Breaking News
light_mode
Minggu, 13 September 2026
Beranda » Pemerintah » Surabaya Menyala Kolaborasi Warga & Teknologi Ubah Sampah Jadi Harapan

Surabaya Menyala Kolaborasi Warga & Teknologi Ubah Sampah Jadi Harapan

  • account_circle Ruang Nurudin
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang co.id – Surabaya kembali membuktikan bahwa kota bukan hanya sekumpulan bangunan, tetapi juga termasuk denyut hidup warganya. Di tengah dinamika perkotaan yang kian kompleks, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya punya inisiatif, meluncurkan pendekatan progresif nan humanis dalam pengelolaan sampah, ibarat kolaborasi sebuah simfoni antara edukasi, partisipasi warga, dan inovasi teknologi yang siap mengubah wajah kota.

Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, punya cara untuk mengampanyekan penegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah dan Kebersihan, digencarkan dengan cara yang tak biasa. Tak lagi hanya mengandalkan peringatan keras atau pengawasan semata, DLH justru mengajak warga menjadi bagian penting dari solusi. Edukasi dilakukan dari hati ke hati, dibarengi dengan ajakan yang menginspirasi: “Jangan ragu melapor.”

Seruan ini bukan sekadar slogan. Sebuah insiden kecil yang viral di media sosial pekan ini menjadi bukti nyata. Tumpukan sampah di kawasan Pandegiling, yang sempat menuai komentar publik, ternyata merupakan hasil dari kegiatan kerja bakti warga dalam program Surabaya Bergerak. Uniknya, momen tersebut justru membuka mata banyak pihak akan semangat gotong royong yang terorganisir di balik layar.

Dedik menjelaskan, bahwa tiap akhir pekan ada sekitar 150 hingga 200 titik kerja bakti warga di seluruh penjuru kota. Warga dengan sukarela menentukan sendiri titik pengumpulan sampah, lalu melaporkannya lewat aplikasi Surabaya Bergerak. DLH pun bergerak cepat untuk mengangkutnya, sebuah sinergi teknologi dan partisipasi publik yang menjadi model inovatif pengelolaan kota masa depan.

Tumpukan yang difoto warga di Pandegiling, kata Dedik, hanyalah bagian dari rangkaian prosesnya. Namun di balik tumpukan itu, ada kisah warga suka cita warga yang bahu-membahu menjaga kebersihan lingkungan, mengusulkan titik penjemputan, hingga memahami sistem yang telah disusun DLH. Sebuah kedewasaan kolektif yang jarang tersorot, namun sangat layak diapresiasi.

Baca Juga  Kepemimpinan Kedua Khofifah-Emil Langkah Strategis Bentuk BUMD Pangan di Jawa Timur

Yang membuat program ini semakin unik adalah fleksibilitas dan keterbukaannya. Kuota maksimal 200 titik per minggu memberi ruang bagi semua warga untuk terlibat, namun tetap menjaga agar pelaksanaan di lapangan tetap terkendali dan efisien. Bila kuota penuh, warga akan diarahkan untuk mendaftar di minggu berikutnya,f solusi cerdas untuk menghindari penumpukan logistik sampah dan memastikan kualitas layanan tetap terjaga.

Dalam pelaksanaannya, DLH tak bekerja sendirian. Ada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) turut ambil bagian dengan menyediakan alat berat untuk membantu pembersihannya. Ini bukan hanya soal mengangkut sampah, tapi soal menghadirkan kolaborasi lintas sektor yang menjadikan pelayanan publik sebagai urusan bersama.

Namun, benang merah dari semua ini adalah keterlibatan warga. DLH tidak hanya ingin menjadi penindak atau pengangkut, tapi fasilitator perubahan perilaku. Tapi tidak lupa pula, edukasi tentang pentingnya tidak membuang sampah sembarangan terus digaungkan dengan humanis. Laporan warga terhadap pelanggaran pun tidak hanya ditindak, tapi juga dijadikan momen untuk membangun kesadaran.

Di era ketika banyak kota masih bergulat dengan cara konvensional dalam menghadapi masalah sampah, Surabaya menunjukkan bahwa solusi bisa datang dari akar rumput, selama pemerintah membuka ruang, dan warga percaya untuk melangkah bersama. Ini bukan hanya tentang kebersihan, tapi tentang cara baru membangun kota yang kolaboratif, inovatif, dan penuh harapan.

Dalam semangat ini, Surabaya bukan hanya sedang membersihkan sampah, tapi juga menanam benih terhadap warganya atas kepedulian. Aplikasi digital, kerja bakti mingguan, pelibatan warga, dan respons cepat dari DLH adalah wujud nyata kota yang hidup menyala dan bergerak bersama – sama.

Kini, bukan lagi pertanyaan tentang “Tugas siapa yang harus membersihkan kota?” melainkan “Apa peran kita dalam menjaga kota tercinta tetap bersih?” Dan Surabaya telah menjawabnya dengan tindakan, bukan hanya kata-kata.

Baca Juga  Museum Surabaya Kenalkan Kota Pahlawan dari Setiap Era
  • Penulis: Ruang Nurudin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asus ROG Zephyrus G16

    Asus ROG Zephyrus G16 dengan RTX 4070 & Layar 165Hz Kini Lebih Murah!

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Jika kamu sedang mencari laptop gaming terbaik dengan spesifikasi gahar tapi dengan harga yang lebih terjangkau, Asus ROG Zephyrus G16 adalah pilihan yang tepat! Saat ini, laptop gaming ini sedang menawarkan diskon 32% di Best Buy, menjadikannya lebih terjangkau. Laptop gaming dari Asus ROG Zephyrus G16 ini cocok untuk gamer yang mencari keseimbangan […]

  • bsi Pembiayaan Otomotif Capai Rp5,258 Triliun

    BSI Gaspol! Pembiayaan Otomotif Capai Rp5,258 Triliun di 2024

    • calendar_month Minggu, 12 Jan 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali bikin gebrakan di dunia otomotif syariah! Lewat layanan BSI OTO, bank ini berhasil menyalurkan pembiayaan otomotif sebesar Rp5,258 triliun hingga November 2024. Angka ini melonjak hingga 33,8% secara tahunan (year on year/yoy). Menurut SEVP Consumer Product Solution BSI, Wawan Setiawan, pembiayaan ini sudah mencakup sekitar […]

  • SMPN Prambon

    Wabup Mimik Idayana Bongkar Luka Pembangunan SMPN Prambon, Cacat Fisik Bangunan hingga Modus Pinjam Bendera

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana kembali menyidak pembangunan SMP Negeri 2 Prambon, Senin (15/12/2025), setelah menemukan keterlambatan dan cacat fisik bangunan yang mengancam mutu sekolah dan akuntabilitas penggunaan APBD. Mimik datang tanpa seremoni. Ia menelusuri ruang demi ruang, menunjuk tembok yang retak, keramik yang menganga, serta plafon yang tidak presisi. Proyek […]

  • Lubang Maut Sidoarjo

    Terkepung Lubang Maut, Nyawa Melayang di Aspal Remuk, Bupati Sidoarjo Kebut Perbaikan Janji Selesai Sebelum Lebaran

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Sidoarjo, Ruang.co.id – Seorang pengendara motor berinisial MAS, tewas seketika di Jalan Desa Tarik, Sidoarjo, setelah mengalami kecelakaan tunggal, terperosok lubang jalan sedalam maut pada 9 Februari 2026. Pemandangan ini, terang membuktikan kelalaian penyelenggara jalan, dalam menjamin keselamatan publik, di tengah curah hujan tinggi. Kematian MAS, menjadi lonceng kematian bagi birokrasi yang lamban. Di bawah […]

  • Menghisap Jempol

    Bahaya Menghisap Jempol pada Anak

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Menghisap jempol adalah kebiasaan yang sering dilakukan oleh bayi dan anak – anak. Meskipun tampak tidak berbahaya, kebiasaan ini jika terus berulang dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan berbagai masalah pada pertumbuhan gigi dan rahang anak. Apa saja dampak negatifnya? Salah satu dampak yang paling umum adalah perubahan bentuk gigi. Tekanan […]

  • iuran BPJS Kesehatan 2025

    Tahun Depan Naik! Cek Iuran BPJS Kesehatan 2025 untuk Kelas 1, 2, dan 3

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Ruang redaksi
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024, telah memutuskan untuk melakukan perubahan penting terkait tarif iuran BPJS Kesehatan yang berlaku mulai 2025. Salah satu perubahan utama adalah penggantian sistem pembagian kelas yang selama ini digunakan oleh peserta BPJS Kesehatan, yakni Kelas 1, 2, dan 3, dengan sistem Kelas Rawat Inap […]

expand_less