Wabup Mimik Grebek Warkop Plus Jabon 49 Orang Terjaring Kades Jadi Dalang Sewa Lahan
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 32 menit yang lalu
- print Cetak

Razia Wabup Sidoarjo membongkar warkop plus Jabon, mengungkap dugaan sewa lahan, prostitusi, miras, serta ancaman penyebaran HIV/AIDS. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sidoarjo, Ruang.co.id – Tidak lazimnya ruas jalan eks tol HK (Hutama Karya) yang terputus akibat semburan Lumpur Lapindo, Sabtu malam (5/7/2026), mendadak agak lengang.
Di kawasan ruas jalan “Tol Pedhot”, begitulah warga sekitar mengistilahkannya, ada tiga desa biasanya cukup marak aktivitas warung perdagangan malam, dari dagang kopi (warkop) seduhan.
Kata Ikhwan Widodo, Kades Dukuhsari, dari ratusan, sebagian dari warkop itu sekitar 25 tempat. Penduduk sekitar sudah sangat paham, kalau warkop itu istilahnya wakop plus – plus, plus karaoke, ya plus perdagangan miras (minuman keras), hingga plus terselip perdagangan kenikmatan tubuh sesaat.
Sabtu malam itu yang tampak remang – remang hanya beberapa titik lokasi. Lantaran ada kunjungan berupa razia dari Wakil Bupati (Wabup) Mimik Idayana dan jajarannya, beserta seorang anggota dewan Sidoarjo yang terjumpai.
“Ini pasti bocor, banyak yang tutup ketika kita sidak, ” gusar Wabup Mimik Idayana, saat Ia mendatangi sejumlah warkop yang dilengkapi ruang kamar karaoke.
Dari sekitar 25 titik warkop yang disebut – sebut menyediakan “surga dunia”. Malam itu dari sejumlah warkop remang – remang terjaring razia, setidaknya ada dua warkop yang mengejutkan yang masih buka namun pintunya ditutup rapat – rapat ketika petugas razia datang.
Warkop Wardah Music dan Warkop Nopret2, namanya di kawasan Desa Jemirahan, Kecamatan Jabon, sedang nahas, pemilik dan penghuni warkop alami. Tampak dari luar, lampu di dalam masih menyala, dan ada motor yang parkir di luar warkop.
Saat berhasil dibuka paksa oleh petugas, Wabup Mimik Idayana beserta petugas, menggeledah seisi bilik – bilik ruang warkop.
Hasilnya, menemukan sejumlah miras dalam kemasan botol yang masih utuh, terjaring tiga perempuan.
Salah satu dari mereka mengaku pemilik Warkop Wardah, dan yang dua perempuan lainnya masih diduga pemandu lagu dan juga pelayan nafsu birahi bersembunyi dalam kamar.
Cukup mengejutkan dalam pengakuan di lokasi razia, pemilik warkop mengatakan menyewa lahan dari Kades Jemirahan.
“Iya saya bayar ke pak kades, Bu Wabup” kata pemilik warkop kepada Mimik Idayana. Dia juga menunjukkan bukti kwitansi pembayaran sewa lahan dari kades, dengan tarif Rp 8 juta per tahunnya. Dia sudah menjalani sewa selama dua tahun ini.
Sang pemilik yang menolak sebut nama, juga mengaku warga komplek perumahan Pondok Mutiara, sebuah kawasan perumahan elit di Sidoarjo Kota. Orang elit, punya bisnis masygul di pucuk selatan desa di Sidoarjo.
Razia dari aparat gabungan itu, untuk sementara menyudahi dengan menyegel dua warkop plus karaoke itu.
“Saya perintahkan Satpol PP untuk membongkar warkop yang berhasil disegel, dan warkop – warkop lainnya yang ada kegiatan prostitusinya. Sesuai rekomendasi DPRD, warkop – warkop yang murni jual kopi seduhan, silakan tetap buka untuk mencari penghasilan untuk ekonomi keluarganya,” tegas Mimik Idayana.

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana beserta aparat gabungan Satpol PP dan dari Forkompimka Jabon berhasil mengamankan puluhan miras kemasan botol dari lokasi razia warkop remang – remang
Razia bersama aparat gabungan ini, setidaknya merupakan upaya Pemkab Sidoarjo melaksanakan amanah hasil rekomendasi Komisi gabungan DPRD beberapa hari sebelumnya.
Sekaligus sebagai upaya pemberantasan perdagangan miras dan prostitusi, serta penyebarluasan HIV dan AIDS di Sidoarjo.
Berdasarkan data resmi dan publikasi pemerintah, penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.
- Penulis: Ruang Nurudin

