Simulasi Biaya Listrik: Nyalakan AC 24 Jam Sebulan, Berapa Tagihan Anda?
- account_circle Mascim
- calendar_month 8 menit yang lalu
- print Cetak

Simak artikel Simulasi lengkap biaya listrik menyalakan AC 1/2 PK non-inverter vs inverter 24 jam sebulan. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Ruang.co.id – Konsumen kerap bertanya, berapa sebenarnya tagihan listrik yang membengkak jika menyalakan pendingin ruangan (AC) nonstop 24 jam selama sebulan penuh? Simulasi perhitungan dari pakar menunjukkan bahwa selisih biaya antara teknologi AC non-inverter dan inverter bisa mencapai hampir dua kali lipat.
Berdasarkan data dari TerbaikAC.id, sebuah unit AC berkapasitas 1/2 PK menjadi patokan umum untuk kamar tidur atau ruangan kecil di rumah. Dengan asumsi pemakaian nonstop 24 jam sehari, perbedaan tagihan listrik bulanan antara kedua jenis AC ini sangat signifikan.
Chief Marketing Officer (CMO) TerbaikAC.id, Dennis Sugijanto, memaparkan secara rinci simulasi biayanya. Untuk AC 1/2 PK jenis Non-Inverter dengan konsumsi daya konstan di angka 390 watt, biaya yang harus dibayar pelanggan diperkirakan menembus angka Rp450.000 per bulan.
Sementara itu, konsumsi daya AC Inverter yang fluktuatif membawa dampak berbeda pada kantong. “Sedangkan untuk AC 1/2 PK Inverter dengan rentang daya 200 hingga 500 watt dan menyala 24 jam dalam sehari, biaya listriknya hanya sekitar Rp250.000 per bulan,” ujar Dennis Sugijanto, saat dihubungi, Senin (06/7/2026).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penghematan signifikan dari AC Inverter tersebut hanya bisa dicapai jika penempatan unit sesuai standar teknis. Pemasangan yang tidak tepat disebutnya hanya akan membuat inverter bekerja keras seperti model konvensional.
Baca Juga : Hadapi Panas Ekstrem El Nino Godzilla, Warga Diimbau Ciptakan Rumah Sejuk Bersama TerbaikAc.id
Dennis merinci setidaknya empat syarat krusial agar AC 1/2 PK Inverter bekerja secara efisien dan maksimal menekan tagihan. Pertama, ruangan harus berukuran ideal, yakni luas maksimal enam meter persegi dengan tinggi plafon tidak lebih dari tiga meter, serta idealnya diisi maksimal dua orang dewasa.
Selanjutnya, syarat lingkungan ruangan juga menjadi penentu efisiensi energi. “Ruangan harus tertutup dan tidak sering buka-tutup pintu. Selain itu, jika luas jendela atau kaca di ruangan itu lebih dari 25 persen, kami sangat menyarankan memilih PK yang lebih besar, bukan 1/2 PK,” jelasnya.
Syarat keempat yang tak kalah penting adalah peruntukan ruangan. Teknologi inverter tidak disarankan untuk ruangan yang menghasilkan panas berlebih secara konstan, seperti ruang server atau ruang mesin, karena akan memaksa kompresor bekerja pada kapasitas maksimal terus-menerus.
Dengan simulasi perhitungan ini, masyarakat diimbau untuk lebih cermat tidak hanya melihat harga beli unit AC, tetapi juga menghitung total biaya kepemilikan, terutama konsumsi daya listriknya. Dennis berharap, konsumen dapat menyesuaikan spesifikasi teknologi AC dengan karakteristik dan kondisi ruangan di rumah masing-masing agar investasi yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan penghematan jangka panjang.
- Penulis: Mascim

