemudi Askab PSSI Sidoarjo Demi Fokus Menatap Porprov 2027

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sidoarjo, Ruang.co.id – Bupati Sidoarjo, Subandi, menutup Porkab Sidoarjo 2026 pada Sabtu (25/7), di Pendopo Delta Wibawa, dengan memberikan penghargaan kepada 1.917 atlet berprestasi dari 52 cabang olahraga.

Pemberian penghargaan dari Pemkab. Sidoarjo atas prestasi juara atlet di Porkab Sidoarjo 2026, yang pertama diberikan kepada Iva Alif Pratama juara satu perorangan usia under 22 putra dari cabor karate, mendapatkan medali, piagam penghargaan, dan uang pembinaan senilai Rp500.000.

Ahmad Syauqi Raihan Nizar juara dua catur putra dari cabor catur, mendapatkan medali, piagam penghargaan, dan uang pembinaan senilai Rp300.000. Selanjutnya Fadil Tri Sakti Maulana juara tiga nasional dari cabor panahan, mendapatkan medali, piagam penghargaan, dan uang pembinaan senilai Rp200.000.

Eka Fitri Nur Nabila sebagai juara satu putri jujitsu dari cabor jujitsu, mendapatkan medali, piagam penghargaan, dan uang pembinaan senilai Rp500.000.

Selanjutnya Rizki Sabrina Haryadi sebagai juara dua speed 300 meter putri dari cabor sepatu roda, mendapatkan medali, piagam penghargaan, dan uang pembinaan senilai 300.000 rupiah.

Yang terakhir, Syakila Almira Yusuf juara tiga renang kolam dari cabor renang, mendapatkan medali, piagam penghargaan, dan uang pembinaan senilai Rp200.000.

Dalam pidato sambutannya di seremoni penutupan Porkab, Subandi menyoroti masalah serius di tubuh Askab PSSI Sidoarjo.

“Saya kepingin sepak bola Sidoarjo bangkit. Kalau Askab tidak bisa, nanti Bupati turun tangan langsung pegang Askab,” tegas Subandi di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (25/7/2026).

Bahkan, bila konflik internal masih berkepanjangan, Subandi akan mengambil alih Askab. “Sidoarjo itu gudangnya sepak bola. Cuma sepak bola ndak pernah Sidoarjo itu paling setelah juara kembali lagi. Nah, kalau Askab seperti itu, ya sudah nanti Bupati turun tangan kita pegang saja Askab,” tandas pidatonya.

Pernyataan itu muncul, setelah konflik panjang kepengurusan Askab yang sempat diwarnai mosi tidak percaya dari 11 klub dan SSB. Polemik pencoretan calon pengurus tanpa alasan jelas, serta tertundanya pelantikan konon membuat persiapan tim Porprov Jatim terganggu.

Namun, titik terang muncul pada Mei 2025 ketika pengurus baru di bawah Puji Daryo resmi dilantik. Legalitas tuntas, kompetisi internal kembali bergulir, dan pembinaan usia dini difokuskan melalui turnamen U-13, U-15, serta U-17.

Meski demikian, Bupati Subandi tetap turun tangan, memastikan anggaran pembinaan tepat sasaran. Ia menegaskan subsidi APBD untuk klub internal harus transparan dan akuntabel.

“Anggaran sudah dikucurkan tidak boleh loyo. Kalau loyo, kapan Sidoarjo bisa punya pemain timnas?” tandasnya lagi.

Selain itu, Subandi ingin aktif membuka turnamen akar rumput seperti Piala Bupati. Langkah ini dianggap strategis untuk menjaga stabilitas sosial dan politik di tengah besarnya basis suporter Deltras FC.

  • Penulis: Ruang Nurudin
expand_less