Jakarta, Ruang.co.id – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir membeberkan kesiapan jajaran Humas dalam mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat 2026. Hal ini disampaikan dalam Apel Kesiapan Satuan Tugas (Satgas) Humas yang digelar di Jakarta, Senin (9/3/2026). Apel ini bertujuan memastikan seluruh jajaran Humas Polri siap menyampaikan informasi publik secara cepat, akurat, dan transparan selama masa mudik berlangsung.
“Melalui apel kesiapan ini, kami menegaskan kembali pentingnya peran Humas Polri dalam menyampaikan informasi kepada publik, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasi Operasi Ketupat 2026. Hal ini juga dilakukan agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait kondisi arus mudik, rekayasa lalu lintas, serta berbagai layanan yang disiapkan oleh Polri dan stakeholder terkait,” ujar Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Operasi Ketupat 2026 akan dilaksanakan mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 389.681 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait diterjunkan untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada mudik tahun ini mencapai 143 juta orang atau sekitar 50,2 persen dari total populasi nasional dengan menggunakan berbagai moda transportasi.
Untuk mendukung kelancaran operasi, Polri telah menyiapkan 2.756 posko pengamanan yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos-pos tersebut ditempatkan di titik-titik strategis untuk memberikan pelayanan serta rasa aman kepada pemudik. Selain itu, pengamanan juga difokuskan pada 185.544 objek vital, meliputi tempat ibadah, lokasi salat Id, objek wisata, pusat perbelanjaan, serta berbagai terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara.
“Kami juga telah menyiapkan berbagai langkah rekayasa lalu lintas seperti penerapan contraflow dan sistem one way. Kebijakan ini akan diberlakukan secara situasional berdasarkan hasil traffic counting di lapangan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik,” jelas Johnny.
Berdasarkan prediksi, puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13 dan 17 Maret 2026, sementara puncak arus balik diprediksi pada 24 dan 28 Maret 2026. Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan di titik-titik rawan kemacetan.
Polri juga mengoptimalkan layanan hotline 110 untuk memudahkan masyarakat melaporkan gangguan keamanan. Patroli akan ditingkatkan di wilayah rawan kriminalitas, termasuk pengamanan rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama mudik. Langkah ini diambil untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang bepergian maupun yang merayakan Idul Fitri di kampung halaman.
“Masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik hendaknya mempersiapkan perjalanan dengan baik. Pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak, jaga kesehatan, dan patuhi arahan petugas di lapangan,” imbau Johnny.
Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Diharapkan pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sejalan dengan tema komunikasi publik tahun ini yaitu Mudik Aman, Keluarga Bahagia.
“Polri bersama seluruh stakeholder berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sejalan dengan tema komunikasi publik tahun ini yaitu Mudik Aman, Keluarga Bahagia,” tutup Johnny Eddizon Isir. (Wis)

