Bupati Subandi Tantang Wali Kota Eri di Porprov Jatim 2027, Ambisi Juara Umum dengan Janjikan Bonus Meningkat Pesat
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

Bupati Subandi Tantang Walikota Eri targetkan Sidoarjo meraih juara umum Porprov Jatim 2027 dengan menyiapkan bonus sebesar Rp60 juta. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Bupati Sidoarjo Subandi memberikan penegasan serius target besar pada ajang Porprov Jatim 2027 mendatang.
Pemkab Sidoarjo siap bersaing ketat dengan Kota Surabaya, demi merebut posisi puncak sebagai juara umum.
Tidaklah heran dalam pidato sambutannya di acara penutupan Porkab. Sidoarjo 2026, Bupati Subandi menantang Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di ajang Porprov 2027.
“Karena saya kepingin karena hari ini kita bersaing dengan Surabaya,” ujar lantang Subandi, di acara penutupan Porkab Sidoarjo 2026, di Pendopo Delta Wibawa, pada Sabtu (25/7/2026).
Subandi menyampaikan evaluasi hasil kejuaraan sebelumnya, untuk memicu motivasi seluruh kontingen.
Ia meminta seluruh atlet terus berlatih keras menghadapi ajang regional tersebut.
Tantangan itu dibarengi dengan iming – iming bonus, yang nilainya meningkat pesat. Pemerintah daerah menyiapkan kenaikan nilai bonus Rp60 juta bagi setiap para peraih medali emas.
Nominal uang pembinaan itu akan dinaikkan dibanding gelaran ajang Porprov sebelumnya, di 2025.
Langkah ini diambil sebagai bentuk apresiasi nyata atas perjuangan para atlet di ajang Porkab 2026 ini.
“Ini nanti akan kita tingkatkan menjadi Rp50 Juta atau menjadi Rp60 Juta,” tegasnya.
Suntikan dana tersebut dialokasikan langsung melalui anggaran Disporapar Kabupaten Sidoarjo.
Sebanyak 1.917 atlet juara 1,2 dan 3 dari 52 Cabor, dikumpulkan oleh KONI Sidoarjo di acara penutupan Porkab, di Pendopo Delta Wibawa.
Selain iming – iming terhadap atlet yang berprestasi juara, para pemenang Porkab Sidoarjo 2026 mendapatkan kepastian jalur masuk sekolah negeri.
Di jenjang SD dan SMP, melalui Japres (Jalur Prestasi) tanpa ribet keadministrasian, itulah permintaan Subandi kepada Plt. Kadispendikbud Sidoarjo, yang juga hadir di acara penutupan Porkab.
Kebijakan ini berlaku bagi peraih juara satu hingga juara tiga.
Dinas Pendidikan diminta mempermudah proses penerimaan murid berprestasi tersebut tanpa kendala.
“Hari ini saya sampaikan apabila anak-anak kita yang hari ini mendapatkan Porprov juara satu, dua dan tiga fasilitasi dia kalau masuk SD Negeri dan SMP Negeri,” terangnya.
Pemerintah hadir, memastikan keberlangsungan masa depan pendidikan seluruh atlet daerah.
Dari tahun ini, Pemkab Sidoarjo juga menjamin perlindungan keselamatan kerja bagi para olahragawan. Kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan diperluas hingga mencakup jaringan rumah sakit.
“BPJS Ketenagakerjaan sudah kita siapkan. Barangkali ada atlet waktu kegiatan dia ada patah tulang dan lain, kita sudah kita siapkan,” tambah Subandi.
Fasilitas pengobatan memadai, juga diberikan agar atlet merasa aman saat bertanding.
Strategi Politisi Pimpin Cabor Demi Dongkrak Prestasi dan Anggaran Atlet
Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih, juga hadir di acara penutupan Porkab. Sidoarjo di Pendopo Delta Wibawa.
Terkait cukup banyaknya anggotanya yang juga menjadi ketua cabor, Ia menegaskan aturan hukum membolehkan wakil rakyat memimpin cabang olahraga.
“Prinsipnya kan memang tidak ada larangan,” ujar cak Nasik, sapaan akrab Abdillah Nasih, Sabtu (25/7/2026).
Langkah ini sengaja dilakukannya menjadi bentuk kepedulian anggota dewan dalam membina para atlet daerah.
Selain itu, dengan hadirnya anggota dewan di ranah olahraga atlet ini, membawa dampak positif antara Pemkab bersama dewan, membahas alokasi dana olahraga sesuai kekuatan anggaran kabupaten.
Pengawasan internal tetap berjalan objektif, karena lembaga dewan memiliki banyak anggota komisi. “Sesuai dengan kapasitas fiskal kita,” tegas cak Nasik.
Ambisi Versus Realita Target Medali
Ketua Cabang olahraga (Cabor) Pencak Silat yang juga Ketua Pengkab IPSI Sidoarjo, Anang Siswandoko, merespons realistis target lima medali emas dari bupati, sebagai optimalisasi meraih juara umum di Porprov Jatim 2027. “Tetap kita ikhtiarkan. Tapi target kita sendiri realitas itu tiga,” kata Anang.
Selain itu, pengurus pencak silat fokus menyiapkan para atlet menghadapi ajang terdekat, yakni kejuaraan daerah sebelum Porprov.
Optimalisasi ambisi bupati untuk memboyong sebagai juara umum Porprov, juga perlu dibarengi dengan kebutuhan finansial yang memadai saat atlet menjalani pembinaan di Puslatkab.
Anang menekankan, pentingnya ketersediaan anggaran pemusatan latihan daerah sejak awal tahun. “Kalau kita puslatda nggak ada anggaran berat,” ungkap Anang.
Program latihan intensif, Ia menjabarkan lebih jauh, membutuhkan alokasi dana minimal Rp100 juta hingga Rp200 juta.
Memang, dalam waktu dekat tim pencak silat Sidoarjo segera mengikuti ajang Popda Ngawi sebelum melangkah ke Porprov.
Pengurus cabang terus memperjuangkan pemenuhan fasilitas demi menjaga performa bertanding para atlet.
Dukungan finansial menurut Anang, menjadi kunci utama pencapaian target medali emas.
Pembenahan Serius Manajemen Cabor
Selain mengevaluasi capaian KONI di Porkab, Bupati Subandi juga mengevaluasi serius ketua dan pengurus Cabor yang dianggapnya tidak memenuhi target.
Subandi juga menuntut seluruh pengurus cabang olahraga bekerja secara profesional dan transparan.
Ia menolak keras praktik nepotisme dalam proses seleksi atlet daerah.
“Wis gak ono bolo-boloan, gak ono konco-koncoan, apalagi bolo karo DPRD. Ndak, pokoknya sing penting juara satu,” pungkasnya.
Restrukturisasi internal dilakukan demi mencetak bibit unggul berprestasi tingkat nasional.
- Penulis: Ruang Nurudin

