Wabup Mimik Grebek Warkop Plus Jabon 49 Orang Terjaring Kades Jadi Dalang Sewa Lahan
- account_circle Ruang Nurudin
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Razia Wabup Sidoarjo membongkar warkop plus Jabon, mengungkap dugaan sewa lahan, prostitusi, miras, serta ancaman penyebaran HIV/AIDS. (Ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Namun perlu dibedakan antara kasus baru (temuan tahunan) dan kasus kumulatif (jumlah ODHA yang tercatat hidup maupun pernah terdiagnosis).
Intinya, kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi perhatian serius. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 6.914 kasus kumulatif, kemudian meningkat menjadi 7.129 kasus hingga April 2026 atau bertambah 215 kasus.
Secara regional, Sidoarjo menempati peringkat kedua penyumbang temuan kasus HIV tertinggi di Jawa Timur setelah Surabaya. Kecamatan Porong dan Krian menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.
Dinas Kesehatan setempat menjelaskan, tingginya angka tersebut juga dipengaruhi keberhasilan program skrining dan deteksi dini yang lebih luas, sehingga lebih banyak kasus berhasil ditemukan, dan segera mendapatkan layanan pengobatan, serta pendampingan untuk mencegah penularan lebih lanjut.
Anggota DPRD Sidoarjo yang hadir saat razia di Jabon, Rojik mengatakan, “Dari operasi ini ada pemilik dan karyawan dan pengunjung karaoke yang kena razia,” terangnya membenarkan.
“Selama ini keluhan dari para kiai sudah sangat-sangat miris sekali keberadaan tempat karaoke di Jabon ini, karena menjadikan pemandangan yang kurang baik bagi generasi kita. Sekarang kemana lalu lalang di Jabon itu kelihatannya ya seperti itu, menjadikan pemandangan yang negatif, ” ujar Rojik.
Hasil lain dalam operasi tersebut, sebanyak 49 orang yang terdiri atas pemandu lagu (LC), penjual, dan pengunjung menjalani rapid test HIV.
“Mereka ini rata-rata buka mulai jam tujuh malam sampai jam tiga jelang subuh rata-rata. Mereka yang kita razia ada dari Bangil, Pasuruan, Mojokerto, Tuban dan kita lakukan tes darah, ” pungkas Wabup Mimik Idayana.
Sebanyak 48 orang dinyatakan negatif HIV, sedangkan satu orang terindikasi menderita sifilis atau Infeksi Menular Seksual (IMS).
Selain pemeriksaan kesehatan, aparat gabungan juga mengamankan 34 botol miras dari sejumlah warkop, untuk dijadikan barang bukti penanganan lebih lanjut.
- Penulis: Ruang Nurudin

