Program Kepemudaan Adam Rusydi: Solusi Akar Rumput Tangkal Kenakalan Remaja Sidoarjo
- account_circle Ruang Gentur
- calendar_month 51 menit yang lalu
- print Cetak

Adam Rusydi memaparkan program kepemudaan sebagai solusi akar rumput untuk menangkal kenakalan remaja dalam reses di Desa Bakung Tamenggungan, Balung Panggang, Sidoarjo. (Gentur)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Kasus penyebaran HIV/ AIDS di kalangan pelajar hingga perkara tawuran sampai pergaulan bebas, menjadi salah satu topik pembicaraan utama Adam Rusydi saat melakukan reses di desa Bakung Tamenggungan, Balung Panggang, Sidoarjo, rabu malam, (29/7).
Munculnya pembicaraan tersebut terjadi setelah salah satu warga setempat bernama Hendry, yang berstatus mahasiswa melontarkan pertanyaan seputar kasus tersebut dan bagaimana menanggulanginya.
Menanggapi masalah tersebut, politikus partai Golkar ini menjelaskan tentang pentingnya peran lingkungan dan keluarga dalam mendidik para remaja tersebut agar tidak terjerumus ke dalam masalah kenakalan yang berujung pada perbuatan kriminsl atau melanggar hukum. Selain itu, ketua komisi C DPRD Jatim ini juga membeberkan beberapa program pemerintah yang berkaitan dengan kepemudaan sebagai solusi alternatif untuk menanggulangi masalah tersebut.
” Sebenarnya remaja kalau sekolah sekitar 6 sampai 8 jam. Selebihnya mereka berada di rumah sekitar 16 jam. Sehingga lingkungan dan keluarga sangat menentukan dalam pembentukan mental generasi muda tersebut. Karena itu sebagai wakil rakyat, saya mempunysi solusi agar pihak desa bisa memanfaatkan dan memaksimalkan program pemerintah daerah yang berkaitan dengan program-program pendidokan dan kepelatiham pemuda, ” tawar Adam.
Menurutnya program pemerintah kabupaten Sidoarjo maupun Pemprov Jatim ataupun program pemerintah pusat tentang pendidikan, seperti PIP untuk pelajar SLTA maupun KIP untuk kuliah serta program pelatihan kerja dan pengembangan pertanian bagi pemuda yang baru lukus sekolah maupun yang belum mendapatkan pekerjaan, perlu dimanfaatkan.
“Saat ini pemerintahbsedang gencar-gencarnya meningkatkan produksi pertanian, drngan menempatkan pemuda untuk melakukan pelatihan pertanian. Disamping itu, juga ada program pelatihan kerja seperti kursus membersihkan AC, ngelas dan ketrampilan kerjs lainnya. Ini bisa dimanfaatkan untuk membina pemuda di desa daripada menganggur terus salah pergaulan dan terjerumus ke dalam pergaulan yang salah dan mengarah pada perbuatan melanggar hukum dan norma agama,” tandas Adam.
Selain masalah kepemudaan itu, Adam juga mendapat permintaan warga untuk membantu melancarkan pendirian kewirausahaan dan UMKM. Diantaranya dengan memberikan permodalan dan sarana alat untuk UMKM seperti rombong dan lainnya.
Menanggapi masalah tersebut, Adam mengharapkan agar warga yang ingin membuka usaha atau UMKM diminta untuk serius. Karena jangan sampai setelah diberi rombong namun hanya sebentar kemudian mangkrak. Karena sudah banyak pengalaman, pihaknya mengajukan anggaran untuk bantuan rombong sekitar 20 pada warga, namun yang bertahan sampai sekarang tinggal satu. Lainnya tidak jelas bahkan rombongnya sudah tidak ada.
“Kami juga pernah membantu pengadaan 25 mesin jahit dan melatih ibu-ibu untuk menjahit. Namun hasilnya dari jumlah tersrbut hanya dua orang yang bertahan, lainnya malah menjual mesin jahit tersebut. Karena itu saya minta mereka yang mengusulkan pengadaan alat UMKM saya minta serius. Karena dengan serius, maka akan terbentuk mental yang kuat dalam mengembangkan usaha sehingga sukses,” tegas Adam.
Sembari mencontohkan beberapa pelaku UMKM sukses yang pernah dibantunya, Adam menyarankan kepada pihak terkait di desa agar mengawal program-program bantuan tersebut apabila usulan para warga ini direalisasikan.
- Penulis: Ruang Gentur

