Breaking News
light_mode
Rabu, 14 Oktober 2026
Beranda » Ekbis » Kinerja Gemilang TPS di Awal 2026, Arus Peti Kemas Februari Tumbuh 1,36%

Kinerja Gemilang TPS di Awal 2026, Arus Peti Kemas Februari Tumbuh 1,36%

  • account_circle Mascim
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ruang.co.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatat kinerja operasional yang solid pada awal tahun 2026 dengan pertumbuhan arus peti kemas di bulan Februari sebesar 1,36% dibandingkan bulan sebelumnya. Capaian positif ini terjadi di tengah dinamika logistik global yang terus berfluktuasi.

Berdasarkan data operasional TPS, volume peti kemas meningkat dari 117 ribu Twenty-foot Equivalent Units (TEUs) pada Januari 2026 menjadi 119 ribu TEUs di Februari 2026. Kontribusi terbesar berasal dari peti kemas internasional yang mencapai 113 ribu TEUs, sementara peti kemas domestik menyumbang 6 ribu TEUs. Secara total selama periode Januari-Februari 2026, TPS masih mencatatkan volume yang solid dengan dominasi pangsa pasar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengungkapkan bahwa pertumbuhan bulanan ini menjadi bukti konsistensi TPS dalam menjaga keandalan operasional terminal. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari efektivitas layanan bongkar muat yang terus ditingkatkan.

“Pertumbuhan arus peti kemas ini mencerminkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga dan konsisten, meskipun dihadapkan pada dinamika logistik internasional yang terus berkembang. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa,” ungkap Erika dalam keterangannya di Surabaya, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan bahwa capaian positif tersebut didukung oleh keandalan layanan bongkar muat, efektivitas operasional terminal, serta komitmen TPS dalam menjaga kelancaran proses pelayanan.

Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor pada Februari 2026 mencatat pertumbuhan month-on-month yang menggembirakan. Volume ekspor naik 3,77%, dari 53 ribu TEUs menjadi 55 ribu TEUs. Sementara itu, arus impor juga mengalami kenaikan sebesar 1,79%, dari 56 ribu TEUs menjadi 57 ribu TEUs.

Secara kumulatif Januari-Februari 2026, komposisi arus peti kemas ekspor dan impor tetap stabil dengan porsi ekspor mencapai 49% (109 ribu TEUs) dan impor 51% (113 ribu TEUs). Stabilitas ini menunjukkan keseimbangan perdagangan yang terjaga di gerbang logistik utama Jawa Timur.

Baca Juga  Rasakan Euforia Pameran Otomotif 2025: GIIAS, IMOS, dan GJAW Siap Menggebrak!

Jumlah kunjungan kapal ke TPS selama dua bulan pertama tahun 2026 juga mencatatkan peningkatan 0,49%, dari 202 kunjungan pada tahun lalu menjadi 203 kunjungan di tahun ini. Peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan mitra pelayaran terhadap layanan TPS.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, Medy Prakoso, yang juga merupakan importir dari CV. Surya Bhakti Mandiri, menyampaikan apresiasi atas layanan unggulan yang diberikan TPS. Ia menilai efisiensi waktu pelayanan telah memberikan dampak signifikan bagi kelancaran aktivitas logistik para pelaku usaha.

“Kami selaku pengguna jasa TPS sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh TPS, khususnya layanan delivery peti kemas impor. Truck Round Time (TRT) berkisar di bawah 45 menit, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam pengeluaran peti kemas impor ke gudang pemilik barang. Semoga ke depan layanan TPS dapat terus ditingkatkan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Medy.

Dari sisi produktivitas, TPS mencatatkan pencapaian membanggakan dengan rata-rata kinerja bongkar muat sebesar 50 box/ship/hour selama dua bulan pertama tahun 2026. Capaian ini melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan melalui KSOP Utama Tanjung Perak, yaitu 48 box/ship/hour.

Keunggulan produktivitas ini memperkuat posisi TPS sebagai terminal peti kemas terdepan di kawasan timur Indonesia. Dengan pangsa pasar internasional sebesar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak, TPS terus menunjukkan perannya sebagai penggerak utama rantai pasok nasional.

TPS berkomitmen untuk mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas layanan di sepanjang tahun 2026, sejalan dengan visi menjadi terminal peti kemas kelas dunia yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Penulis: Mascim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konser Amal Gempa NTT

    Konser Amal Happy Asmara di Sidoarjo Raup Ratusan Juta untuk Gempa NTT

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle Ruang Nurudin
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Sabtu malam Minggu (22/8/2026), ribuan warga Sidoarjo tumpah ruah memadati hamparan lapang dengan sebuah panggung berukuran besar, di Mal Pelayanan Publik (MPP), di kawasan jalan lingkar timur. Di balik kilauan lampu panggung dan irama musik, yang membakar semangat warga di MPP Sidoarjo ini, ada denyut empati dan menggugah simpati yang bergetar dahsyat. Malam […]

  • Veddriq Leonardi dengan prestasi medali emas pada Olympic Paris 2024

    Beragam Prestasi Bintang Baru Panjat Tebing Indonesia, Veddriq Leonardo

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Veddriq Leonardo telah berhasil mencuri perhatian dunia dengan prestasi yang gemilang di dunia panjat tebing. Ia dikenal sebagai atlet panjat cepat yang memiliki kecepatan dan ketepatan yang luar biasa. Prestasi terbesarnya sejauh ini adalah saat ia meraih medali emas di Olimpiade Paris 2024, menjadikannya atlet Indonesia pertama yang meraih emas di cabang […]

  • Cara Cek Status Penerima Bansos PKH

    Cara Cek Status Penerima Bansos PKH 2025 Langkah Mudah untuk Memanfaatkan Bantuan Sosial dengan Tepat

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Mascim
    • 0Komentar

    Ruang.co.id – Program Keluarga Harapan (PKH) 2025 merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam memberikan bantuan sosial untuk keluarga miskin dan rentan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp 28,7 triliun untuk membantu 10 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Agar penerima dapat memanfaatkan dana bantuan PKH secara maksimal, penting […]

  • Ngopi Sambil Menyaksikan Sunrise di Sanur Cuma Rp 12 Ribu, Yuk Mampir ke Sini!

    Ngopi Sambil Menyaksikan Sunrise di Sanur Cuma Rp 12 Ribu, Yuk Mampir ke Sini!

    • calendar_month Senin, 12 Agt 2024
    • account_circle Ruang Hadilies
    • 0Komentar

    Bali, Ruang.co.id – Ngopi Sambil Menyaksikan Sunrise di Sanur, Bali. Pengalaman unik menikmati kopi sambil menyaksikan matahari terbit kini bisa dinikmati di Sanur, Bali. Ngopi sambil menyaksikan sunrise di Kopling, atau yang terkenal juga dengan nama Kopi Keliling, menawarkan kesempatan langka. Ya, yakni untuk ngopi sambil menikmati keindahan sunrise dengan harga mulai dari Rp 12 […]

  • Negara Thailand, satu-satunya yang tidak pernah dijajah

    Rahasia di Balik Thailand, Satu-Satunya Negara yang Tak Pernah Dijajah

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Thailand, dengan budayanya yang kaya dan keindahan alamnya yang memukau, adalah satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah. Ia berhasil mempertahankan kemerdekaannya dari kolonialisme Barat. Bagaimana sebuah negara bisa lolos dari cengkeraman penjajahan yang begitu kuat pada masanya? Mari kita telusuri lebih dalam rahasia di balik keberlangsungan Thailand. Salah satu […]

  • Candi Peninggalan Kerajaan Singosari di Jawa Timur

    Sejarah Kerajaan Singosari, Titik Awal Kebangkitan Kerajaan di Nusantara

    • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
    • account_circle Ruang Ilham
    • 0Komentar

    Surabaya, Ruang.co.id – Kerajaan Singosari merupakan kerajaan yang berdiri di Jawa Timur pada abad ke-13 dan didirikan oleh Ken Arok. Sebelum mendirikan Singosari, Ken Arok merebut kekuasaan dari Kerajaan Kediri setelah mengalahkan Raja Kertajaya dalam Pertempuran Ganter tahun 1222. Setelah itu, ia menjadi raja pertama Singosari dengan gelar Rajasa Sang Amurwabhumi. Di bawah pemerintahan Kertanegara, […]

expand_less