Breaking News
light_mode
Rabu, 28 Oktober 2026
Beranda » Lifestyle » Rahasia Nastar! Kisah Kue Lebaran Legendaris dari Dapur Kolonial Hingga Meja Modern

Rahasia Nastar! Kisah Kue Lebaran Legendaris dari Dapur Kolonial Hingga Meja Modern

  • account_circle Ruang Sely
  • calendar_month Minggu, 30 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – Setiap Lebaran, hampir tidak ada meja makan di Indonesia yang tidak dihiasi dengan kue nastar. Tapi tahukah Anda bahwa di balik rasa manis dan teksturnya yang renyah ini tersimpan sejarah panjang yang dimulai dari dapur-dapur Belanda di era kolonial? Kue yang kini menjadi ikon Hari Raya ini ternyata adalah hasil akulturasi budaya yang sempurna antara Eropa dan Nusantara.

Asal usul nastar bisa ditelusuri dari kata Belanda “ananas” (nanas) dan “taart” (tart). Pada abad ke-18, para nyonya rumah Belanda di Hindia Timur sering membuat pineapple tart besar sebagai hidangan istimewa. Kue ini merupakan adaptasi dari tradisi pastry Eropa yang memakai buah-buahan musiman.

Ketika resep ini menyebar di kalangan masyarakat Indonesia, terjadi proses indigenisasi yang menarik. Ukuran tart yang besar diubah menjadi kue-kue kecil yang lebih praktis. Pemilihan nanas sebagai isian utama bukan tanpa alasan – buah tropis ini melimpah di Nusantara dan memiliki daya tahan yang baik ketika diolah menjadi selai.

Perjalanan nastar dari hidangan elite kolonial menjadi kue populer Lebaran penuh dengan adaptasi cerdas. Di pertengahan abad 20, para produsen kue rumahan mulai menciptakan varian nastar dengan sentuhan lokal. Tambahan parutan keju di atasnya, misalnya, adalah inovasi Indonesia yang tidak ditemukan di versi Belanda-nya.

Yang lebih menarik, nastar tidak hanya berubah dalam hal rasa dan bentuk. Fungsinya pun mengalami transformasi sosial. Dari sekadar kue untuk jamuan teh ala Eropa, nastar berubah menjadi simbol silaturahmi yang wajib ada saat Lebaran. Daya tahannya yang baik membuatnya cocok untuk dibagikan kepada sanak saudara, sementara rasanya yang manis menggambarkan harapan akan tahun yang lebih baik.

Baca Juga  Lirik Lagu Sheila On 7 Berjudul "Seberapa Pantas"

Memasuki abad 21, nastar terus menunjukkan kelenturannya mengikuti zaman. Banyak produsen kini menawarkan varian premium dengan isian durian atau cokelat. Beberapa bahkan membuat versi vegan untuk memenuhi kebutuhan pasar modern. Namun menariknya, justru versi klasik dengan selai nanas murni tetap menjadi primadona, terutama di kalangan generasi tua yang ingin mempertahankan rasa nostalgia.

Tidak banyak yang tahu bahwa ada perdebatan menarik seputar nastar. Beberapa sejarawan kuliner berpendapat bahwa bentuk nastar yang kita kenal sekarang sebenarnya lebih dekat dengan kue kering Belanda (speculaas) daripada tart aslinya. Ada juga yang berargumen bahwa penggunaan butter dalam resep tradisional adalah pengaruh Eropa yang tidak sepenuhnya tergantikan oleh margarin.

Disclaimer: Artikel ini merupakan hasil riset mendalam terhadap berbagai sumber sejarah kuliner. Jika Anda memiliki versi atau cerita turun-temurun berbeda tentang asal-usul nastar, kami sangat menghargai. Resep nastar bisa bervariasi tergantung daerah dan tradisi keluarga.

  • Penulis: Ruang Sely

Rekomendasi Untuk Anda

  • IKBA Untag Bagi Takjil

    IKBA Untag Surabaya Bagikan 1.000 Takjil Ramadan Pengguna Jalan di Sidoarjo

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali terlihat di Kabupaten Sidoarjo. Ikatan Keluarga Besar Alumni Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (IKBA Untag Surabaya), membagikan 1.000 paket takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas, Minggu (9/3/2026). Pembagian takjil berlangsung di depan posko pemenangan PDI-P, kawasan Ruko CT-9, Sidoarjo. Sejak sore hari, para […]

  • KPU Jatim monitoring TPS

    KPU Jatim Pantau 60 Ribu TPS Pilkada 2024 di 38 Kabupaten dan Kota

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2024
    • account_circle Ruang Gentur
    • 3Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pemungutan suara Pilkada Jawa Timur 2024 akan digelar Rabu, 27 November 2024, mulai pukul 07.00 WIB. Sebanyak 60.750 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 666 kecamatan telah disiapkan untuk melayani pemilih di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Bahkan, TPS khusus juga telah disiapkan untuk menjamin kelancaran proses pemilu. Dalam konferensi pers yang digelar […]

  • Hasil Persebaya vs Arema

    Persebaya Tumbangkan Arema dengan Dramatis di Gol Injury Time

    • calendar_month Sabtu, 7 Des 2024
    • account_circle Ruang Wawan
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Pertandingan panas Liga 1 antara Persebaya Surabaya dan Arema FC berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (7/12). Duel sengit ini berakhir dengan kemenangan dramatis Persebaya 3-2 setelah gol penentu tercipta di masa injury time babak kedua. Di awal laga, Arema FC menekan pertahanan Persebaya selama 15 menit pertama. Namun, justru Persebaya […]

  • Perda PPA JAtim

    Perda PPA Yang Digagas Komisi E DPRD Jatim Mampu mencegah Kekerasan Di Sekolah

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Ruang Gentur
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Perda Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang digagas komisi E DPRD Jatim sudah bisa digunakan untuk mencegah adanya ancaman kekerasan terhadap anak di sekolah. Sehingga, dalam implementasinya, pihak terkait perlu melaksanakannya secara efektif. Menurut anggota komisi E DPRD Jatim, Puguh Wiji Pamungkas, Perda PPA yang digagas komisinya sebenarnya sudah mengakomidir hal-hal yang terkait […]

  • Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Surabaya

    Belum Serahkan PSU, 20 Pengembang di Black List dan Ditahan Semua Perizinannya

    • calendar_month Kamis, 18 Apr 2024
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sebanyak 20 pengembang di Kota Surabaya akhirnya diberikan sanksi administratif berupa pencantuman ke dalam daftar hitam atau black list oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pasalnya, 20 pengembang itu belum menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) kepada pemkot. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan Pemkot […]

  • Advokat Taufan Dzaky Athallah

    Taufan Dzaky Athallah Bedah Strategi Abolisi Lembong dan Amnesti Hasto untuk Rekonsiliasi

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Ruang M Andik
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Praktisi hukum ternama Taufan Dzaky Athallah, S.H., memberikan pandangan mendalam tentang keputusan strategis pemerintah dalam memberikan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Menurut pakar hukum pidana ini, langkah tersebut bukan sekadar kebijakan hukum biasa, melainkan instrumen rekonsiliasi nasional yang tepat di tengah dinamika politik Indonesia. […]

expand_less